
Rima jatuh pingsan setelah mendapat telfon dari seseorang. Entah kabar apa yang membuat dirinya hingga tak sadarkan diri.
Zafran segera membopong tubuh istrinya dan membawanya kedalam kamar.
"Biar adek aja Bang !" Ucap Bul² meminta kakaknya untuk beralih.
Bul² memberikan minyak angin dan mengoleskannya dihidung Rima.
Tak lama kemudian, Rima pun mengerjapkan matanya dan membukanya perlahan.
"Alhamdulilah sadar juga, kamu gak papa Rim?" Tanya Bul² seraya membantu Rima untuk bersandar di kepala ranjang.
"Ji-jihan Bul, dia....dia kecelakaan," Jawabnya lirih.
"Astagfirullaladzhim..."
"Kita harus segera kesana Mas ! Aku takut Jihan....."
"Sttttt gak boleh ngomong gitu Ah, ya udah yuk siap-siap !" Titah Zafran dan dijawab anggukan oleh Rima.
Kini mereka berbondong-bondong menuju rumah sakit yang ada di dekat bandara.
1 jam telah berlalu, Rima dan Zafran masih sibuk mencari daftar nama yang mengalami kecelakaan pesawat.
"Astagfirullah, Jihan Mas. Hiks hiks..."
"Istigfar sayang, doakan semoga Jihan gak terluka parah." Zafran berusaha menenangkan istrinya itu.
Kila juga Iqbal, merasakan bertapa sedihnya keluarga setelah mendengar apa yang terjadi pada Jihan.
Pasalnya selama 6 bulan ini, Jihan begitu sangat dekat dengan adiknya, Safira.
Entah takdir yang bagaimana yang akan menimpa Jihan setelahnya. Pihak keluarga terutama orang tua, hanya bisa memberikan do'a yang terbaik untuk puteri mereka.
"Dokter bagaimana keadaan puteri saya Dok ?" Tanya Rima penasaran.
"Beliau mengalami koma Bu, juga patah tulang di bagian kaki kanannya!" Jelas dokter.
"Astagfirullahaladzhim."
"Hiks hiks...lakukan yang terbaik dokter, sembuhkan puteri saya ! Saya mohon dok !" Ucap Rima seraya menangis.
"Saya akan berusaha semaksimal mungkin Bu, doakan saja semoga pasien segera pulih dan bangun dari komanya. Kalau begitu saya permisi pak, Bu.." Ucap Dokter melenggang pergi.
Rima begitu sangat terpukul mendengar bahwa putrinya mengalami koma dan juga patah tulang. Semua keluarga pun turut prihatin atas apa yang menimpa pada Jihan.
Keesokan harinya, dokter dan para perawat lainnya terlihat berlarian keluar masuk ruangan rawat Jihan.
"Sus ada apa ? Puteri saya baik-baik saja kan sus ?"
"Maaf Ibu, kondisi pasien sangat kritis dan jantungnya kian melemah !"
Deg.....
Rima terduduk lemas seraya menitikan air matanya. Pandangannya kosong dengan pemikirannya yang kalut.
"Mas...hiks hik, Jihan Mas" Rima menangis tersedu sedu dalam pelukan suaminya.
"Sabar sayang, dokter sedang berusaha menyembuhkan puteri kita !" Ujar Zafran menenangkan.
"Rim...jangan kayak gini ! Lebih baik kita sama-sama berdoa untuk kesembuhan Jihan !" Sambung Bul².
__ADS_1
Rima pun mengangguk. Semuanya terlihat berbondong-bondong menuju masjid untuk mendoakan kesembuhan Jihan.
Berbeda dengan pengantin baru yang belum nongol.
Kila dan Iqbal memilih untuk pulang lebih dulu, sementara yang lain tetep setia menunggu Jihan di rumah sakit.
"Dek......"
"Hemmmmm" Jawab Kila yang masih setia dalam tidurnya.
"Bangun ih, udah siang !"
"Adek capek loh Mas, Mas apain Adek semalem ?"
"Emang Mas ngapain semalem ?" Goda Iqbal pada istrinya.
"Dih, emang Mas lupa semalem mas itu udah kayak harimau yang kelaparan tau gak," Geritu Kila seraya menyebikan bibirnya.
"Enak kan ?"
"Enak.....eh gak, sakit semua iya..." Ralatnya.
Iqbal hanya terkekeh mendengar jawaban istrinya itu. Semalam adalah malam pengesahan kepemilikan tanah untuk Iqbal. Hahahhahaa tanah katanya hi hi.
"Bangun yuk ! Kita harus kerumah sakit lagi loh Dek !"
"Iya iya, tapiiiiii---"
"Gak banyak tapi."
"Kyaaaaaaaa Mas turunin dong, Kila malu...!" Teriak Kila setelah Iqbal mendadak menggendongnya masuk kekamar mandi.
"Mas jadi mau lagi sayang, mandinya nanti aja, lanjut lagi yuk !"
"Hmpttttttttt"
Iqbal kembali menurunkan tubuh istrinya diatas ranjang. Pengesahan tanah milik Aqila terjadi untuk yang kedua kalinya. Semalem salah ukur soalnya jadi ulang 🤣🤣🤣🤣.
Jam 10 pagi, Aqila dan Iqbal baru menuju rumah sakit dengan membawakan beberapa makanan untuk keluarganya.
"Assalammualaikum "
"Waalaikumsalam..." Jawab semua kompak.
"Pengantin baru, baru muncul..." Ujar Bila.
"Iya dong, kita ngukur tanah dulu. Ya gak Mas ?" Jawab Kila dengan mengedipkan sebelah matanya kearah sang suami.
"Tanah sepetak." Gumam Bila lirih namun masih terdengar ditelinga Kila.
"Hah, apa ?"
"He he he, bukan apa-apa," Jawabnya cengengesan.
"Gimana kondisi Jihan, ada perubahan ?" Tanya Kila pada semuanya.
Yang ditanya tatapannya hanya sendu, Kila mengerti dengan tatapannya itu, bahwa Jihan tidak baik-baik saja.
"Dari 2 jam yang lalu, dokter belum juga keluar dari ruangan itu Kila," Jawab Ilham.
"Astagfirullah...." Gumam Kila dan Iqbal kompak.
__ADS_1
Rima yang sedari tadi tak henti-hentinya menangis. Apa lagi ia semalam bermimpi bahwa Jihan akan pergi jauh bersama dengan kedua mertuanya.
Ceklek...
Terdengar pintu terbuka.
"Dokter bagaimana kondisi Jihan dok ?" Tanya Rima.
Dokter itu menghela nafasnya berulang-ulang.
"Maaf Bu, semoga keluarga mengikhlaskan dan tabah. Saya sudah berusaha semaksimal mungkin, namun yang maha kuasa berkhendak lain. Nyawa pasien tidak dapat ditolong !" Jelasnya.
Deg.......
Bagai disambar petir dipagi hari, Rima menangis dan menyerobot masuk kedalam.
"Suster kamu apakan anak saya Hah, anak saya belum meninggal sus. Jihan sayang, ini Umi nak bangun sayang, jangan tinggalin Umi hiks hiks. Bangun Jihan bangun hiks hiks !"
"Sayang, ikhlaskan dek. Anak kita sudah tenang dialam sana."
" Gak mas, Jihan belum meninggal. Dia gak mungkin ninggalin aku mas hiks hiks."
Semua pun terlihat menitikan air matanya merasakan kesedihan yang mendalam. Usaha telah dilakukan sebaik mungkin, namun takdir Allah berkata lain. Jihan pergi menyusul nenek dan kakeknya dialam surga.
***
1 Tahun telah berlalu setelah kejadian itu, seorang wanita tengah menikmati rujak bebek yang ia minta dari suaminya.
Aqila Audya, kini telah hamil 4 bulan di usia pernihakannya yang sudah 1 tahun.
"Terima kasih Ya Allah, kau telah mengirimkan suami yang begitu penyabar dan perhatian seperti Mas Iqbal. Semoga kau selalu menjadi teladan baik untuk dan anak kita nanti mas. Anna uhibbuka fillah zauji."
Sementara Bila, tengah berjuang diruang persalinannya.
"Huh, astagfirullah Bee sakittt..."
"Sabar sayang, kamu pasti bisa !"
"Aaaaaaaaaaaaa"
Oek oek oek..
"Alhamdulilah, selamat ya pak Bu anak kalian laki-laki, sehat dan normal" Ucap Dokter yang membantu persalinan Bila.
"Alhamdulilah ya Allah, terima kasih telah menghadirkan malaikat kecil ditengah-tengah kami. Bila salsabila, kau adalah wanita terhebat yang pernah aku temui. Semoga rumah tangga kita selalu sakinnah, mawadah, dan warokhmah, Amiin. Anna uhibbuka filla Zaujati." Gumamnya seraya menatap istri dan bayi mungilnya itu.
Setelah perjalanan yang rumit melanda kehidupan Gus dan Ning yang satu ini, kini hanyalah kebahagian yang lengkap mereka rasakan. Inilah Akhir dari cerita "Bidadari sang gus"
Terima kasih untuk para readers yang setia mengikuti ceritaku dari awal sampe akhir.
Maafkan kalau ada salah kata yang disengaja atau pun tidak sengaja. Akhir kalam saya ucapkan, wabillahhitaufiq wallidaya wasalammualaikum wr wb.
Tamat
***
Baca juga ini ya !!! masih anget
"Takdir Najwa "
Siapkan tisu, banyak adegan mewek hehhe
__ADS_1
Cekidottttt