
Aisya memandang suasana halaman rumah neneknya dari jendela kamar. Ia tersenyum tipis dibalik niqabnya itu mengingat bagaimana kejadian sore tadi yang membuat Rasya semakin bingung dan tidak mengerti.
"Mbak yang tadi siang nangis-nangis kan ?" Tanya Rasya memastikan bahwa perempuan yang ia ajak bicara itu perempuan yang menangis siang tadi.
"Hah menangis ?" Ucap Ayah dan Bunda dengan kerkejut.
"Maaf, mungkin masnya salah orang. Saya tidak pernah kepesantren ini, bahkan menapakinya pun baru pertama kali," jelas Aisya berbohong.
Emangnya cuma kak Rasya doang yang bisa cuek sama cewek ? Lihat aja, gue juga bisa bersikap dingin, datar dan cuek apa lagi sama cowok termasuk kak Rasya ! Akan ku buat kak Rasya jatuh cinta pada seorang Putri, dan bukanlah Aisya dimasa lalu. Gumam Aisya seraya tersenyum dibalik niqabnya.
Rasya hanya mengangguk-angguk dengan sedikit menggaruk pelan tengkuk lehernya yang tidak gatal.
Pasalnya ia begitu yakin bahwa perempuan itu adalah wanita yang tadi siang menangis seolah sangat mengenalnya.
Namun ketika wanita itu tidak mengakuinya, Rasya hanya berfikir positif dengan apa yang sudah ia pikirkan.
"Maaf Bu nyai, bolehkah Putri mulai belajar di sini lusa ?"
"Oh ya tidak apa-apa nak, apa ada kepentingan ?" Tanya Ustazah Bul² dan Aisya hanya mengangguk tanpa memberitahu apa kepentingannya.
"Ya sudah, tapi lebih baik mendaftar diri di kantor lebih dulu ! Biar Ustadz Rasya yang menemanimu," ucap Ustazah Bul².
Ada yang tidak Ayah dan Bunda mengerti disini. Kenapa Aisya menyebutkan dirinya dengan nama Putri ? Apakah itu tidak aneh ?
Tidak ingin menanyakan hal ini di depan Ustazah Bul² juga Rasya, Ayah mengurungkan niatnya untuk berbicara dengan putrinya itu.
"Baik Nek. Mari mbak ikuti saya !" Ajak Rasya padaAisya dan wanita itu pun hanya mengangguk dengan tatapan menunduk.
Rasya berjalan di depan, sementara Aisya mengikutinya dari belakang. Sungguh sifatnya berubah 90 %, Aisya yang dulu begitu banyak bicara dan tidak memiliki rasa malu itu kini ia benar-benar menjadi layaknya ustazah yang alim.
Duk.....
__ADS_1
"Awww...."
"Eh, afwan mbak ! Mbaknya gak papa ?" Rasya berbalik badan menatap lekat perempuan yang baru saja menabrak punggungnya itu.
"Eh iya, kenapa berhenti mendadak ustadz ?"
Rasya terkekeh mendengar pentanyaanya dari wanita itu."Tuh lihat mbak ! Menjaga pandangan itu perlu, tapi jangan terus menunduk sampai lupa jalan apa lagi sampe salah jalan," ucap Rasya terkekeh tipis namun Aisya masih bisa mendengarnya.
Aisya mendongak melihat papan bertuliskan Kantor Asatidz."Udah sampai ya, hehe maaf ustadz !" Ucap Aisya sedikit menahan malu.
Gue bego banget sih, bener kak Rasya bilang..
Menjaga pandangan boleh, tapi leher gue pegel nunduk mulu...Aaaaa malunya...
"Ayo masuk !"
"Asalammualaikum..."
"Eh, bukan tad. Ini santriwati yang mau mendaftar di pesantren kita. Silahkan mbaknya masuk ruangan itu ! Disana khusus para ustazah," Ucap Rasya dan langsung diangguki Aisya.
Aisya melangkahkan kakinya menuju ruangan yang dimaksud oleh Rasya. Namun saat beberapa melangkah, tiba-tiba saja..
Eeeeeeeeeeee
Hap.....
Rasya berhasil menarik baju Aisya hingga ia tidak terjatuh dan malah terduduk di kursi.
Drama live korea ala pesantren yang disaksikan langsung oleh para asatidz itu seketika menjadi bahan ledekan para ustadz yang ada di sana.
Pandangannya sekilas saling menatap satu sama lain.
__ADS_1
Deg...
"Aisya..." gumam Rasya lirih namun masih terdengar sang pemilik nama.
"Gus. Mending cepetan deh, kayaknya matanya udah gak sabar buat pandang-pandangan tuh.." Ledek ustadz Fakri dengan tertawa membuat Rasya tersadar dan segera beralih dari posisinya saat ini.
"Afwan mbak, lain kali tolong hati-hati.." Rasya pergi dari sana untuk mencari tempat seteduh mungkin.
Jantungnya yang mendadak panas dan berdetak tidak karuan itu harus segera ia obati.
*Ya Allah..
Perasaan apa lagi ini ?
Mata mbak Putri begitu mirip dengan Aisya..
Aku merindukanmu pujaan hati..
Maafkan aku yang telah khilaf tanpa sengaja mengagumi sekilas seseorang yang matanya begitu mirip denganmu..
Astagfirullah*...
Tinggalkan
Vote
Like
Komen kalian ya
Happy Reading guys
__ADS_1
Bersambung