
Tepatnya 4 tahun lalu , dimana hari itu
aku menjadi korban tabrak lari .
Dengan kepala dan tangan yang berdarah darah , aku berjalan menyusuri jalanan meminta bantuan . Tak ada satu pun orang yang lewat sana . Hingga badan ku bener bener lemes tak berdaya , mata yang sudah berkunang kunang sampai akhirnya aku tidak sadarkan diri .
Namun saat aku membuka mata , aku telah berada diruangan yang serba putih dan sangat bau obat obatan .
" Aku dimana ?." Gumam ku .
Ceklek...seseorang membuka pintu . Berpakaian serba putih dan sorban yang ada dilehernya , mungkinkah aku meninggal ? pikir ku .
Namun saat lamunan ku tersadar , ketika orang itu mengajak ku berbicara .
" Assalamualaikum , apakah masih sakit nak luka nya ?. Istrirahat dulu saja." Ucap Seseorang itu .
Aku pun hanya diam , namun ku jawab pertanyaan nya dengan anggukan kepala .
" Aku dimana....?." Lagi lagi aku bertanya dimana Aku sebenernya .
" Kamu ada di pondok pesantren nak ,
dan ini adalah klinik ponpes disini. " Jawab Seseorang itu .
" Ba...ba..pak siapa ?." Aku yang masih bingung dengan semua ini hanya terus bertanya .
" Saya Kyai Zaki , pemilik pesantren ini .
Kamu bisa memanggil ku dengan sebutan Abah. "
" A..Abah ?."
" Ya Abah , dan ini istri saya Ustadzah Imah .
kamu bisa memanggilnya Umi ." Jawab Abah Zaki memperkenalkan istrinya yang baru masuk ruangan itu .
Mulai saat itulah , mereka berdua menganggap ku sebagai anak .
Anak satu satunya mereka , tengah kuliah di kairo dan aku pun pernah bertemu hanya beberapa kali selama 4 tahun ini .
Beliau sangat baik dan menganggap ku sebagai adik nya .
Selalu bercerita saat dulu ia dekat dengan wanita namun takut Abah tak merestui .
__ADS_1
Kejahilan satu sama lain , yang memperlihatkan keakraban kami layaknya kakak dan adik kandung .
Hingga beberapa bulan lalu , ada seorang santriwati baru . Menurut ku dia cantik , manis dan unik .
Saat pertama kali aku melihatnya , ia jatuh tersandung batu . Aku menghampirinya , hingga ia menatap ku dengan tatapan yang sulit diartikan .
" Afwan Ukhty , kenapa menatap ana seperti itu ?." Dengan gugup ia hanya menjawab .
" Aku tidak apa apa Akhi ,
kalau gitu saya permisi . Asalamualaikum. "
Ku jawab dengan Waalaikumsalam . Aku melihatnya berjalan dengan kaki yang sedikit pincang .
Dimana setelah hari itu , aku diam diam selalu memperhatikan keseharian nya . Saat sore aku hendak mengajar anak anak mengaji , aku sengaja berkeliling ponpes lebih dulu untuk sekedar tau dia dimana dan sedang apa .
Perlahan lahan kekaguman ku , menjadi rasa suka . Aku pun memutuskan untuk memberinya surat namun dengan pengirim yang disingkat M.A . Ternyata telah membuatnya kebingungan dan terus kepikiran hingga membuatnya tak tidur semalaman dan terkena ta'zir dikelas ustadzah Yasmin .
Saat kelas selesai , aku berinisiatif memberikan air minum yang dingin dan secarik surat lagi . Dan telah ku titipkan pada Disna .
Hingga saatnya ia tau siapa yang mengirim surat itu , aku memutuskan untuk mengatakan jika ingin mengajak nya ber ta'aruf . Dengan waktu 1 minggu menunggu jawaban , hanya kegelisahan yang ku dapat.
Berkali kali aku shalat istiqaroh meminta pentunjuk yang maha kuasa , namun hasil tetep nihil . Tak ada petunjuk apapun dari sana .
Dihari ke 7 , aku mendapatkan surat dari wanita yang aku cintai untuk menemuinya ditaman . Saat ia mengatakan Ana menerima ta'aruf Akhi muhamad Adam ,
asya allah hati ini sangat sangat bahagia . Ta'aruf ku diterima .
Aku meminta waktu untuk mengatakan ini kepada Abah sebagai wali ku dan segera melamarnya secara resmi .
Tapi tiba tiba gundah gulana kembali menghampiri , aku memiliki firasat buruk yang akan terjadi . Namun lagi lagi sahabat ku Rikilah yang menenangkan .
Dengan sedikit tenang , aku mencoba berfikir positif . Apapun kejadian nya akan aku hadapi dengan ikhlas .
Tiba tiba , Angga datang memberi tau ku jika aku dipanggil untuk menghadap Abah Zaki .
Dengan segera aku pun menghadapnya .
Yang tidak ku mengerti , Abah mengajaku untuk sambang ke pondok milik sahabatnya dan ada hal yang ingin ia bicarakan .
Sesampainya di pondok milik sahabat Abah , kebingungan ku semakin menjadi .
Tidak mengerti lagi saat Kyai Dahlan menyuruh istrinya untuk memanggil Anak nya , Ning Aisyah .
__ADS_1
Hati ku hancur , bibir kelu , ingin menangis tapi aku tahan .
Bisa bisanya Abah mengatakan jika ia dan sahabatnya berniat untuk menjodohkan kami . Terus terngiang saat Ukhty Audy mengatakan menerima ta'aruf ku .
Aku tidak bisa berfikir apapun . Bagaimana perasaan nya saat tau aku akan dijodohkan dengan anak sahabat Abah ?.
Bahkan aku pun belum mengatakan jika aku telah berta'aruf dengan santriwatinya .
Aku diam seribu bahasa dengan pikiran ku sendiri .
Aku mencintaimu Ukhty Audy , lalu bagaimana aku akan mengatakan hal ini ke Abah jika beliau saja telah berniat menjodohkan ku .
Sejujurnya aku pun bingung , Abah selalu bilang tidak ingin memaksa , namun ia sangat berharap aku mau menerima perjodohan ini .
Ada apa sebenernya dengan Abah ? .
Selama 4 tahun aku mengenal nya , beliau adalah orang yang paling mengutamakan kebahagian orang lain apa lagi untuk anak nya .
Sempat aku berfikir negatif , akan kah abah tidak mau menerima ku sebagai anak nya lagi ?. Hingga ia mengusir ku secara perlahan dari pesantren , dengan cara menjodohkan ku dengan anak sahabat nya ??. Mungkinkah itu...???.
Hanya lamunan lah yang selalu menemani ku saat ini .
Aku harap keputusan yang akan ku ambil 3 hari kedepan , semuanya adalah yang terbaik
untuk ku , Audy dan Aisyah .
**Huhuhuππππ
ππππ** ***Alhamdulilah
aku balik Up lagi nih.
Tinggalkan
vote
like
komen kalian ya !!!
Happy Reading guys
Bersambung πππππ***
__ADS_1