
Flasback On
...... Iqbal benar-benar harus memberikan keputusan pada Zafran secepatnya. Mungkin inilah yang terbaik dalam memilih belenggu yang tengah Iqbal alami. ......
Meskipun dalam hatinya ragu, tidak ada pilihan lain untuknya memberikan pilihan yang tidak merugikan hatinya itu.
" Bang, apa Abang yakin dengan keputusan Abang itu ?" Tanya Safira memastikan.
Ia begitu tau bagaimana kakaknya hanya mencintai 1 wanita selain Alm sang ibu, dialah hanya Aqila Audya seorang.
" Insya Allah Abang yakin dek. Semoga ini juga yang terbaik antara kami bertiga."
" Tapi Safira sendiri gak yakin Bang, Fira tau bagaimana perasaan Abang. Begitu juga dengan kak Kila Bang, Fira tau bagaimana Kak juga mencintai Abang."
" Tapi bagaimana dengan cara kita membalas budi keluarga pak Zafran dek. Gaji Abang gak mungkin mampu menutupinya. Aqila bisa mendapatkan laki-laki lain selain Abang Fira."
" Tapi Bang.......
" Sudahlah, ini keputusan Abang Fira. Do'akan semoga langkah yang Abang ambil ini adalah yang terbaik. Abang mau kerumah pak Zafran dulu, kamu baik-baik ya dirumah !"
" Asalammualaikum..."
" Waalaikumsalam..."
' Abang... kenapa harus mengorbankan perasaan hanya demi Hutang Bang. Hal ini membuat Safira merasa semakin bersalah karna selalu merepotkanmu. Kak Kilaaaa, Fira rindu kak. Cepatlah temui Bang Iqbal dan hentikan niat gilanya itu ' Gumam Safira seraya menatap punggung Iqbal yang semakin menjauh.
Iqbal bergegas menuju rumah kediaman Zafran. Tak membutuhkan waktu lama, ia pun telah sampai didepan rumah megah berlantai 2 itu.
" Aasalammualaikum..."
" Waalaikumsalam wr wb..."
" Pak Zafran ada Buk ?" Tanya Iqbal pada istti bosnya itu.
" Ada nak Iqbal. Mari masuk !" Titahnya. Dan Iqbal pun mengangguk Iya.
Iqbal dusuk disofa ruang tamu dengan perasaan yang sangat tidak menentu.
Pikirannya kembali disaat ia pertama kali bertemu dengan Aqila dan berhasil memegang tangan yang terlihat mulus dan putih itu.
' *Aqila, maafkan Mas....
Maafkan mas yang tidak bisa menepati janji yang telah mas ucapkan padamu.
Carilah kebahagianmu dengan lelaki lain Aqila. Mas Ikhlas.....
Mas sangat mencintaimu...tapi untuk memilikimu mas menyerah Aqila. Ada satu pilihan lagi yang sangat sulit mas abaikan.
Semoga Aqila bisa memaafkan mas suatu saat nanti......
Bahagia selalu pujaan hati*...' Gumam Iqbal dalam hati.
Sayang sekali, Iqbal tidak melihat foto yang terpampang dengan jelas diruang keluarga. Sebenernya disana ada hal yang sangat mengatakan kebenarannya, bahwa Zafran dan Bul² adalah saudara juga Jihan dan Aqila adalah sepupu. Selain ini yang kedua kalinya datang kerumah bosnya itu, ia pun hanya bisa duduk dan melihat sebatas ruang tamu.
" Sudah lama Iqbal ?" Tanya Zafran yang kedatangannya sedikit membuat Iqbal terkejut.
" Ah, tidak pak. Baru 10 menit yang lalu." Jawabnya.
" Bagaimana, apa keputusanmu nak Iqbal ?" Tanya Zafran to the point.
" Bismilah, saya bersedia menikahi mbak Jihan pak !" Ucapnya mantap.
" Alhamdulilah, Umi.....mi......!" Panggil Zafran pada istrinya.
__ADS_1
..." Kenapa sih Mas ?" Rima buru-buru menghampiri suaminya yang berteriak-teriak itu....
" Iqbal bersedia menikahi puteri kita Mi. Umi cepet telfon Jihan dan 2 hari lagi harus segera pulang. Jangan lupa keluarga dipesantren juga besok harus kejakarta !" Ucap Zafran sangat antusias.
Sementara Rima, sekilas menatap manik mata Iqbal yang memiliki sejuta keraguan.
Ia tidak seantusias suaminya menanggapi apa yang telah Iqbal putuskan. Ia pernah merasakannya dulu, mencintai seseorang tanpa dicintai seseorang itu. Dan Rima melihat itu dimata Iqbal, bahwa apa yang telah ia putuskan mengandung banyak keraguan.
" Apa nak Iqbal yakin dengan keputusannya ?" Tanya Rima sekali lagi.
" Umi ini bicara apa. Tentu Iqbal yakin dong Umi, makanya dia ngasih keputusan secepat ini ." Sahut Zafran menjawab pertanyaan istrinya.
" Benar nak Iqbal ?" Tanya Rima lagi.
" I-iya Buk benar..." Jawabnya sedikit gugup.
" Baiklah, Aku telfon dulu Jihan dan juga keluarga kita." Ucap Rima berlalu pergi mengambil ponselnya yang masih ia charger dalam kamarnya.
" Secepatnya lebih baik Iqbal, 1 minggu lagi kalian langsung mengadakan Akad nikah !"
" Ta-tapi pak, saya belum mempersiapkan apapun untuk Mbak Jihan."
" Tidak perlu Iqbal, biar semua kami yang mengurusnya. Hanya cukup mahar saja yang kau pikirkan, selebihnya biar kami !" Pinta Zafran.
" Ba-baiklah pak."
Rima segera menelfon anak gadisnya itu.
📞
" Assalammualikum..sayang "
" Waalaikumsalam Mi, kenapa ?"
" Kenapa Umi, Jihan sebentar lagi sidang. Gak mungkin dong ditinggalin." Gerutunya.
" Mau nikah sama Iqbal gak ? Dia bersedia loh nikahin kamu dalam seminggu kedepan." Ucap Rima menjelaskan.
" Masya Allah benarkah Umi, baiklah...Jihan kerjar target untuk bisa sidang besok. Dah Umiii assalammualikum..."
" Waalaikumsalam..."
' Umi tau dari bicaramu sangat bahagia Nak mendengar kabar ini. Tapi Umi ragu dengan keputusan yang datang mendadak dari Iqbal. Umi ragu bukan karna orangnya, tapi karna perasaannya padamu Jihan. Umi tidak mau anak gadis umi patah hati nantinya. Ya Allah semoga ini hanya prasangka buruk ku saya...Amiin...' Gumam Rima dalam hati.
Selepas menelfon Jihan, Rima beralih menelfon saudaranya yang ada dipesantren.
📞
" Assalammualaikum Bul.."
" Waalaikumsalam Rim, ada apa ?"
" Bisakah kalian semua besok kejakarta !"
" Kenapa, semua baik-baik saja kan. Gak ada yang sakit atau apa kan ?" Tanya Bul² beruntun.
Rima disebrang telfon pun langsung terkekeh.
" Tidak-tidak, tapi keponakan cantikmu itu 1 minggu lagi mau nikah Bul. Jadi kalian sekeluarga harus dateng dong !"
" Masya Allah benarkah, apa anak kuliah puoang dwngan membawa rejal, hem.." Goda Bul².
" Gak kok, dia nikah dengan karyawan kita direstaurant."
__ADS_1
" Hah yang bener Rim ?"
" Iya bener, namanya juga cinta ya gak...kan kita dulu juga mengalaminya."
" Ah iya , benar juga he he he." Jawab Bul² terkekeh.
" Ya sudah aku tutup telfonnya ya, Aasalammaulaikum..."
" Waalaikumsalam."
***
Bul² sendiri mengumpulkan semua anggota keluarganya dirumahnya itu. Termasuk juga dengan Safa dan juga Rafi.
" Kenapa sih sayang, kok kita semua dikumpulin kayak gini ?" Ucap Farhan.
" Kayak mau ngambil no antrian." Sambung Safa.
" Tunggu dong, jangan marah-marah. Besoo kita semuanya harus kejakarta !"
" Apaaaaaaa ?" Teriak semuanya terkejut. Sontak membuat Bul² menutup telinganya.
" Kenapa mendadak sih Bu, memangnya ada apa ?"
" Iya Bul, Rima gak kenapa-napa kan ?" Tanya Safa lagi.
" Semuanya baik-baik saja, tapi keponakanku yang cantik itu 1 minggu lagi akan menikah."
" Seriusan Bu, Jihan mau nikah ?" Tanya Aqila tak percaya.
" Bener sayang, besok semuanya kita harus kesana !" Ucap Bul² antusias.
" Siap......" Ucap semuanya kompak dan tertawa.
Sementara dijakarta, Iqbal tengah merenung dikamarnya seraya menatap sebuah kotak merah berbentuk hati.
" Demi kamu, aku mengumpulkan gajiku selama 4 bulan hanya untuk membelikan ini. Maafkan aku...Aqila Mas bener-bener minta maaf. Apa yang kamu mau, harus mas berikan untuk orang lain. Hukum aku Aqila, aku memang sangat bersalah padamu... Hukum aku."
Tes
Tes
Tes...
Air mata Iqbal menetes begitu saja. Hatinya tidak lagi kuat menahan beban perasaannya yang semakin terasa sakit dan sesak.
*Flasback Off
Afwan jika mengecewakan....
Tolong ikuti saja alur ceritanya !!!!
Bukankah Author pernah bilang Kisah percintaan Aqil dan Aqila sedikit rumit ? Sampai akhirnya menemukan kebahagiannya masing-masing. Anggap saja Author tengah memberikan konflik dikisah mereka sebelum semuanya sama-sama bahagia.
Vote
Like
Komen kalian ya
Happy Reading guys
Bersambung💕💕💕
__ADS_1