Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Season 3


__ADS_3

Seperti yang sudah direncanakan oleh Ustadz Aqil, hari ini adalah hari di mana Rasya akan mengkhitbah seseorang yang belakangan ini memenuhi pikiranya.


Diterima atau ditolak itu urusan belakang, yang terpenting saat ini Rasya mengungkapkan isi hatinya sekaligus memintanya untuk dijadikan calon makmum dunia dan akhirat.


''Sya, apa kamu sudah memberitahu nenek ?'' Tanya ustazah Bila.


''Na'am sudah umi.''


Setelah Rasya mengatakan ingin mengkhitbah salah satu santri neneknya, umi Bul-Bul dengan cepat menghubungi keluarga perempuan yang akan cucunya khitbah itu.


Sementara Aisya yang belum tau apapun itu hanya terdiam seraya menatap pepohonan yang terdapat 2 burung yang saling menyahuti kicauannya seakan tengah bersenda gurau menikmati semilir angin yang menciptakan kesejukan dalam hening.


Kabar Rasya akan mengkhitbah salah satu santri di pesantren Nurul huda itu tersebar dengan cepatnya.


Hingga tak heran jika saat ini Aisya merenung dalam diam kesendiriannya, memikirkan nasib hatinya yang masih ia simpan dengan rapat.


Apa yang selama ini aku pikirkan ternyata salah besar. Yang aku kira dia mencintaiku nyatanya tidak sama sekali..


Haruskah aku melupakan kak Rasya ya Allah ? Gumamnya seraya menitikan air mata.


Harapan yang berhasil Aisya bangun selama ini, kini hancur dalam hitungan detik.


Bak pasir yang sudah ia kumpulkan namun nyatanya harus terseret ombak yang datang menghampirinya.


Bersusah payah Aisya melalui jalan hijrahnya hanya untuk menjadi pantas bersanding dengan sang pujaan hati, tapi kini perjuangan dan pengorbanannya sia-sia.


Kekecewaan yang dirasakannya saat ini begitu amat perih, hatinya kembali terluka untuk yang kedua kalinya.


Dulu aku pernah kecewa dengan perasaan ku saat tau kau memiki kekasih kak.


Namun itu nyatanya hanya salah paham, aku bahkan malu denganmu karna telah menuduh yang bukan-bukan. Tapi kali ini aku rasa berita itu bukanlah salah paham, tapi benar adanya kau akan mengkhitbah akhwat yang juga menjadi santri di sini.


Ya Allah kenapa aku harus mengalami kegagalan sebelum sesuatu itu aku mulai ?


Masih di tempat dan waktu yang sama, bahkan Aisya begitu enggan kembali dari ketenangannya saat ini.


''Asalammualaikum..'' sapanya.


Aisya menoleh dan berkata,''Waalaikumsalam.''


''Afwan mbak, kenapa ada di sini ?''


"Ah, tidak apa-apa akhi, hanya cari udara segar saja,''jawab Aisya seraya menunduk.


''Nama mbak, Putri kan ? Afwan, perkenalkan nama saya Arkan.''


''Na'am akhi..''


''Mengeluhlah pada Allah mbk ! Maka pasti akan dapat solusinya juga,'' ucap Arkan yang membuat Aisya mengangkat kepalanya seraya melirik sekilas seseorang yang tengah berbicara dengannya itu.


''Bagaimana akhi tau ada hal yang tengah aku pikirkan ?'' Tanya Aisya sontak membuat Arkan terkekeh.

__ADS_1


''Oh, berarti benar ya ? Tadinya saya hanya menebak saja mbak,'' jawabnya tanpa menghilangkan seulas senyum.


Flashback On


Arkan yang baru saja datang mengunjungi pesantren itu menghentikan langkahnya setelah mendapati seseorang yang tengah duduk di bawah pohon seraya menatap pohon lainnya.


Ketika ada salah satu santri yang lewat tepat di depan Arkan, seketika itu pula Arkan menghentikannya.


''Ya, kenapa akhi ?'' Tanya santri itu.


''Afwan mau nanya, itu yang duduk di bawah pohon siapa ya ?''


"Oh, itu mbak Putri akhi. Santri yang belum lama menjadi abdian di sini,'' jelasnya.


''Syukron ya..''


''Na'am akhi. Kalau gitu saya awalan, asalammualaikum.''


''Waalaikumsalam wr wb..''


Flashback Off


Setelah mengucapkan beberapa patah kata, Arkan pamit undur diri karna ingin menemui sahabatnya yang kebetulan ia pun mendapat kabar bahwa sahabatnya hari ini akan mengkhitbah seseorang.


"Asalammualaikum..''


''Waalaikumsalam, masya allah ini benar Arkan?'' Tanya ustazah Bila saat membuka pintu.


''Masyaallah, Umi bener-bener pangling lihat kamu sekarang Kan. Ayo masuk nak !'' Ajak ustazah Bila dan Arkan menganggukinya seraya mengikuti langkahnya memasuki rumah.


''Duduk dulu Kan ! Nanti umi panggilkan Rasya.'' Arkan hanya menganggukinya sebagai jawaban seraya menatap punggung umi Bila yang semakin menjauh.


Tak berapa lama, datanglah Rasya dengan khas bangun tidurnya.


''Asalammualaikum calon manten,'' sapa Arkan.


''Walaikumsalam jomblo lapuk,'' jawab Rasya seraya terkekeh.


Arkan dulu adalah abdian yang sudah lulus dari pesanten Nurul huda sekaligus juga saahabat Rasya.


Namun ketika ia lulus, keduanya harus terpisah karna Arkan memilih melanjutkan kuliah di al-azhar cairo waktu itu. Keduanya masih saling mengobrol dan berbalas pesan lewat sosial media.


Dan saat ini ia kembali mengunjungi pesantren kebetulan Rasya yang memberitahunya bahwa ia akan mengkhitbah seseorang hari ini, lebih tepatnya malam nanti.


''Sembarangan ngatain jomblo lapuk, mentang-mentang sekrang mah mau kitbah. Tapi tenang aja, sebentar lagi ana pastikan ente gak bakal natain ana jomlo lapuk lagi,'' jawab Arkan tersenyum penuh keyakinan.


''Masyaallah, ana jadi kepo. Akhwat mana yang mau sama ente Kan ?''


''Belum dipastikan. tapi ana tertarik dengan Akhwat yang barusan ana temui.''


''Di mana ?''

__ADS_1


''Pesantren ini, santriwati di sini. katanya sih belum lama mengabdi,'' jelas Arkan yang membuat Rasya berfikir keras siapa santriwati yang Arkan maksud.


Tiba-tiba saja ingatannya tertuju pada seseorang yang juga ia kagumi akhir-akhir ini.


Kenapa seperti Mbak Putri ya ? Ah, semoga saja bukan.


***


Tentang berprasangka baik dapat kamu jadikan sebagai dorongan untuk selalu berpikir baik kepada orang lain.


Sebagai sesama manusia kita harus saling berpikir positif terhadap satu sama lain, agar kehidupan yang dijalani menjadi makin baik.


Memang mudah sekali bagi kita menilai orang dari tampang atau pun kelakuan yang mereka miliki, padahal sifat seseorang tidak dapat dinilai hanya dari tampang dan perilaku.


Bahkan karena seringnya kita menilai buruk orang lain, menjadikan kita lupa untuk bercermin dan mencari kesalahan kita sendiri.


Hal tersebut membuatmu memiliki sifat egois, yang pada akhirnya dapat dengan mudah merendahkan orang lain dan selalu berprasangka buruk terhadap mereka.


Cobalah untuk selalu melihat diri dahulu sebelum menilai orang lain, dan selalu berprasangka baiklah kepada siapa pun.


Author


***


Rezeki selalu hadir saat hati dalam keadaan selalu sejuk dan ketika tidak ada lagi prasangka buruk barang setitik pun kepada Tuhan.


Teman yang baik tidak akan berprasangka buruk ke temennya sendiri.


Janganlah berprasangka buruk kepada orang lain sebelum mengenalnya lebih dalam.


Jika kita berusaha dengan baik, dan selalu berprasangka baik, maka Allah pun akan memberikan kita semua yang terbaik.


**Rasya syafaraz


Tinggalkan


Vote


Like


Komen kalian yakk


Biar Author makin semangat buat up nya..


Sekali kali atuh kasih Author Koin !!!


he he he bagi yang ikhlas saja !


Semoga kalian tetep suka sama cerita kacang goreng Author ini.


Happy Reading guys**..

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2