
Pancaran sinar mentari telah terlihat. Sinarnya seperti membawa undangan bagi kita, untuk terus bersemangat dan mencerahkan diri seseorang. Janji yang pasti adalah sinarnya, ketika ia terbenam, maka esok ia akan muncul kembali. Didalam sana ada sesuatu yang sangat kita cintai, sampai tak sabar untuk menunggu ia terbit dan melakukannya lagi.
Farhan menghirup udara yang begitu menyejukan badan hingga hatinya itu. Ia sangat bersyukur, setelah kepulangannya ketanah air bukan hanya kebahagian orangtuanya yang diperjuangkan, namun bertemunya dengan seseorang membuat dirinya yakin bahwa kebahagiannya dan orangtuanya adalah satu, menjadikan seseorang itu Istri dan Menantu.
Ahhh meskipun saat ini ia belum mencintaiku, namun seiring berjalan nya waktu ia akan merasakan ketulusan hati ini yang telah kubulatkan untuk meminangnya. Sungguh rencana tuhan sangatlah rahasia, ku dimimpikan dengan sebuah mata indah milik seseorang, kudipertemukan dengan pemiliknya. Lalu aku mulai mengaguminya,menyukainya dan yakin bahwa ia lah jodoh yang allah pilihkan untukku. Dia mencintai adikku ck...dunia sungguh sempit, apa harus aku bersaing dengan sang adik demi mempersunting dirinya?. Ahh kurasa tidak perlu, allah punya cara untuk menyatukan dua insan dan itu sangatlah rahasia. Aku hanya perlu bersabar dan usaha sampai batas waktu yang ditentukan, demi indah pada waktunya. Pikir Farhan.
Uhhhhh sweet baangetttt sih Gus.....
" Han..." Panggil Umi. Seketika Farhan pun menoleh. " Hemmm, kenapa Umi..?."
" Umi mau tanya sesuatu, boleh...?."
Farhan pun menghampiri dan duduk disamping Umi Imah. " Umi mau tanya apa ?." Ucapnya lembut.
" Hannnnnn, siapa gadis yang kamu sukai itu nak?." Farhan gelagapan saat ditanya mengenai gadis yang dia suka, antara malu dan takut itulah yang Farhan pikirkan.
" M-maksud Umi.....?." Ucapnya balik bertanya.
" Jawab saja....!"
" Farhan menaruh hati pada Ukhty Bul² umi. Tapi apa keputusan Abi benar menjodohkanku dengan Ukhty Bul², sementara ia masih menyukai Adam." Jawabnya tertunduk lesu. Umi Imah mengelus punggung sang anak, memberinya ketegaran bahwa apa yang dilakukan ini adalah yang terbaik.
" Umi tau. Percayakan semuanya pada yang maha kuasa Han, jika kalian berjodoh pasti akan dimudahkan segala sesuatunya. Nanti habis dzuhur bersiap siaplah !!." Titah Umi.
" Siap siap....,mau kemana Umi ?."
" Akan menjadi kejutan untukmu nanti !." Jawab Umi. Farhan pun hanya diam tanpa berbicara apapun lagi. Umi Imah pun keluar dari kamar Farhan lalu menemui suaminya.
" Bagaimana Mi...?." Tanya Abah .
" Beressss Bi, semuanya sudah siap !." Ucap Umi dan Abah Zaki pun mengangguk .
Hari telah memasuki waktu dzuhur. Farhan kali ini menjadi imam untuk pertama kali nya shalat jamaah dimasjid pesantren. Dengan khusuk nya semua santri melaksanaan kewajiban seorang muslim. Setelah shalat selesai, Farhan lebih memilih makan siang kali ini dikantor bersama para asatidz lain nya.
" Kapan nikah Gus....kita kita udah pada mau punya buntut loh ?." Celetuk Ustadz Fadil yang tengah mengelap bibirnya dengan tisu.
" Iya...apa mau kita deketin sama Ustadzah Yasmin. Cuma kalian berdua loh yang masih sendiri dikantor ini ." Sambung Ustadz Hasan.
Farhan yang canggung dengan pembahasan dirinya dan ustadzah Yasmin pun hanya diam namun sesekali dijawab dengan senyuman.
" Ana perhatikan ustadzah Yasmin juga suka sama Ente Gus, dilihat dari tatapan nya sih gitu !." Ucap Ustadz Fadil lagi .
" Jodoh gak kemana, Ana masih pengen santai menikmati kesendirian. Lagian baru 26 tahun, belum tua tua amat." Jawab Farhan.
" Baiklah baiklah, kita tunggu saja undangan dari Gus kita ini...he he. " Ucap Ustadz Hasan sambil terkekeh.
Sesuai perintah Umi, habis dzuhur dan makan siang Farhan kini tengah bersiap siap. Menggunakan batik merah hati serta sarung berwarna coklat dengan peci hitam dikepalanya. Menandakan bahwa kini ia tengah menjadi ustadz muda lulusan Al-Azhar keturunan dari Kyai Zaki. Penampilan nya sungguh tidak diragukan lagi, manis nisssss bagaikan minum teh pakai gula , madu , dan susu hi hi hi. Diabetessss deh looo.
Farhan serta kedua orangtuanya masuk kedalam mobil yang telah dipersiapkan mang Darno. Karna ada acara khusus, Abah meminta Farhan sendirilah yang menyetir tanpa harus membawa mang Darno.
Tiga jam perjalanan, sesuai petunjuk yang Abah zaki arahkan, mereka kini telah sampai dirumah seseorang. Farhan yang bingung hanya terbengong. Rumah siapa ini...? ada perlu apa Abi dan Umi mengajak ku . Ahhh sudah....
__ADS_1
" Ayo Han...!!." Panggil Umi dan Farhan pun mengangguk.
Tok tok tok
" Assalamualaikum...."
Ceklek....
" Waalaikum salam.., masya allah Abah Umi. Ya allah mari mari masuk !!." Titah Wati.
" Terima kasih Bu Wati.." Ucap Umi.
Mereka bertiga masuk kedalam rumah sesuai yang diperintahkan. Dengan suguhan beberapa minum serta makanan yang tertata rapi diatas meja.
" Silahkan diminum Abah Umi...dan ini----?."
" Ini anakku Bu.., dia Farhan yang dulu suka Ibu panggil Bibil." Jawab Umi .
" Masya allah ini Bibil." Farhan pun langsung mengangguk. Namun betapa terkejutnya Farhan saat Wati memeluk nya hingga terisak.
" Ya allah Bibil...kamu sudah besar sekarang nak. Tidak ingatkah dengan Bunda ?." Tanya Wati dan Farhan pun langsung menggeleng.
" Siapa Bun......" Ucap Zafran yang tiba tiba keluar dari kamarnya.
" Abah... Umi.." Zahfan menyalami keduanya.
" Apa kabar nak ?." Tanya Abah.
" Dia anak kami Zaf, Bibil ...." Jawab Umi .
" Masya allah ini si kecil yang cengeng takut semut itu ? ha ha ha 🤣🤣 kamu udah gede ya Bil." Ucapnya sambil memeluk Farhan.
Farhan masih kebingungan, sebenernya siapa mereka ini. Kenapa mereka begitu tau tentang ku dan keluarga ku ?. Pikir Farhan.
" Farhan, Abi mengajak mu kemari karna ada tujuan dan maksud. Mereka ini adalah Bunda dan kakak dari Neng Bul², wanita yang kamu sukai itu." Jelas Abah.
Deg....
deg....
Jadi mereka adalah calon mertuaku dan kakakku....masya allah, kau kurang hormat Han. Apa mau mereka menerima mu menantu?. Ck Aku harus caperrrr nih hi hi demi bidadari bermata kacang almond. Gumam Farhan dalam hati.
" Oh iya , saya tidak melihat Herman. Kemana dia ?." Tanya Abah Zaki .
" Belum pulang Bah, masih direstaurant. Nanti saya telfon dulu." Ucap Wati .
Wati pun menjauh dari mereka dan menelfon suaminya. Herman yang mendapat kabar bahwa kedatangan tamu dari pesantren pun buru buru pulang .
Dan tak lama kemudian...
" Assalamulaikum...." Sapa Herman yang baru memasuki Rumah .
__ADS_1
" Waalaikumsalam..."
" Herman, kau apa kabar ?." Sapa Abah Zaki sambil memeluknya .
" Alhamdulilah, sekeluarga sehat Zak. Udah ayo duduk lagi. Aku mandi dulu ya ! kalian nikmatin saja. Anggap Rumah sendiri ." Ucapnya kemudian semua pun mengangguk.
Selesai mandi, Herman pun kembali berkumpul dengan keularga dan sahabatnya itu .
" Man...Aku kesini ada tujuan dan maksud bukan hanya sekedar silahturahmi. Anak ku Farhan menaruh hati pada anakmu Neng Bul², kami kesini berniat mengkhitbah putrimu untuk putra ku." Ucap Abah Zaki .
" Masya allah sunggu mulia niat kalian ini, tapi begini Zak, aku pribadi menerima dengan tangan terbuka namun semuanya kembali lagi aku serahkan pada anak ku. Beliaulah yang akan menjalani nya." Jawab Herman .
" Tentu, semua itu pasti Man. Kita tinggal menunggu keputusan dari Neng Bul²."
" Iya pak Herman Bu Wati...saya tidak enak jika Farhan terus berdua dengan neng Bul². Apa lagi sekarang Neng Bul² tiap hari membantu saya dirumah beberes dan masak, takut jadi fitnah," Ucap Umi dan semua pun mengangguk.
" Maka dari itu, terimalah ini sebagai tanda ikatan kami melamar Neng Bul² ." Ucap Umi memberikan perhiasan lengkap dari gelang , anting dan juga kalung beserta surat suratnya.
" Masya allah lamaran kami terima Bu, tapi sekali lagi mohon tunggu jawaban dari Bul² juga ." Ucap Wati .
" Baik, kami akan menunggunya Man." Jawab Abah Zaki .
Farhan gimana . Udah deh jangan ditanya, tuh si Gus lagi kembung kempis gitu. Kejutan nya bener bener membuatnya bahagia, tak disangka niat orang tuanya malah maju selangkah dari pada niatnya sendiri. Ahhh terima kasih banyak Umi Abi, kalian ter lope lope. Bidadari bermata Kacang Almond tunggu aku... hi hi hi .
Ana tidak menyangka , jika Abi dan Umi membawaku untuk melamar mu Ukhty..
Semoga niat ku terlaksanakan, akan kubawa kau pada jannahnya allah. Amiin...Gumam Farhan seraya tersenyum dalam hati .
****************************
Dipesantren, Bul² dan kedua sahabatnya tengah berjalan jalan sore. Namun saat ia melihat kearah gerbang masuk, ada sebuah mobil avanza yang berhenti disana.
Tak lama kemudian, turunlah seseorang dari mobil itu.
Deg.....
Deg......
***💞💞💞Hayoooo siapa ya....???
Ahhh pokoknya kalian tunggu terus Up an dari ku....
Tinggalkan
Vote
Like
Komen kalian ya !!!
Happy Reading Guys
__ADS_1
Bersambung💞💞💞💞***