Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Extra part 18


__ADS_3

" Tidakkah Bila merasakan ada sesuatu disana !" Ucap Aqil seraya melirik kebawah.


Apa itu, apa ada tikusss dalam sarung kak Aqil ? Kenapa bergerak-gerak ?


" Di-disana memangnya ada apa ?" Tanya Bila yang sudah sedikit takut.


" Sesuatu yang menakutkan sayang, tapi juga___


" Huaaaaaaaa😭😭😭😭 tikusssssssssss kak.....awassss disarung kakak ada tikusssnya. Umiiiiiiii Abiiiiiii Huaaaaaaaa😭😭😭😭


Ya Allah astagfirullah, hus hus hus...."


" Bila, sayang ini bukan tikus..."


Tok


Tok


Tok


" Aqil, Bila...kalian kenapa ?"


Aqil merasa kelabakan, ternyata teriakan istrinya itu telah membangunkan seisi rumah.


" Dek, pergilah kekamar mandi !"


" Ta-tapi kak, Bi-bila takut tikus."


" Sayang gak ada tikus disini, kekamar mandi ya ! Adek emang gak malu nemuin mereka dengan penampilan kayak gitu ?"


Sontak membuat Bila langsung menatap tubuhnya dari atas hingga bawah. Ia baru tersadar jika semua pakaian yang ia gunakan telah berhamburan dilantai karna ulah suaminya. Bila langsung meraih selimut untuk menutupi tubuhnya dan berlari kekamar mandi.


Aqil segera memakai boxsernya dan beranjak membukakan pintu.


" Kenapa Mi....?" Tanya Aqil pada mertuanya.


" Kalian kenapa, Bila mana ?"


" Bila lagi mandi Mi, biasalah. Masa Umi gak tau...he he he."


" Astagfirullah anak ini, baiklah Umi paham sekarang. Semoga cepet jadi ya Allah. Semangat Aqil !"


Benarkah itu mertuaku, hi hi hi. Aku baru tau anaknya mau dirusak, tapi orangtuanya malah memberi semangat. Aaaaaaaa mertua terbaekkkkk


Aqil langsung menutup kembali pintu kamarnya dan tak lupa ia juga menguncinya.


Tok

__ADS_1


Tok


" Sayang, Umi sudah pergi. Keluar yuk !"


Tok


Tok


" Bila, aku masuk nih. Sayang kamu gak papa kan ?" Ucap Aqil mulai khawatir.


Tanpa ba bi bu lagi, Aqil langsung membuka pintu kamar mandi. Dan betapa terkejutnya Aqil melihat istrinya tengah tertidur pulas didalam bet up dengan selimut yang menutupi tubuhnya.


" Ya Allah sayang, apa begini kebiasaanmu ? Ck, tidur dalam bet up. Gak jadi ea ea dong, ngelu ngelu siraku." Gerutu Aqi seraya mendekati bet up dan berniat memindahkan istrinya keatas ranjang.


Melihat istrinya yang tertidur pulas, tiba-tiba rasa kantuk juga menyerangnya. Aqil pun tertidur seraya memeluk tubuh istrinya itu.


Meskipun malam panjang untuk keduanya belum terlewati, setidaknya Aqil sudah bisa melihat dengan jelas setiap lekuk tubuh istrinya. Malam ini mereka hanya tidur dengan berpelukan hingga kemimpi masing-masing.


***


...... Keesokan harinya, semua keluarga memutuskan untuk sekedar bejalan-jalan dimall. Tentu dalam hal ini Bilalah yang paling bersemangat, mengingat seumur hidupnya ia baru merasakan masuk jakarta apa lagi sebuah mall.......


" Ayo kak, cepet dong !"


" Kenapa bersemangat sekali ?"


" Bila pengen nonton bioskop tau ." Jawab Bila seraya menyebikan bibirnya.


" Sini dulu !" Bila pun menurut, ia menghampiri suaminya yang terlihat tengah memakai baju.


Cup...


" Kakak......."


" Stttt diam sayang !" Aqil kembali melanjutkan aktifitasnya. Entah mengapa, benda mungil tipis berwarna pink alami itu sangat menggoda, menurutnya. Hingga ia pun tak bisa mengendalikan diri untuk tidak menyentuh bahkan menciumnya.


" Hah hah hah......." Bila terlihat ngos ngosan setelah Aqil melepaskan mangsanya itu.


" Nanti malem, aku bakal meminta lebih dari ini sayang. Persiapkan dirimu !" Bisik Aqil kemudian berlalu pergi.


Bila dibuat melongo dengan ucapan suaminya. Apa itu artinya keperawananku akan hilang diumur ku yang baru 20 tahun ? Pikir Bila.


" Tapi kak Aqil adalah suamiku, bukankah sepantasnya memang ia memiliku sepenuhnya. Aku pun gak mau berdosa karna menolak suami."


" Apa iya sakittt, apa aku tanya Umi aja ya ?" Gumam Bila lagi.


Bila menyusul suaminya yang sudah keluar kamar sedari tadi. Ternyata semua orang tengah berkumpul diruang keluarga seraya berbincang.

__ADS_1


" Pengantin baru, baru keluar kamar." Godaa Kila pada sahabatnya.


Tanpa menjawab, Bila hanya tersenyum pada Kila. Ia tidak mau sebegitu fulgarnya harus menceritakan hal yang privasi didepan banyak orang. Cukup Aqil dan dirinya yang tau, eh ralattttt, bahkan Umi Safa juga tau hi hi hi.


***


Suasana berbeda lagi dengan pesantren yang nampak terlihat sepi. Begitulah yang Iqbal dan adiknya rasakan, hanya ada beberapa orang saja yang berada dipesantren saat masa libur tiba.


" Bang, Fira pengen deh lihat Abang menikah." Celetuk Safira, Adik Iqbal yang baru berumur 16 tahun itu.


" Abang mau fokus dengan kesembuhanmu dulu Fira, baru Abang pikirkan masa depan Abang sendiri." Jawabnya seraya terus mempelajari kitab.


" Bang, umur kita tidak ada yang tau. Sebelum semuanya terlambat, Fira mau melihat abang mempunyai istri yang bisa menerima Abang apa adanya bang !"


Iqbal terdiam sejenak, ia kembali memikirkan ucapan adiknya itu. Apa itu artinya Safira sudah tidak mau berjuang melawan penyakitnya ? Apa itu artinya dirinya akan hidup sendirian ? Pertanyaan Itulah yang selalu berputar-putar didalam pikirannya.


" Kamu bicara apa sih, berdoa saja dek semoga Allah segera mengangkat segala penyakit yang ada didalam tubuhmu. Berjuanglah Dek, jangan tinggalin Abang !" Tak kuasa lagi Iqbal membendung air mata yang selama ini ia tahan.


" Fira lelah berjuang Bang, tapi kalau yang maha kuasa berkata lain, Fira bisa apa ?"


" Abang mohon Dek, jangan pernah berkata apapun. Berjuanglah, jangan pernah pikirkan biaya apapun itu. Karna Abang yang akan bertanggung jawab semuanya, asal Fira mau berjuang untuk sembuh !"


" Uang dari mana Bang, selama ini Abang selalu bersembunyi saat Fira menanyakan Abang dapat uang dari mana ? Kalaupun Abang bekerja, kenapa Abang selalu bisa menemani Fira dirumah. Apa ada pekerjaan dengan waktu yang seperti itu ?"


Iqbal terdiam setelah mendengar penuturan adiknya. Pasalnya, selama ini ia tidak pernah menceritakan ia mendapat uang dari mana untuk biaya pengobatan Adiknya itu.


Jikalau Safira tau, Iqbal yakin adiknya itu tidak akan mau berobat menggunakan uang hasil dari curian.


" Abang akan kerja dek, nanti akan Abang tanyakan pada Ustadz Farhan. Siapa tau ada pekerjaan dipesantren ini yang membutuhkan tenaga Abang. Jangan khawatir ya !" Ucap Iqbal seraya mengelus rambut adiknya yang mulai menipis karna setiap hari kerontokannya semakin banyak. Safira mengangguk.


' Ya Allah, aku harus mencari pekerjaan dimana ? Hamba mohon ya Allah...angkatlah penyakit Safira, jangan biarkan ia merasakan sakit setiap harinya. Berilah kesembuhan untuk adikku ya Allah ' Gumam Iqbal dalam hati.


' Fira tidak tau lagi harus gimana Bang, Fira tidak tega Abang harus kesusahan mencari uang sana-sini demi Fira. Ya Allah, kalau boleh Fira meminta, tolong jemput Fira secepatnya ! Fira lebih memilih meninggalkan Abang Fira dari pada harus melihatnya kesusahan. Fira ingin melihat Abang Iqbal bahagia ya Allah, semoga engkau selalu memberikan yang terbaik untuk Abang, Amiin '


أَذْهِبْ الْبَاسَ رَبَّ النَّاسِ وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا


Adzhibil ba’sa allahumma rabban naasi wasyfii anta syaafi laa syifaa’a illa syifaa’uka syifaa’an laa yughaadiru saqma.


Artinya: “Hilangkanlah rasa sakit Ya Allah Rabb manusia, sembuhkanlah, sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha Menyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dari-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak menyisakan rasa sakit.”


**💕💕💕Tinggalkan


Vote


Like


Komen kalian ya

__ADS_1


Happy Reading guys**


Bersambung💕💕💕


__ADS_2