
Tidak ada lagi kerutan apa lagi air mata pada wajah cantik dan imut milik Aisya.
Apa ini yang disebut rezeki tidak terduga ? Atau sebuah keberuntungan yang kini berpihak pada gadis berusia 19 tahun itu.
Entahlah, apapun itu..hari ini cukup membuat gadis itu merasa berbunga-bunga.
Pujian yang dianggap awal kebaikan berhasil membuatnya cukup percaya diri.
"Tapi gue pengen lo nerima gue apa adanya kak, tanpa harus menjadi orang lain untuk lo puji," Gumam Aisya.
Ingatannya masih terbayang-bayang dengan apa yang Rasya ucapkan.
"Dia bilang, bisa saja lebih menyukai gue. Aaaaaa...ya Tuhan, mimpi apa gue semalem," Ucapnya lagi seraya menepuk-nepuk pipinya.
***
"Sakit lo ?" Ucap Mona seraya menyentuh dahi Aisya.
"Gaklah, gue sehat wal'afiat tauk.." Jawabnya seraya tersenyum.
"Kesambet setan toilet kali lo..."Sambung Icha.
"Ngaco deh, gue lagi seneng. Dan lo tau gak, apa yang udah buat gue sebahagia ini ?"
Icha dan Mona yang tidak tau apapun hanya bisa menggeleng sebagai jawaban.
"Kak Rasya bilang, bisa saja dia lebih suka sama gue dan dia juga muji gue, kalau gue itu emang cantik. Tapi....." Aisya menjeda kalimatnya. Tatapannya tiba-tiba menjadi redup. Seperti awan biru yang seketika diterpa mendung.
"Tapi apa Is, jangan bikin kita penasaran napa ?"Ucap Mona tidak sabar.
"Gue akan lebih cantik kalau tubuh sama rambut gue itu tertutup."
"Nah lo denger kan Cha, gue bilang juga apa. Gue paham cowok modelan kak Rasya nyari cewek yang kayak mana."
"Maksud lo ?" Tanya Aisya bingung.
"Apa yang kak Rasya barusan bilang ke Lo itu adalah jawaban dari ucapannya sewaktu di kafe," Jawab Mona menatap lekat sahabatnya.
"Cintai diri sendiri, sebelum mencintai orang lain ?"
"Yups, pinter lo...."Tambah Mona lagi.
__ADS_1
Apa iya ?
Aisya masih bertanya-tanya dalam hatinya, ia masih memikirkan dengan dalam apa yang Mona dan juga Rasya katakan.
Ia yang sungguh tidak mengerti bahasa isyarat dari Rasya, hanya menganggapnya angin lalu. Namun disisi lain,ada Mona yang ternyata memahami apa yang Rasya katakan.
Hingga waktu terus bergulir, sore ini Aisya serta kedua sahabatnya memiliki janji untuk pergi kemall bersama.
Aisya yang sudah siap dengan pakaiannya serta mec upnya itu, terlihat tengah menunggu jemputan dari kedua sahabatnya.
Tak berapa lama kemudian, suara deru mobil terdengar berhenti tepat di depan rumahnya.
"Bund, Aisya berangkat ya..."
"Iya sayang hati-hati ya ! Jangan pulang terlalu malam !" Nasehat sang Bunda.
"Siap Bund...."
Setelah perpamitan dengan sang bunda, Aisya berjalan membuka pintu pagar rumahnya.
"Lama Lo....."Ucap Mona seraya membuka jendela mobil kemudinya.
"Lo yang lama, gue udah siap setengah jam yang lalu tauk."
Aisya seketika menatap Icha penuh tanya."Hehehe maaf guys...gue kelupaan,"Ucapnya seraya terkekeh.
"Kebiasaan lo..."Lanjut Aisya.
Mobil mereka mulai membentang luasnya jalanan, dengan kecepatan yang cukup tinggi, Mona berhasil memarkirkan mobilnya di area mall dengan waktu yang menurutnya cukup singkat.
"Kuy turun !" Ucap Mona setelah berhasil parkir.
Ketiganya memasuki mall dengan pesona masing-masing, hingga siapa saja yang melihatnya, cukup membuat mata mereka tidak berhenti untuk melirik.
Ketiganya langsung membeli tiket nonton film romance yang memang sudah direncakan.
2 Jam film itu berlangsung. Setelah selesai dengan keseruannya menonton, mereka bertiga memutuskan untuk shopping membeli beberapa baju serta keperluan lainnya.
"Cha..Mon bagus yang mana ?" Ucap Aisya seraya menunjukan dua baju pilihannya itu.
"Biru cocok buat lo Is, cakep..."Jawab Mona.
__ADS_1
"Eh, jangan biru Is. Merah aja, terang...dan akan kelihatan banget warnanya, berani gitu loh..."Sambung Icha.
"Biru Cha lebih kalem..."Protes Mona tidak setuju dengan pilihan Icha.
"Merah Mon, lebih terang lebih bagus..."Ucapnya tak mau kalah.
"Biru...."
"Merah....."
"Biru Cha...."
"Merah Mon....!"
"Stooooooooppppppppp...gue yang pilih baju, kalian yang ribut. Udahlah, gak dua-duanya...!" Ucap Aisya meletakan kembali baju pilihannya.
"Mbak tolong bungkus ini ya !"
Seketika pandangan ketiga gadis itu tertuju pada seseorang yang tengah membayar dikasir.
Setelah berhasil membayar, seseorang itu berjalan menuju kearah tiga gadis yang sempet ribut untuk pilihan warna.
"Ini untukmu, kamu akan lebih cocok memakai pakaian ini !" Ucapnya seraya memberikan paper bag pada Aisya.
Hah...mereka lebih tidak percaya lagi dengan apa yang baru saja terjadi.
Omg.........pucuk dicinta ulampun tiba....
Maaf ya hari ini Author up dikit, pekerjaan di dunia nyata telah menunggu....
Babay......
❣️Tinggalkan
Vote
Like
Komen kalian ya...
Happy reading guys...
__ADS_1
Bersambung❣️