Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Season 3


__ADS_3

Dengan mata yang sedikit sembab, Aisya berjalan menyusuri lorong kampus menuju kelasnya.


Tidak banyak kata yang bisa ia ucapkan dengan pikiran yang masih bertanya-tanya, antara percaya atau tidak dengan apa yang baru saja ia lihat.


"Lo bukan sahabat yang gue kenal kalau nyerah gini Is,"Ucap Mona memutar kursinya menghadap meja Aisya.


"Bener tuh, gue gak nyangka aja seorang Aisya putri kalah dan takut patah hati karna bucin,"Sambung Icha.


"Gue harus apa, bahkan kak Rasya tidak tau gimana perasaan gue kedia. Disaat semangat gue karnanya, saat bersamaan juga gue harus ngerasain sakit," Ucap Aisya kembali meneteskan air matanya dengan tangan yang menyentuh dada yang ia rasa sesak itu.


"Semangat dong, nyatain perasaan lo sama kak Rasya. Toh mereka cuma pasangan kekasih, bukan suami istri. Itu artinya lo masih boleh dan sah aja buat nikung kak Rasya Is !" Ucap Mona memberi sahabatnya semangat.


Mona bener, kenapa gue harus kalah dengan wanita yang gak kelihatan mukanya itu...


Siapa tau mukanya jelek dan penuh borok makanya ditutupin...


Ayolah Is, lo itu cantik.....primadona di kampus ini...


Masa ngedapetin kak Rasya gak bisa ?


"Gue setuju apa kata Mona Is, semuanya masih bisa ditikung selagi janur kuning belum melengkung."


Aisya mengusap air matanya seraya mengangguk."Tanks ya..lo pada emang sahabat terbaik gue."


Tak berapa lama, datanglah dosen yang akan memberikan materi pelajaran.


"Selamat pagi semuanya, sebelum dimulai perkenalkan dulu murid baru di kelas ini. Silahkan masuk !"Ucap Dosen.


Omg gue bakalan sekelas sama tu cewek ?


Pacarnya kak Rasya ?


"Asalammualaikum wr wb..."


"Waalaikumsalam wr wb.."


"Perkenalkan nama saya Azkya Anjani, pindahan sekolah dari pondok pesantren Nurul Huda, bandung. Semoga kita semua dapat berteman dengan baik."


"Baiklah Azkya, silahkan duduk disamping Zahra !" Titah dosen itu.


Tatapan Aisya tidak lepas pada Kia, tidak percaya bahwa ia akan sekelas dengan wanita yang ia duga sebagai kekasih pria yang dicintainya itu.


Merasa dirinya ditatap dengan intens, Kia menoleh kearah Aisya dan memberikan senyuman dari balik niqabnya.


"Asalammualaikum Ukhty salam kenal, aku Zahra.."Ucapnya seraya mengulurkan tangan.

__ADS_1


"Waalaikumsalam, saya Kia. Mau berteman dengan saya ?" Tanya Kia tanpa ragu membalas uluran tangan Zahra.


"InsyaAllah mau, semoga berteman baik !" Ucapnya tersenyum.


"Amiin, insya Allah..."


Alhamdulilah, bener kata Abang...


Dari banyaknya mahasisiwi dikampus ini, salah satunya akan menjadi teman dekatku...


Dan mungkin itu adalah Zahra...


****


Sementara di kelas Rasya, kedua sahabat Rasya itu terlihat begitu heboh hingga memberikan Rasya dengan banyak pertanyaan mengenai wanita yang datang bersamanya.


"Gilaaa...di2021 masih ada aja cewek yang bajunya kayak ninja, pacar lo Sya ?"Tanya Reza.


"Tapi dilihat dari matanya, dia cantik.."Ucap Amar seraya tersenyum menggoda Rasya.


"Adik sepupu,"Jawab Rasya dengan tatapan masih fokus pada bukunya.


"Ah yang bener Lo, boleh gak gue deketin ?" Seketika Amar langsung mendapat tatapan tajam dari Rasya.


"Ampun bang jago...gak lagi Sya, becanda gue. Selera gue gak gitu kok, cewek itu harus cantik, montok dan bohai.." Ucapnya lagi seraya membayangkan wanita yang ada dipikirannya.


"Dikondisikan pikirannya !" Ucap Rasya setelah melempar gulungan buku pada Amar.


"Sukurin lo !"Ledek Reza.


"Udah buruan selesaiin !"


"Habis itu kekantin yak, Lo yang bayar !"Ucap Amar dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Di kafe aja, sekalian mau cek kesana,"Jawab Rasya dengan membereskan bukunya.


Ya Tuhan....ternyata selain tampan dan pintar, Rasya juga berhasil membangun usaha sendiri guys.


Sebuah kafe yang tidak jauh dari kampus dengan nama Kafe R.Sya, yang ternyata pemiliknya adalah Rasya Syafaraz.


Banyak yang bertanya-tanya siapa pemilik dari Kafe tersebut, bahkan orang kampus tidak ada yang tau selain kedua sahabatnya itu. Kafe dengan desain yang unik dan juga tersedia spot foto ala pantai,


Yang membuat pengunjung begitu betah berlama-lama disana, tidak heran jika pengunjungnya semakin hari semakin ramai, terutama diakhir pekan.


"Kantin yuk !"Ajak Mona.

__ADS_1


"Eh lo pada belum pernah kekafe R.sya kan ?"


"Kafe yang gak jauh dari kampus ?" Tanya Ais.


"Yups betul syekale..."


"Belum..kenapa emang ?"


"Lo berdua harus kesana sekarang ! Spot fotonya itu ala pantai guys, serasa di pantai beneran." Ucap Icha antusias.


"Ah bohong kan lo ?"Selidik Mona.


"Sumpah Guys, gue pernah sekali kesana. Kalau gak percaya yuk buktiin !" Ajak Icha pada keduanya


"Boleh deh, ada yang mau gue lakuin juga disana, yuk gercep !" Ucap Aisya dengan tidak sabar. Sementara Icha dan Mona hanya saling tatap dan mengangkat kedua bahunya tanda tak tau apa yang akan Ais lakukan saat disana nanti.


***


Mereka bertiga menuju kafe yang Icha bicarakan itu. Sesampainya disana, ternyata benar apa yang Icha bilang...spot foto ala pantai yang seraya di pantai beneran membuat Aisya begitu nyaman dan tenang berada disana.


Ia menghembuskan nafasnya menikmati angin semilir, ternyata cukup menenangkan pikiran Ais yang tengah kacau itu.


"Kak Rasya...gue cinta sama lo..........."Teriak Aisya di tempat itu.


Teriakan Aisya cukup kencang, hingga membuat Icha dan Mona melongo tidak percaya dengan apa yang sahabatnya itu lakukan.


Banyak pengunjung yang menoleh kearahnya hingga berbisik-bisik satu sama lain.


Aisya tidak perduli dengan tatapan semua orang padanya, ia cukup merasa tenang saat berteriak mengungkapkan apa yang hatinya itu katakan.


"Kamu cinta sama saya ?"


Deg.......


❣️Tinggalkan


Vote


Like


Komen


kalian ya


Happy Reading guys..

__ADS_1


Bersambung❣️


__ADS_2