
Entah kebetulan atau sudah jalan takdir. Adam diminta Abah Zaki untuk mengambil nasi kotak yang sudah disiapkan Bik Lili. Karna jika harus memasak akan membutuhkan banyak waktu, pikir Abah. 9 kotak pesanan nasi yang Abah pesan untuk makan malam bersama calon besan nya telah diambil oleh Hawa dengan dibantu oleh Adam.
Adam bersemangat saat diminta Abah membantu Ning Hawa membawa nasi kotak. Dia segera menyusulnya sebelum Hawa terlalu jauh. Sementara Bul² sangat semakin curiga atas sikap Adam yang tidak biasa.
" Bii...temenin adek sebentar !" Bisik Bul² ditelinga Farhan.
" Kemana sayang..."
" Kekamar ...." Jawab Bul² singkat.
" Masih sore sayang bentar lagi juga magrib. Nanti malam aja ya..."
" Biiiii ....ayolah !" Rengek Bul².
" Kenapa Han...." Tanya Abah yang melihat tingkah pengantin baru itu.
" Gak Bi...kita kekamar sebentar..!" Dijawab anggukan kepala oleh semuanya.
Farhan menggandeng tangan sang istri menuju kamar. Pikiran nya sudah menjurus kemana mana. Ahhh mungkin istri ku ini meminta nya, kenapa aku harus menolak, pikir Farhan.
Sesampai nya dikamar Farhan bergegas membuka baju nya. Dan Bul² yang sudah duduk ditepi ranjang menatap nya bingung.
" Albii...mau ngapain..?" Ucap Bul² yang melihat suami nya semakin mendekat.
" Bukan nya Adek tadi mintak. Ayolah sayang tuleg Albi mintak dijepittt loh."
" Aaaaaa Albi mes...mmmmmmpp" Farhan membekap mulut Bul² dengan tangan nya.
" Sayang jangan teriak teriak....nanti yang diluar pada pengen gimana.." Ucap Farhan tanpa dosa.
" Ihhhh Adek nikah sama ustadz muda kok gini banget. Adek kira Albi tuh kalem pendiem dan gak banyak tingkah. Tapi ternyata......."
" Ternyata apa ....?" Sambung Farhan.
" Albii tuh over mesummmmmmmm." Farhan tertawa ringan mendengar penuturan istrinya
" Romantis sama istri, halal loh sayang."
" Iya iya...tapi Bi, Adek ngajak kekamar bukan mau itu ,"
" Terus apa sayang...?"
" Adek mau ngomong sesuatu sama Albi. Ini menurut pandangan Adek. Tadi gak sengaja Adek merhatiin Akhi Adam dan dia itu sempet mencuri pandang dengan Ning Hawa Bi. Adek jadi curiga tau Bi...."
" Nama nya juga punya mata sayang. Wajar dong kalau Adam memandangnya."
" Ihhh Albii...tapi tu pandangan nya beda Bi. Adek curiga Akhi Adam malah tertarik dengan Ning Hawa deh Bi..."
" Adek bicara apa. Adam sama Aisyah 3 bulan lagi nikah loh sayang, diperlambat karna nunggu Hawa selesai masa iddah nya."
" Ihhh tau ahhh, ngomong sama Albi adek keselllll..." Ucapnya merengut menyilangkan kedua tangan nya didada.
Cup...
" Udah dong, kok malah marah ke suami."
" Abisnya Adek kesel...tanggepan Albi gitu banget. Udah jelas jelas adek tau tadi mata Akhi Adam gak lepas dari pandangan ke Ning Hawa."
" Iya iya maafin Albi sayang." Farhan memeluk Bul² dari belakang.
Dikantin Bik Lili, terlihat Hawa tengah membungkus nasi kotak menjadi 4 kantong.
__ADS_1
" Syukron ya Bik...." Ucap Hawa menenteng 4 kantong nasi kotak.
" Sama sama Neng. Bawa nya gimana? susah kalau sendirian Neng." Tutur Bik Lili.
" Iya y...gimana ya Bik..."
Tiba tiba...
" Assalam mualaikum..." Sapa Adam yang baru sampai.
" Waalaikumsalam..."
" Wah kebetulan ada Nak Adam. Mintak tolong bantuin Neng Hawa bawa nasi kotak ya Nak !"
" Iya bik Adam juga memang disuruh bantu Ning Hawa." Ucap Adam.
" Mari Ning....sini saya bantu bawa..!" Ucap Adam.
Hawa pun memberikan 2 kantong nasi kotak kepada Adam.
Hawa Nurfaizah, anak pertama dari Kyai Dahlan dan Ustadzah Siti. Berumur 27 tahun sudah menikah 2 tahun namun belum dikaruniai seorang anak. Hingga sekarang ia menjanda karna sang suami telah meninggal 3 minggu lalu akibat kecelakaan. Sangat suka melukis, dan hampir tiap hari kegiatan nya selalu berada didepan papan kanvas.
" Ning..." Panggil Adam disela sela perjalanan nya.
" Na'am Akhi..."
" Ana turut berduka cita atas meninggalnya suami Ning Hawa."
" Na'am Akhi..syukron." Jawab Hawa.
" Ning Apa ana boleh menanyakan sesuatu yang sedikit pribadi..." Tanya Adam.
" Na'am Akhi...."
" Na'am Akhi. Melukis adalah hobi Ana..."
" Lukisan apa yang pertama kali Ning Hawa buat ?" Tanya Adam lagi.
" Bunga mawar ditengah ditengah rumput Akhi..."
" Apa Ning Hawa menuliskan sesuatu dilukisan itu...?"
" Na'am Akhi...Afwan memang nya kenapa ?"
" Hanya nanya Ning. Apa boleh tau tulisan apa yang Ning Hawa tulis ?"
" Ana ......
" Antazrik..." Jawab kedua nya kompak.
Deg......
Deg....
Jantung Adam seketika berdetak tak menentu.
Pikiran nya kembali mengingat mimpi yang pernah menghampirinya setelah istiqaroh. Apakah ini jawaban yang sebenernya atas mimpi itu ? dia lah pemilik nya dan bukan Aisyah, pikir Adam.
" Apa ada tulisan lain selain itu Ning..."
" Ada Akhi. Ana menulis Nur...."
__ADS_1
" Nurfaizah..." Jawab Adam seketika memangkas kalimat Hawa. Dan Hawa pun langsung mengangguk.
'Ya Allah takdir macam apa ini....
Aku salah mengira lukisan itu adalah milik Ning Aisyah, namun ternyata pemilik sebenernya adalah Hawa. Yang tak lain adalah kakak Ning Aisyah' Gumam Adam dalam hati.
" Afwan Akhiii, kenapa Akhi begitu tau lukisan pertama Ana. Padahal sekarang lukisan itu sudah rusak tapi Ana masih menyimpan nya." Ucap Hawa heran.
" Nurfaizah itu siapa...?" Tanya Adam sekali lagi.
" Ana Akhi. Nama Ana Hawa Nurfaizah, tapi Ana menuliskan dengan Nurfaizah nya saja,"
" Bisa kah Akhi menjawab Ana? Kenapa Akhi begitu sangat tau tentang lukisan Ana?" Tanya Hawa.
" Eh...sebenernya Ana mel...."
" Assalammualaikum...." Sapa Disna menghampiri dan terpangkaslah kalimat Adam.
" Waalaikumsalam..."
" Uluhhh meni berdua duan si kakak Akhi. Saha Kak ?" Tanya Disna.
" Ini ning Hawa Disna. Kakak nya Ning Aisyah..." Adam memperkenalkan wanita disamping nya itu.
" Ohh. Kirain Disna calon istri Kakak Akhi ..."
Deg....
Jantung Adam kembali memburu rongga dadanya. Ia pun tak habis pikir dengan semua ini. Lukisan yang sebagai petunjuk dari istiqarohnya ternyata salah alamat. Pemilik sebenernya adalah wanita yang kini tengah bersama nya. Apa itu artinya aku harus menikahi Ning Hawa ?, pikir Adam.
'Ya Allah , apa maksud dari semua ini?
Apakah aku harus membatalkan perjodohan ku dengan Aisyah dan menikahi kakak nya sesuai petunjuk mimpi itu ?' Gumam Adam dalam hati yang penuh kebimbangan.
" Eh, bukan Ukhty....Akhi ini malah akan menikah dengan adikku, Aisyah." Sambung Hawa menjawab penuturan Disna.
" Wah benar kah? padahal ya teh, kalau Disna sawang sawang nih kalian itu lebih cocok. Mata kalian aja mirip tuh, sayangnya Teh Hawa make Niqab. Kalau gak, pasti wajah nya juga mirip." Celetuk Disna lagi.
" Ya gak lah Disna, ada ada aja. Kami duluan ya ini nasi nya udah ditungguin, bentar lagi juga magrib. Assalam mualaikum..."
" Waalaikumsalam....."
" Ka Akhi.... Teh Hawa. Kalian itu mending Nikah aja deh, cocok banget soalnya." Teriak Disna melihat Adam dan Hawa yang sudah berjalan menjauh.
" Jangan didengerin Ning....dia mah santri ajaib disini..."
" Na'am Akhi...." Jawab Hawa dengan tertunduk malu.
**💞💞💞💞 Alhamdulilah
Balik Up lagi nih
Tinggalkan
Vote
Like
Komen kalian ya !!
Happy reading Guys**..
__ADS_1
Bersambung💞💞💞