
"Ini untukmu, kamu akan lebih cocok memakai pakaian ini !" Ucapnya seraya memberikan paper bag pada Aisya.
Hah.....mereka lebih tidak percaya lagi dengan apa yang baru saja terjadi.
Omg.........pucuk dicinta ulampun tiba....
"I-ini...?"Aisya dengan ragu mengambil paper bag dari tangannya.
"Ini adalah pakaian yang mungkin akan mengawali semua perjalanan baikmu. Saya permisi, Asalammualaikum..."
"Waaalaikumsalam..."
Aisya masih menatap kepergiannya, entah kata apa yang harus ia ungkapkan setelah ini.
Senyumnya terukir dengan jelas di wajah cantiknya itu. Dengan menatap paper bag tanpa membuka isinya, itu sudah cukup membuatnya bahagia.
"Ekhemmmmm, yang dibeliin baju..."Ucap Mona menyenggol lengan Aisya.
"Lihat yuk, apa selera kak Rasya sama dengan selera lo ?" Tambah Icha.
"Apapun itu, pasti gue pake. Lo denger kan tadi apa katanya, yang mungkin saja ini adalah awal perjalanan terbaik gue,"Kata Aisya dengan antusias.
"Iya deh semoga berhasil, semangattt !!!"
Ketiganya memilih langsung pulang setelah itu. Bagi Aisya, tidak perlu lagi mencari baju jika pangeran saja sudah membelikannua. Ya ...meskipun ia sendiri belum tau bagaimana bentuk isi dalam paper bag itu. Tapi setidaknya Aisya cukup yakin dengan apa yang Rasya berikan untuknya adalah yang terbaik.
Cukup penasaran dengan isi di dalamnya, Aisya buru-buru membuka paper bag yang Rasya berikan untuknya saat di mall tadi.
"Gue makin penasaran apa isinya yang dia bilang adalah perjalanan terbaik akan di mulai dari baju ini..."Gumam Aisya seraya membuka paper bag itu.
Whattttt.....
Pakailah semua yang ada di paper bag ini...
Mulailah belajar istiqomah dengan pakaian yang tertutup...
Saya sengaja membelikanmu itu, karna saya rasa belajar sesuatu memang harus dari hal kecil.
Kamu akan cantik jika memakainya...
Aisya menutup kembali lembaran kertas putih yang terdapat di dalamnya. Cukup gugup saat tangannya mulai mengambil helaian demi helaian pakaian di sana.
"Tunik, legging, jilbab. Gue harus pake baju beginian ? Gak salah ? Seorang Aisya putri tiba-tiba berubah wujud, omg apa kata temen-temen di kampus.." Aisya menggeleng tidak sanggup membayangkan bagaimana nanti teman di kampus membicarakan seorang primadona Nusa Bangsa berubah wujud dengan pakaian tertutup.
"Aaaaaaaaaaa tidak...gue gak bisa ngebayangin bagaimana nanti mereka bakalan ngatain gue. Ihhhhh kak Rasya beliin baju gak kira-kira deh, sebellll....."
"Bunda, ya gue harus minta pendapat bunda..." Aisya langsung turun untuk menemui sang bunda yang ternyata sedang berbincang dengan Ayah di ruang keluarga.
"Ayah...bunda..."Sapanya seraya mencium pipi mereka bergantian.
"Eh, sayang. Tumben turun, biasanya kalau udah di kamar paling susah untuk keluar.."
"Ihhh bunda, Ais pengen tanya sesuatu deh."
__ADS_1
"Tanya apa sayang ?"
"Emmmmm, menurut bunda kalau Ais pake jilbab cantik gak ?"
Bundanya menatap lekat wajah sang putri, sangat di harapkan jika anak perempuan mampu menjaga dirinya sendiri atau paling tidak menutup auratnya.
Bahkan dulu sempat untuk menyekolahkan Aisya ke pesantren milik sahabatnya, namun karna Ais menolak, ia pun tidak bisa berbuat apa-apa selain menurutinya selagi ia bisa membawa diri.
"Kamu yakin sayang mau pake hijab ?" Tanya Bunda memastikan.
"Ya bagus dong bund anak kita sudah besar, sudah bisa membedakan mana yang terbaik dari pilihan yang baik," Sambung Ayah.
"Ichhhh Ayah, Ais cuma nanya kok. Pakai gaknya, Ais belum kepikiran..."
"Sayang dengerin bunda ya, Bunda sama Ayah cuma punya kamu satu-satunya. Kami sangat ingin yang terbaik untuk kamu nak, tapi alangkah baiknya jika seorang perempuan bisa membawa diri saat di luar rumah. Contoh salah satunya, menutup aurat saat berpergian, bunda sama Ayah bisa saja memaksamu dulu masuk pesantren. Tapi kami juga gak tega nak, mengingat dulu umurmu masih terlalu kecil untuk jauh dari orang tua. Sekarang putri bunda sudah besar, sepatutnya Ais memahami sedikit arti mencintai diri sendiri. Rasullulah saja menjunjung tinggi derajat wanita sayang, setidaknya ikutilah jejak para anak serta istri rasullullah," Jelas bunda panjang lebar.
"Bunda kita mendadak ustazah nak..."Celetuk Ayah seketika mendapat cubitan dari sang istri.
Selalu bahagiakanlah keluarga ku Ya Allah...
mungkin apa yang bunda katakan ada benarnya...
Gue anak satu-satunya, gue gak boleh ngecewain mereka apa lagi sampe membuat mereka sedih. Oke fix Aisya, tunjukan pesonamu yang baru....
Canda tawa serta keromantisan kedua orang tua membuat Aisya menyadari. Ada yang harus ia perjuangkan kehormatannya, yaitu keluarga yang sudah menyayanginya tanpa merasa lelah dan bosan.
Bahagia rasanya memiliki mereka yang lengkap memberikan warna dalam harinya saat di rumah. Tanpa sadar, Aisya menitikan air mata harunya saat melihat keharmonisan kedua orang tuanya itu.
***
Alarm yang ia pasang di jam 6 pagi itu, membuat niat Aisya begitu sempurna dan tepat waktu tentunya.
Buru-buru ia masuk kedalam kamar mandi untuk menyelesaikan beberapa ritual setiap paginya. Setelah selesai dengan ritual kamar mandinya, Aisya menatap dirinya di cermin dengan menenteng baju yang tadi malam Rasya berikan.
"Oke Aisya, lo harus belajar dari baju ini. Tapi gue gak bisa pake jilbab, gimana dong ?" Otaknya memutar seketika memikirkan bagaimana cara untuk bisa memakai jilbab itu.
Aha...tiba-tiba mendadak mendapatkan ide cemerlang, Aisya langsung meraih ponselnya dan melihat beberapa tutorial mengenakan jilbab dari youtube.
"Sempurna....."Ucapnya setelah berhasil memakai pakaian yang cukup memakan waktu menurutnya.
"Gak terlihat buruk, dan gue tetep cantik..."Gumam Aisya dengan memutarkan badannya seraya bercermin.
"Oke fix hari ini gue bakal tebelin telinga gue di kampus. Lest go Ais, ini hari baru buat lo....!!!!" Ucapnya menyemangati diri sendiri.
"Pagi bund......"Sapa Ais seraya menarik kursi di meja makan.
"MasyaAllah, ini beneran kamu nak...?" Bunda melongo tidak percaya menatap anak gadisnya begitu cantik dengan pakaian tertutup.
"Iyalah bund, ini Aisya...putri bunda sama Ayah."
"Kamu cantik sayang !"
Semoga istiqomah selalu anakku...
__ADS_1
Setelah selesai sarapan, Aisya mengambil kunci mobil dan mulai menghidupkan mesin mobilnya.
Tidak mau terlambat, Aisya cukup lihai membawa mobil dalam kecepatan yang cukup tinggi. Hingga hanya beberapa menit saja, ia berhasil memarkirkan mobilnya di parkiran kampus.
"Bismillah, semoga hari baru mengguntungkan. Gooo..Ais, semangat....!!!" Gumamnya sebelum turun dari mobil.
Aisya mulai keluar dari mobilnya dan berjalan menyusuri lorong kampus.
Benar saja dugaannya, semua mata menatapnya dengan aneh. Berbisik-bisik satu sama lain, ada yang merasa kagum ada juga yang menghinanya.
Tapi bukan tipe Aisya untuk mencari masalah selagi mereka tidak berulah padanya.
Hingga tatapan seseorang yang berhasil membuatnya merasa lebih malu untuk percaya diri.
Aisya terus berjalan tanpa memperdulikan tatapan semua orang termasuk juga Rasya.
Saat langkahnya tepat di depan Rasya, mendadak jantung Aisya seraya mau keluar saking kencangnya debaran dalam dada. Gugup, malu dan entah rasa apa lagi yang sudah tercampur jadi satu dalam dirinya.
Sempat melihat sekilas ke arah Rasya, dan apa yang lelaki itu lakukan. Ia menunjukan senyum tipisnya yang berhasil membuat Aisya salah tingkah, hingga tidak ia sadari langkahnya entah kearah mana.
"Ehemmmm, kelasmu arahnya ke sana dek !"
Ah...bodoh...kenapa gue nerveos gini sih..
"Ah, iya kak...maaf..."
Rasya tersenyum geli melihat Aisya yang salah tingkah saat di hadapannya, hingga tanpa sadar langkah kakinya telah salah jalan.
"Aisya tunggu......!"
Langkahnya ia hentikan saat seseorang itu memanggilnya.
Jangan mendekat kak, bisa-bisa jantung gue meledak..
"Hp kamu jatuh......" Ucapnya seraya memberikan ponsel Aisya.
Aaaa...malunya, ya Tuhan...tolong singkirkan lekaki ini dari hadapanku....
"Ter-terima kasih kak.."
Rasya mengangguk, namun sebelum gadis itu kembali melangkah, tiga kalimat berhasil Rasya ucapkan yang membuat wanita itu semakin salah tingkah dan malu.
"Kamu cantik dek....!"
Aaaaaa baper.....
*❣️Tinggalkan
Vote
Like
komen kalian yakk
__ADS_1
Happy reading guys*..
Bersambung❣️