
Sore itu matahari terlihat panas, setelah diguyur hujan seharian. Bul² yang dimintak Umi untuk setoran hafalan dengan Gus Farhan, membuatnya sangat gugup. Sementara Orangtua Bul² serta kakaknya memilih pulang terlebih dulu untuk mempersiapkan baju yang akan Bul² kenakan diwaktu Akad nanti.
Ahh Umi....kenapa harus dengan Gus Farhan sih. Gerutu Bul².
Farhan yang sudah siap, tengah duduk menunggu sang bidadari bermata kacang itu untuk setoran kepadanya.
Tak lama kemudian...
" Assalam mualaikum..." Sapa Bul² dan masuk kerumah Umi. Namun betapa terkejutnya ia melihat sang Gus telah duduk menunggunya.
" Waalaikumsalam..., mari Ukhty. Ada perlu sama Umi ya, biar Ana panggilkan." Ucapnya pura pura tidak tau.
" Ehhhh, gak kok Gus. Emmm...Ana ada perlu denganmu Gus." Jawabnya gugup sambil terus menunduk.
" Ana...?" Bul² pun mengangguk " Ada yang bisa Ana bantu Ukhty...?" Tanya Farhan kemudian.
" Ana disuruh Umi untuk setoran sama Gus Farhan." Jawab Bul².
" Baiklah...mariii...!!" Ucap Farhan dan Bul² pun mengangguk.
Selama setoran, Bul² sangat sangat tidak fokus. Farhan yang terus memperhatikannya, membuat Bul² sangat gugup melantunkan ayat per ayat.
Kau cantik Ukhty...Astagfirullah
Ampunilah hamba ya Allah. Gumam Farhan dalam hati sambil mengusap kasar wajahnya.
Bul² terus menatap bacaan yang ia hafalkan. Namun tetap saja, pikirannya tidak bisa diajak bekerja sama.
Gus Farhan yang melihat kegugupan Bul² menyunggingkan bibirnya, ingin sekali rasanya ia menggoda makhluk yang ada dihadapannya ini. Mata Farhan tidak bisa diajak untuk berdamai dengan hatinya, hati yang waras akan dosa namun tidak dengan mata Farhan.
1 jam kemudian setoran selesai. Namun entah kesalahan apa, sehingga Bul² harus mengulang hafalannya pada esok hari.
" Tapi Gus....bukan nya bacaan Ana sudah sangat pas dan bagus?, hafalan Ana juga lancar. Kok harus ngulang sih..." Gerutu Bul².
Beberapa hari ini Farhan tidak membuat Bul² kesal, itulah yang membuatnya rindu. Kali ini adalah alasan yang tepat, selain bisa melihatnya kesal, ia juga bisa berlama lama dengan bidadari nya. Menurutnya, membuat Bul² marah dan kesal adalah hiburan tersendiri bagi Farhan. Ia terlihat sangat manis dan menggemaskan.
Farhan terus tersenyum membayangkan hal yang begitu menggemaskan nyata terlihat oleh matanya.
" Gussssss....." Panggil Bul².
__ADS_1
" Astagfirullah....iya, pokoknya Ana tidak mau tau hafalanmu harus diperbaiki besok. Ana permisi." Farhan meninggalkan Bul² dan masuk kedalam kamarnya seraya menyunggingkan bibirnya.
Ihhhhh Gus nyebelin, ngeselin . Ahhhhh gimana dong...dia aja gak memperhatikan bacaan nya, yang diperhatikan hanya orangnya . Ck... mana tau salah apa gak. Memang bener dasar Gus gak punya perasaan.... Gerutu Bul² menghentak hentakan kakinya.
" Neng bantuin Umi menyetrika baju ya...!" Ucap Umi yang tiba tiba menghampiri Bul².
" Eh...iya Umi." Jawab Bul².
Bul² berjalan mengikuti Umi dan sampai lah mereka pada ruangan yang sangat banyak sekali baju. Mungkin ruang ganti, pikir Bul².
Bul² langsung menyambar setrika serta pewangi pakaian untuk mulai pekerjaannya.
" Neng....setrika saja baju Farhan ya !, baju Abah dan Umi biar Umi sendiri." Ucap Umi.
" Iya Umi....."
Kalau bukan Umi yang nyuruhhh, ogah banget aku nyetrikain baju si Gus nyebelin itu.
Itu artinya secara gak langsung, aku udah ngelus ngelus badan dia dong. Ya allah tangan ku ini sudah berzina. Gerutu Bul² dalam hati.
" Ya ampun...ni orang sehari suka ganti baju berapa kali sih, satu keranjang penuh baju dia semua. Jangan jangan 10 kali sehari, ya allah gimana nanti aku sudah jadi istrinya." Gumam Bul² lirih, namun siapa sangka ternyata Umi Imah masih bisa mendengarkan gumaman Bul².
" Eh , iya Umi.Heheh maaf Bul² udah seudzhon sama Gus Farhan." Ucapnya merasa bersalah.
" Tidak apa apa Neng, nanti juga Neng Bul² tau gimana kebiasan Farhan." Jawab Umi.
" Umi tinggal sebentar ya Neng, sepertinya didepan ada tamu." Ucap Umi lagi dan Bul² pun hanya mengangguk.
" Hufffffff, disini lumayan pengap. Panas sekali rasanya, apa cadar ku buka aja kali ya. Gak ada orang juga." Ucap Bul² seraya menoleh kebelakang memastikan bahwa tidak ada orang yang akan masuk kesana.
Namun siapa sangka, setelah beberapa menit kemudian.
" Umi...baju Farhan udah disetrika belum ?." Ucap Farhan masuk kedalam ruangan itu.
Bul² yang kalah cepat seketika menoleh. " Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa......." Teriak Bul² membalikan dirinya lagi dan segera memakai niqabnya. Begitu pun dengan Farhan yang terlihat selesai mandi dan hanya menggunakan sarung tanpa memakai baju. Ia segera membalikan dirinya membelakangi Bul².
" A-apa yang Ukhty lakukan disini....?" Tanya Farhan Gugup.
" Apa Gus tidak melihat, aku sedang menyetrika.." Ketus Bul².
__ADS_1
" A-ana mau ambil baju. Tolong jangan balik badan sebelum Ana keluar..."
" Iya....." Jawabnya singkat.
Farhan menyambar baju kokonya yang sudah terlipat rapi dan segera keluar dari sana.
Ya ampun...ada roti sobek berjalan...
Aaaaaaaaaa, ya Allah astagfirullah...Gumam Bul² seraya mengelus dadanya.
Rasanya begitu terkejuttt , gugup atau apalah menurut kalian mengartikannya.
Sementara Farhan didalam kamar tak henti hentinya tersenyum. Degup jantungnya bisa dirasa bahwa ia sedang tidak baik baik saja.
Didalam sana seperti ada yang menyentuh, hingga ia berdetak tak seperti biasanya.
" Masya Allah....ini adalah berkah atau ujian
Bukan hanya mata nya saja, wajahmu juga...ahhh masya allah Ana tidak bisa mengatakannya. Ampunilah hambamu ini yang telah berzina ya Allah." Gumamnya lirih seraya tersenyum. Wajah ayu Bul² terus terngiang ngiang diingatan Farhan, entah ujian atau berkah yang pasti ia telah berdosa.
Hi hi hi Cantik kan Gus.....,Author sudah pilihkan fisualnya nanti tunggu aja.
Bul² lihat roti sobek kotak kotak ya, hi hi hi Author mau dong !!! Bagilahhhhh !!!.
💞💞💞Alhamdulilah
**Balik Up lagi nih
Tinggalkan
Vote
Like
Komen kalian ya !!
Happy Reading guys**..
Bersambung💞💞💞💞
__ADS_1