
Mencintai adalah jalan hidup manusia sebagai makhluk sosial yang kenyataannya tak pernah benar-benar bisa hidup seorang diri. Dalam mencintai setiap orang memiliki caranya sendiri, ada yang mencintai dalam diam ada pula yang mengekspresikannya.
Tidak ada yang salah selagi kamu mencintai seseorang dengan bijak, dengan tidak memaksakan kehendakmu padanya, tidak memaksakan caramu mencintai agar dia juga sepertimu.
Sebuah hubungan jika didasari dengan keterpaksaan sekalipun cinta tidak akan pernah terasa nyaman. Jika sudah tak nyaman langgeng hanya menjadi impian semata. Untuk itu renungkan sebaik mungkin tentang bagaimana kamu harus mencintai orang lain? Apakah sudah membuatnya nyaman atau justru malah menyakitinya.
Komunikasikan dengan baik apapun dengannya agar kamu bisa memiliki hubungan yang sehat. Jika sulit mengutarakannya secara langsung kamu bisa mengatakannya lewat kata-kata.
Huaaaaaaaa🤣🤣🤣 warbiasahh....sok pinter Author ini, kayak pernah aja ha ha ha.
Wokehhh lanjotttt......
Hari-hari telah berlalu, perut Bul² semakin membengkak ha ha ha gaklah ya...maksudnya semakin membesar diusia kehamilannya yang menginjak 6 bulan. Bul² menjadi doyan makan hingga membuat berat badannya naik drastis dari biasanya hanya 1 kg setiap bulan, kini menjadi 3 kg. Terkadang Bul² merasa minder dengan berat badannya saat ini, dalam hatinya selalu bertanya tanya. Jika aku tidak cantik lagi, apakah Albi akan tetap mencintaiku ? hal itulah yang selalu Bul² pikirkan berulang ulang. Pernah ia bertanya pada suaminya apakah ia akan tetap mencintainya setelah perubahan terjadi pada tubuhnya? jawaban Farhan cukup membuat Bul² puas, namun tetap saja rasa takut tiba tiba muncul dalam benaknya.
" Han dipanggil Abi !" Ucap Umi mengejutkan Farhan yang tengah berkutat dengan kitabnya.
" Na'am Umi....." Farhan pun langsung menuju ruang keluarga.
" Ada apa Bi ?" Tanya Farhan seraya mendudukan diri disofa depan Abinya.
" Begini Han, Abi ada tausiah dikampung sebelah besok. Abi lupa jika ada dakwah juga dikota K dihari yang sama, bisakah kamu menggantikan dakwah Abi yang dikota K ?"
" Farhan tidak bisa langsung memutuskan sebelum bicara dengan Bul² Bi, Abi tau sendiri belakangan ini Bul² sangat sensitif sekali."
" Baiklah, Abi tunggu sampai nanti sore !" Ucap Abah Zaki. Farhan pun langsung mengangguk, kemudian ia kembali kekamar menunggu istrinya pulang dari kegiatannya diasrama.
Farhan berfikir keras, bagaimana caranya ia mengatakan hal ini pada istrinya. Ini adalah kali pertama Farhan meninggalkan Bul² untuk dakwah setelah menikah.
Jam 12 teng, Bul² pulang kerumah. Ia segera masuk kedalam kamar untuk membersihkan dirinya yang sudah sangat gerah dan kepanasan itu.
" Sayang......" Panggil Farhan dari balkon kamarnya.
" Astagfirullah......" Bul² terkejut seraya mengelus dadanya.
" He he he terkejut ya, maaf sayang ..." Ucap Farhan terkekeh.
" Albi ngapain disitu ?" Tanya Bul².
" Duduk aja baca kitab,"
" Sayang, Albi mau bicara sesuatu boleh ?"
__ADS_1
" Iya Bi, tapi Adek mandi dulu ya...gerah banget ."
" Iya sayang ..." Jawab Farhan.
Bul² kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk menunaikan ritual mandinya. Tak lama kemudian ia keluar dengan balutan handuk ditubuhnya dan hendak menuju lemari bajunya. Setelah berpakaian, Bul² pun menghampiri Farhan yang masih berkutat dengan kitabnya.
" Bi......."
" Hem....sudah mandinya ?" Tanya Farhan menutup kitab ditangannya.
Cup.....
" Sudah Bi......"
Farhan berjongkok didepan istrinya dan mengelus perut istrinya seraya menciumnya beberapa kali. Ia merasakan pergerakan buah hatinya yang sangat aktif bergerak itu.
" Sayang....dia gerak...." Ucap Farhan tersenyum dan kembali mencium perut besar istrinya.
Bul² pun ikut mengelus perut besarnya bersama tangan Farhan.
" Dia pasti sangat merasakan kasih sayang dari Yahbinya...."
" Yahbi ?" Tanya Farhan
" Apapun itu pasti sangat cocok sayang ." Ucap Farhan mengecup lembut kening istrinya.
" Kalau panggil ibunya apa ?" Tanya Farhan.
" Mibu...Umi Ibu...." Jawab Bul² antusias.
" Bagus kok....apapun itu kita harus mengajarkan hal yang baik dan positif pada anak kita nantinya ..." Jelas Farhan Bul² pun mengangguk.
" Dek, Albi mau mengatakan sesuatu. Tapi janji Adek dengerin jangan menyela dan jangan marah ya ?" Ucap Farhan menatap serius istrinya. Ia takut jika Bul² tidak bisa menerima keberangkatan dakwahnya kekota K, karna disana bukan hanya satu tempat yang harus ia kunjungi namun ada berberapa tempat dan itu tentunya sangat memakan waktu untuk bisa pulang kepesantren.
" Iya Bi, Albi mau ngomong apa sih kayak serius banget...."
" Iya sayang, Albi dimintak Abi untuk menggantikan dakwahnya dikota K besok !"
" Oh urusan dakwah, Adek gak pernah melarang kok Bi. Bukannya besok Abi ada tausiah ya dikampung sebelah...?" Tanya Bul².
" Iya sayang, Abi lupa mengatur jadwal dakwahnya dikota K. Ternyata waktu dan harinya sama dengan tausiah didesa tetangga." Jelas Farhan.
__ADS_1
" Oh ya gak papa sih, Adek izinin kok ..." Ucapnya santai.
" Beneran ? Albi membutuhkan banyak waktu loh sayang, Albi tidak hanya 1 2 hari disana tapi bisa jadi 1 minggu ." Jelas Farhan.
Deg.....
Bul² terkejut dengan penjelasan suaminya. Ia kira dakwahnya hanya membutuhkan waktu sehari tanpa harus menginap.
" Se-seminggu Bi....?"
" Iya sayang satu minggu. Bukan hanya satu tempat yang harus Albi kunjungi, tapi ada beberapa ." Jawabnya.
" Hiks hiks....Albi tega ninggalin Adek selama itu ?" Tangis Bul² pecah akhirnya.
" Sayang...Albi tidak mungkin menolak permintaan Abi apa lagi ini tentang dakwahnya. Albi janji, Albi akan usahain sebelum 1 minggu sudah pulang." Ucap Farhan memeluk istrinya.
" Huaaaaaaaa😭😭😭 Albi gak kasihan sama Adek. Adek kan gak bisa tidur kalau gak peluk ." Ucapnya yang masih menangis.
" Sayang, Adek bisa peluk baju Albi kalau mau bobok. Albi hanya sebentar, gak akan lama. Albi juga gak bisa jauh jauh dari Adek dan buah hati kita ini, tapi ini tentang dakwah sayang, Albi tidak bisa menolak selagi Albi mampu melakukannya ." Terang Farhan.
" Hiks hiks hiks....kenapa gak Abi aja sih yang dikota K Albi dakwah disini saja!" Ucap Bul².
" Adek tega melihat Abi yang lebih tua dari Albi untuk perjalanan jauh diwaktu yang cukup lama ?"
Seketika Bul² pun terdiam mencerna kembali ucapan suaminya. Ia tidak boleh egois hanya karna tak mau jauh dari suaminya, ada yang lebih membutuhkannya darinya saat ini. Ilmu yang selama ini ia kejar hingga kekairo harus ia gunakan semaksimal mungkin.
" Tapi janji ya, Albi harus sering sering kabarin Adek. Gak boleh tebar pesona ke Ukhty Ukhty disana !"
" Iya sayang, lagian siapa sih yang mau sama Albi, kalau pun ada Albi tidak akan tergoda sayang. Sudah ada Adek dan buah cinta kita yang lebih dari segalanya buat Albi ." Ucap Farhan menyakinkan istrinya.
' Semoga saja itu benar Bi, entah kenapa Adek sangat takut saat kita berjauhan. Ini kali pertama kepergian Albi untuk Dakwah, semoga Allah selalu melindungimu dimana pun berada. Aku mencintaimu suamiku '
💞💞💞Tinggalkan
Vote
Like
Komen kalian ya !!!
Happy Reading guys....
__ADS_1
Bersambung💞💞💞