
Bahagia yang tidak memiliki ukuran, perkiraan dengan adanya bayi kembar membuat Bul² dan Farhan semakin bersyukur.
Cinta berawal dari mimpi hingga akhirnya bertemu dengan bidadari hidupnya, siapa sangka sebuah keterikatan janji dimasa lalu membuatnya harus menikahi seseorang yang ternyata pernah hadir dalam mimpinya meskipun hanya mata indahnya yang ia lihat.
Sungguh sesuatu rencana Allah, ternyata benar adanya jika semua akan indah pada waktunya. Hal itu telah Farhan buktikan dengan awal istrinya yang tak mencintai hingga kini sang istri malah nempel kayak lem besi š¤£š¤£š¤£.
" Dek....."
" Hem....." Jawab Bul² ketus.
" Kok gitu sih jawabnya. Albi mintak maaf sayang, Albi bener bener capek ." Ucapnya mengelus perut Bul².
Bul² masih terdiam tak bergeming dengan kata maaf dari suaminya.
Flasback...On
" Bi...Adek pengen itu....." Ucap Bul² manja.
Farhan yang baru pulang mengajarpun hanya terdiam duduk seraya meneguk air minum yang berada tak jauh darinya.
" Sayang, Albi capek loh dek. Nanti malem aja ya...." Tolak Farhan halus.
" Issssshhhh....." Kesal Bul² memalingkan wajahnya seraya cemberut.
" Sayang.....jangan marah dong !" Bujuk Farhan pada istrinya.
" Tau ah...Adek marah sama Albi !"
Flasback Off
" Ya udah yuk, kalau Adek mau !" Farhan pun akhirnya mengalah. Bul² sangat bersemangat suaminya akhirnya mau menuruti apa yang Bul² inginkan.
Ia membaringkan tubuhnya seraya membuka bajunya. Farhan pun mulai mengambil baby oil untuk sekedar memijat kaki istrinya. Memang sudah menjadi kebiasaan Bul² selalu ingin dipijat saat tengah bermanja. Namun siapa sangka, jiwa kelelakian Farhan bereaksi saat melihat istrinya mengenakan pakaian yang terbuka. Dan.....uhhhhhhhhh akhirnya panas kamar mereka sama dengan panasnya matahari š¤£š¤£š¤£. Mau dong he he.
Dijam 3 sore, mereka bangun dari tidurnya setelah lelahnya memperagakan adegan 21+.
Bul² dan Farhan membersihkan dirinya seraya menunggu waktu ashar tiba. Setelah membersihkan diri, Bul² dan Farhan memilih berkeliling ponpes menikmati suasana sore hari yang sangat adem ayem itu.
" Bi......."
" Hem...kenapa sayang ?" Tanya Farhan seraya menggandeng tangan istrinya namun dengan tatapan yang masih fokus kedepan.
" Albi inget gak, waktu pertama kali kita ketemu ?" Ucap Bul² mengingat pertemuan mereka yang menurutnya sangat menyebalkan.
" Inget sayang. Saat Albi pasang banner dan Adek pun membantu,"
" Ditempat ini, tempat kita berdiri, adalah tempat pertama kalinya kita bertemu Bi," Ucap Bul² sontak membuat Farhan menghentikan langkahnya. Ia menatap mata istrinya, tangannya sudah teralihkan pada wajah istrinya itu.
Cup....
Farhan mengecup lembut kepala Bul², membuat Bul² begitu malu dengan tingkah suaminya. Apa lagi saat ia menciumnya disaksikan beberapa santri. Huaaaaaaa pen ngumpetin wajahku kekelek rasanyaš¤£š¤£š¤£.
" Albi masih ingat dengan jelas sayang. Walaupun petemuan kita dulu gak seromantis ini..." Ucap Farhan dengan terkekeh.
" Apaan sih Bi...."
__ADS_1
" Cieeee maluuuuu, pipi Adek pasti merah tuh he he..." Ledeknya.
" Siapa bilang ?"
" Albi barusankan yang bilang...."
" Albiiiii......" Rengeknya dengan nada manja.
" Emmmm, apa sayang ?" Tanyanya lembut.
" Pen cium.....?" Tanya Farhan lagi.
Bul² pun menggeleng dengan cepat. Jika saja mereka berada dirumah, Bul² mungkin tidak akan menolaknya. Namun untuk kali ini, demi kata aman, Bul² menolak melakukan hal romantis karna ia begitu malu harus disaksikan beberapa orang.
" Terusss mau apa ?"
" Pen gendong he he he...." Jawab seraya terkekeh.
" Dicium malu, digendong gak gitu ?"
" Iya dong, kalau gendong kan masih hal wajar meskipun dilakukan didepan Umum Bi. Kalau ciuman itu udah termasuk intim, Adek gak mau mengumbar romantis kita didepan banyak orang." Jawab Bul².
" Udah pinter ya sekarang..." Farhan menggandeng kembali tangan Bul² kemudian melanjutkan jalan jalan sore mereka.
" Albi yang ngajarin Adek..." Jawab Bul².
Ditengah perjalanan santainya, tanpa sengaja mereka bertemu dengan Rafi juga Safa secara bersamaan namun datangnya mereka dari arah yang berlawanan.
Kedatangan Rafi membuat Farhan menaruh curiga kepadanya, pasti ada niat terselubung dibalik kedatangannya. 6 Tahun ia mengenal Rafi membuat Farhan begitu hafal bagaimana sahabatnya itu.
" Waalaikumsalam...." Jawab Farhan dan Bul².
" Mau kemana ?" Tanya Rafi dan Safa bersamaan.
Farhan dan Bul² saling melirik dan melempar senyum, ia tau apa yang tengah terjadi antara keduanya itu.
" Jalan-jalan aja, kalian ?" Tanya Farhan balik pada mereka.
" Mau kesana !" Tunjuk Rafi dan Safa kembali sama dan searah.
" Cocok...." Ucap Bul² singkat.
" Maksudnya apa ?" Tanya Safa bingung.
" Ya...kalian cocok. Bisa jadi jodoh loh he he " Ucap Bul² terkekeh.
" Apaan sih, aku jodoh sama dia...." Safa melirik kearah Rafi " Kayaknya gak mungkin deh ." Lanjutnya lagi.
" Apa sih yang gak mungkin Ukhty. Ana mau kok !" Ucap Rafi tersenyum manis kearah Safa.
Blusssss.....
Wajah Safa bersemu saat Rafi mengatakan ia mau berjodoh dengannya.
Apa ini tandanya dia menyukaiku ? Tanya Safa dalam hati.
__ADS_1
Detak jantungnya bergemuruh, ia terpaku dan terbawa perasaan dengan perkataan Rafi. Mau bagaimana lagi, ini kali pertama ia mendapatkan godaan dari seorang rejal. Bahkan ia belum pernah merasa dicintai seperti ini selain mencintai.
Bul² menyadari hal itu, namun kali ini ia ingin melihat bagaimana Safa bisa membohongi perasaannya jika ia pun sangat menyukai perkataan yang barusan Rafi ucapkan.
" Ehemmmmm...." Bul² berdehem membuyarkan lamunan Safa.
" Safa.....bagaimana kalau Kak Afi ingin berta'aruf denganmu ?"
Pertanyaan Bul² sontak membuat semua terkejut termasuk juga dengan Farhan.
" I-itu tidak mu-mungkin terjadi Bul..." Elak Safa.
" Yakin ?" Tanya Bul² memastikan.
" I-ya aku yakin...." Jawabnya gugup.
" Kita belum bertanya dengan kak Afi loh..."
Safa gemetar seraya melirik Rafi. Namun tatapannya dibalas dengan senyuman dan kedipan sebelah mata oleh Rafi. Sangat menyenangkan saat menggodamu, pikir Rafi.
" Kak Afi, bagaimana menurutmu ?"
" Aku menyukainya, walau dia sedikit galak š¤£š¤£." Jawab Rafi dengan tawanya.
Seketika perkataan Rafi mengundang tatapan tajam Safa padanya. Rafi yang ditatap mengerikan itu pun langsung kicep tanpa ekspresi. Ingin rasanya Safa tertawa melihat raut wajah Rafi yang mulai redup itu, tapiiiiiii gengsi dong he he he.
Farhan dan Bul² pun tengah menahan tawanya melihat Rafi yang berubah ekspresi saat mendapat tatapan dari Safa.
" Tapi serius Ukhty, Ana tidak membual. Maukah Ukhty berta'aruf dengan Ana ?" Ucap Rafi mengungkapkan isi hatinya.
" A-ku....tapi _____
" Hanya berta'aruf, jika Ukhty masih tidak merasa nyaman dan menyukai Ana. Boleh Ukhty putuskan selanjutnya !" Ucap Rafi lagi.
" Ba_baiklah, Ak- aku.....M___
" Tunggu dulu........."
Kedatangan seseorang berhasil menghentikan kalimat yang ingin Safa ucapkan.
Siapa kah dia ?
Jeng jong jeng jong .......
ššš**Tinggalkan
Vote
Like
Komen kalian ya !!!
Happy Reading Guys**...
Bersambungššš
__ADS_1