Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Sahabat lebih dari segalanya


__ADS_3

Bul² berjalan dengan lamunannya hingga kerumah. Farhan yang melihat hal itu tentu bingung, pasalnya saat Bul² mengajak sang kakak untuk mengikutinya, Bul² terlihat sangat semangat. Terasa sangat aneh ketika dirinya mendapati sang istri yang pulang dengan wajah murung. Tak ingin berlama-lama,


Farhan pun segera menyusul istrinya kedalam kamar mereka.


" Sayang...kok cemberut gitu ?"


" Bi, apapun yang terjadi Albi janji ya ! jangan pergi dari Adek, jangan tinggalin Adek !" Ucapnya menatap suami dengan sendu.


" Adek kenapa sih, hem..." Farhan mencium kening istrinya.


" Jawab Bi, janji ya ?"


" Iya sayang, Albi janji. Harus berapa kali Albi bilang, Albii gak akan buat Adek kecewa lagi. Ditambah sekarang, ada buah cinta kita didalam sini yang harus kita jaga bersama-sama, Albi gak mungkin tega ninggalin Adek ." Ucapnya seraya mengelus perut Bul² yang masih rata.


Bul² tersenyum senang mendengar suaminya yang selalu berusaha menenangkan disaat ada hal yang menganggu pikirannya. Apa lagi mengenai rumahtangga mereka yang masih terbilang baru seumur jagung itu.


Sementara diasrama puteri, lebih tepatnya dikamar B1 terlihat Rima yang tengah menasehati Safa berulang kali.


" Jangan egois Safa, Bul² sudah bahagia sekarang, terlebih lagi Bul² sedang hamil. Tidak Cukupkah melihat orang yang kita sayang bahagia Saf ? kenapa hanya karna iri kau berniat ingin menghancurkannya ?" Ucap Rima.


" Egois demi kebahagian diri sendiri bukankah itu wajar Rim. Aku hanya ingin mengejar kebahagiaan ku apa salahnya,"


" Tapi caramu itu sungguh salah. Aku dulu juga mencintai Gus Farhan Saf, bahkan aku sangat mengharapkannya untuk menjadi imamku kelak. Ini semua bukan salah Bul², apa kau lupa Bul² menerima ta'aruf Gus Farhan juga awalnya karna terpaksa. Apa kau juga lupa Saf, Bul² saat itu masih mencintai Adam dan bukan Gus Farhan." Terang Rima lagi.


Safa terdiam sejenak, memikirkan apa yang Rima ucapkan.


'Apa aku sungguh keterlaluan ? ' Gumamnya.


" Aku tau, iri dan dengki bukan sifat aslimu Saf. Tapi kumohon, tolong lawan rasa iri yang tiba-tiba menghampirimu. Kita sahabat, yang tentunya lebih dari segalanya. Bahkan cinta seorang lelakipun tidak akan bisa melebihi rasa cinta seorang sahabat...." Ucap Rima lagi.


Safa melirik kearah Rima dengan mata yang sudah berkaca kaca, kemudian ia berhambur memeluk sahabatnya itu dengan penuh haru.


" Maafkan keegoisanku Rim hiks hiks..."


Seketika Rima pun melepaskan pelukannya." Bul² yang lebih pantas untuk itu Rim, aku hanya mengingatkanmu. Sudah tugas kita saling mengingatkan saat salah satunya berlawan arah..."


" Aku menyayangi kalian. Kamu bener Rim, sahabat lebih dari segalanya dari pada cinta." Ucapnya kembali memeluk Rima.


Setelah berulang kali Rima menasehati Safa, akhirnya iapun sadar. Sifat iri yang tiba tiba menghampirinya, perlahan ia hempaskan meskipun sulit. Safa sadar, jika dirinya adalah seorang Ukhty bernotabene sebagai santri. Tentunya akan menjadi panutan banyak orang, ia tidak ingin mengotori gelarnya yang sebagai santri untuk merusak rumahtangga orang, terlebih itu adalah sahabatnya sendiri.


Setelah berbaikan, Rima dan Safa bergegas untuk hafalan dengan ustadzah Nining. Ia akan meminta maaf dengan Bul² setelah hafalannya selesai nanti.


Disore hari yang semakin terasa nyaman, adem dan tenang, membuat seseorang berhenti sejenak didepan gerbang pesantren.


" Alhamdulilah, sampai juga akhirnya. Pesantren ini banyak berubah." Ucapnya seraya melirik kesana kemari.


Ia merasakan sejenak semilir angin yang sangat sejuk ia rasakan. Jauh dari keramaian dan polusi udara tentunya. Pohon dan tanaman nan hijau pun masih terjaga, terlihat asri, bersih dan adem. Membuatnya menghembuskan nafasnya berulang ulang dan sedikit menggerak gerakan bahunya.


Kemudian ia terus berjalan masuk hingga kearea pesantren.


Langkahnya terhenti, saat mendapati seseorang yang seperti tidak asing baginya.


Matanya terus mengikuti arah langkahnya, rasa penasaran membuatnya melangkah menghampiri seseorang itu.

__ADS_1


Dekat semakin dekat.....dan....


" Assalam mualikum...." Sapanya.


Mereka pun menoleh kearahnya." Waalaikumsalam......"


Deg.......


' Masya Allah......' Gumamnya dalam hati.


" Afwan akhi cari siapa ya ?" Tanya Rima.


Ya, mereka adalah Rima dan Safa yang hendak kembali keasrama sepulang hafalan dengan ustadzah Nining. Tak mereka sadari, ada yang memperhatikannya sedari tadi.


Sementara Safa hanya menunduk tak berani bicara.


" Eh, afwan ukhty rumah Kyai Zaki sebelah mana ?" Ucapnya berbasa basi. Padahal sih udah tau he he he.


Tatapan terus melirik kearah seseorang yang tengah menunduk.


' Pernah melihatnya, tapi dimana ya ?' Gumamnya dalam hati.


" Sebelah timur Akhi yang catnya ijo.." Jawab Rima.


" Syukron Ukhty....,Assalammualaikum."


" Waalaikumsalam wr wb..." Jawab mereka.


Ia terus menyusuri jalanan hingga kerumah Abah Zaki. Satu yang masih membuatnya penasaran, yaitu Ukhty yang baru saja ia temui. Merasa pernah melihatnya namun ia lupa, entah dimana pertemuannya itu.


Ia melangkahkan kakinya dan berhenti tepat didepan pintu.


Tok tok tok....


" Asalam mualikum...."


Ceklek....Pintu pun terbuka.


" Waalaikumsalam...." Jawab Umi.


" Umi......." Panggilnya dan ia cium tangan Umi Imah.


" Masya Allah, ini beneran.....


" Siapa Umi....." Datangnya Abah Zaki membuat Umi tak melanjutkan lagi kalimatnya.


" Abah....." Buru-buru ia menghampiri Abah Zaki dan memberinya salam.


" Masya Allah ini bener kamu nak, subhanAllah....murid teladan." Abah Zaki pun memeluknya.


" Umi...panggilkan Farhan !" Titah Abah seraya melepaskan pelukannya.


Umi Imah pun mengangguk dan berjalan menuju kamar anaknya.

__ADS_1


Tok...tok...tok....


" Han......


Ceklek...


" Iya Umi....." Jawab Farhan yang tengah mengeringkan rambutnya dengan handuk sehabis mandi.


" Dipanggil Abimu ....!"


" Na'am Umi...bentar lagi Farhan menyusul.." Ucapnya, dan Umi Imah pun mengangguk kemudian pergi.


Tak selang beberapa lama, Farhan dan Bul² pun menuju ruang keluarga menemui sang Abi.


Namun langkah Bul² berhenti sejenak saat melihat punggung seseorang yang seperti ia kenal.


" Han sini, lihat siapa yang dateng !" Ucap Abah Zaki.


Farhan pun melangkahkan kakinya untuk mendekati, namun tidak dengan Bul².


" Neng Ayo kesini....!" Titah Umi.


Karna penasaran, ia pun menoleh kearah seseorang yang Umi panggil Neng. Karna yang ia tau, Farhan tidak punya adik perempuan bahkan ia adalah anak tunggal. Ia pun tidak mengetahui kalau Farhan sudah menikah.


Saatnya menoleh, bukan ia yang terkejut, tapi Bul² lah yang terkejut melihat siapa yang tengah bertamu


" K-kak....Rafiiiiiii......" Ucapnya.


Semuanya pun terkejut, bagaimana Bul² tau kalau dia adalah Rafi, sahabat Farhan saat ia kuliah diAl-Azhar.


" Kamu mengenalnya sayang.....?" Tanya Farhan.


' Sayang ? ' Gumam Rafi dalam hati.


" Na'am...apa Ukhty mengenal saya ? Dan siapa Ukhty ini Han....?" Tanya Rafi pada Farhan.


" Ini istri Ana Fii , Bulan Audya...." Jawabnya.


*Deg...........


' Bul²....benarkah itu kamu* ?' Gumamnya.


Kok bisa ya Rafi dan Bul² saling kenal.....?


Jeng jeng jeng jeng.........


**💞💞💞Tinggalkan


Vote


Like


Komen kalian ya !!!

__ADS_1


Happy Reading Guys**


Bersambung💞💞💞


__ADS_2