
Pagi hari yang teramat cerah dengan munculnya sang mentari dari peraduan sangatlah terlihat sejuk sebelum menjelangnya siang hari.
Seseorang telah landing dari Cairo CAI dan saat ini telah sampai dibandara Soekarno-Hatta. Balutan syar'i dan kacamata yang bertengger dipucuk kepalanya, menambah keanggunan bagi sang pemiliknya.
" Assalammualaikum Ayah, Umi." Ucapnya menghampiri kedua orangtua yang menjemputnya dibandara.
" Waalaikumsalam sayang, masya Allah Umi pangling lihat kamu nak."
" Allahumma ij’alni khairan mimma yazhunnun."
" Masya Allah, anak Umi makin pinter ya ."
" Anakku juga sayang."
" Iya mas, anak kita." Ucapnya tersenyum.
" Abang gak ikut ?" Tanya Jihan yang tidak melihat sosok kakaknya.
Jihan Qhoirunnisa, adalah anak kedua dari pasangan Zafran juga Rima. Setelah lulus smp, Jihan menginginkan lanjut sekolah SMAnya dikairo. Awalnya Zafran dan Rima keberatan dengan keinginan anaknya itu, namun karna sahabat anaknya juga ikut, akhirnya orangtua pun mengizinkan.
Setelah lulus SMA, Jihan tidak langsung pulang ketanah air, melainkan ia melanjutkan pendidikannya kuliahnya di Al-Azhar.
" Gak nak, Abangmu banyak kerjaan." Ucap Rima.
" Pulang yuk, Jihan capek Umi...."
" Gak mau mampir cari sarapan dulu ?" Tawar Zafran.
" Gak usah Yah, langsung pulang aja."
Zafran dan Rima pun setuju, ia membantu menarik koper Jihan dan memasukannya kebagasi mobil.
1 Jam dari bandara, mobilpun sampai dan memasuki pekarangan rumah mereka.
" Masya Allah banyak berubah ya..." Ucap Jihan seraya melirik sekitar rumahnya.
" Iya sayang, masuk yuk !" Ajak Rima pada puterinya itu.
Setelah sarapan, Jihan langsung beristirahat dalam kamarnya hingga pukul 11 siang ia baru terbangun dari tidurnya.
Jihan turun mencari sang Ibu yang ternyata tengah berbincang dengan Ayahnya diruang keluarga seraya menonton tv.
" Mi....Abang belum pulang ?" Tanya Jihan seraya mendudukan dirinya disofa.
" Belum sayang, Abang masih direstaurant."
" Jihan boleh kesana gak Mi...?"
" Boleh, kebetulan Ayah juga mau kesana. Jadi bareng aja sama Ayah."
" Oke siap, Jihan siap-siap dulu ya." Ucapnya dan langsung diangguki oleh Rima juga Zafran.
Tak membutuhkan waktu yang lama, Jihan telah bersiap dengan balutan syar'inya berwarna biru muda menambah kesan anggun untuk seorang Jihan.
" Ayo Yah !"
" Umi Jihan pergi dulu ya, Assalammualaikum."
__ADS_1
" Waalaikumsalam, hati-hati sayang."
" Na'am Mi..." Jawabnya seraya melangkahkan kakinya keluar rumah.
Setengah jam dari rumah, Zafran dan juga Jihan telah sampai diparkiran restaurant Zabu, milik keluarganya.
Jihan melangkah terburu-buru saking tidak sabarnya bertemu sang kakak. Namun karna langkahnya yang begitu cepat, ia sampai menabrak salah satu karyawan laki-laki direstaurannya.
" Astagfirullaladzhim, Afwan kak saya gak sengaja." Ucap Jihan tertunduk merasa bersalah.
" Na'am tidak papa, lain kali hati-hati !"
Na'am, apa dia seorang santri ? Gumam Jihan dalam hati.
" Afwan, apa kakak seorang santri ?" Tanyanya.
" Saya pernah jadi santri Ukhty, Afwan saya awalan." Ucapnya kemudian berlalu pergi. Jihan pun mengangguk. Ia kembali melangkahkan kakinya untuk masuk keruangan kerja sang kakak.
Ceklek...
" Maaf pak saya mau nanya ?"
" Kenapa ?" Ucap Ilham tanpa melihat orang yang ada dihadapannya.
" Yang namanya Muhamad Ilham orangnya mana ya ?"
" Saya Ilh......Adek, masya Allah ini benerkan kamu ?"
" Assalammualaikum Abangku sayang."
" Waalaikumsalam, ya Allah Abang kangen banget tau sama kamu..." Ucap Ilham seraya mencubit gemas kedua pipi Adiknya.
Ilham terkekeh mendengar ucapan Adiknya itu.
" Maaf, maaf. Kesini sama siapa ?"
" Sama Ayah, mungkin masih didepan." Ilham hanya mengangguk-anggukan kepalanya.
" Gimana kuliah kamu dek ?"
" Ya libur bang, makanya Jihan pulang. Habisnya udah banget tau sama kalian."
" Iya Abang tau, maksudnya lancar kan ? Rajin belajar gak tuh ?"
" Rajin dong, Abang aja pinter masa Jihan gak." Ucapnya.
Keduanya saling berbincang melepas rindu antara kakak dan Adik yang sudah hampir 5 tahun ini tidak bertemu.
***
Sementara dipesantren, Farhan mencoba mencari informasi sana-sini mengenai keberadaan Iqbal juga Safira. Ia sempat bertanya pada istrinya tempat pertama kali ia bertemu dengan Iqbal. Dan ia juga bertanya pada mang Darno yang sempat menjemput Safira dikontrakannya dahulu sebelum kepesantren. Namun hasilnya tetap nihil, tidak ada satupun orang yang tau dimana keberadaan dua orang itu.
" Gimana Bi, dapet informasi apa ?" Tanya Bul².
" Gak dapet apa-apa sayang. Albi sudah coba tanya tetangga dikontrakannya dulu, namun mereka bilang Iqbal dan adiknya sudah pindah kepesantren. Albi bingung mau cari dimana lagi ." Ucap Farhan menyesal.
" Sudahlah, nanti kita cari lagi pelan-pelan. Lebih baik kita makan siang dulu !" Ajak Bul² dan Farhan pun hanya mengangguk.
__ADS_1
" Asalammualaikum..." Salam Kila yang baru pulang dari mengajar.
" Waalaikumsalam, baru pulang nak ?" Tanya Farhan.
" Iya yah." Jawabnya singkat.
Kila berlalu kedalam kamarnya, ia kembali membaringkan dirinya diatas ranjang. Entah angin dari mana, air mata Kila tiba-tiba menetes dengan sendirinya mengikuti suasana hati juga pikiran Kila saat ini.
' *Hiks hiks Aku merindukanmu Mas, kamu dimana sekarang bersama Safira. Apa kalian baik - baik saja ?
Kenapa tidak mengucapkan sepatah kata pun saat kau ingin pergi Mas. Kenapa hanya sebuah surat yang kau berikan padaku, aku ingin ucapan manis langsung dari bibirmu. Kenapa takdir mengharuskan dirimu untuk melangkah menjauhiku Mas, kenapa kehidupan begitu kejam dan tak berperasaan seperti ini ? Aku sangat sangat merindukanmu Mas Iqbal* ' Gumam Kila dalam hati seraya terisak.
Dadanya sangat sesak menahan hal yang begitu menghantam hatinya. Ia tidak berdaya selain menangis dalam diamnya, merindukan dalam do'anya dan memohon disepertiga malamnya. Hari makin hari, rasa penat dan lelah kian membesar. Kila hanya bisa pasrah mengikuti alur takdir yang akan membawanya.
***
" Belum makan siang kan pasti ?" Tebak Ilham.
" He he, Abang tau aja." Jawab Jihan terkekeh.
" Bentar ya !" Pinta Ilham pada Adiknya.
Ilham pun keluar menuju pantri meminta salah satu keryawannya mengantarkan makan siang kedalam ruangan kerjanya.
" Mel, antar keruangan saya ya 2 porsi makanan utama ya !" Titah Ilham pada karyawannya yang bernama Amel.
" Baik kak." Jawabnya menunduk patuh.
Selepas perginya Ilham, Amel pun segera menyiapkan beberapa menu utama direstaurant Zabu untuk diantar keruangan Bos Mudanya itu.
" Kak, bisa mintak tolong antar ini kerungan Bos !"
" Bisa...." Jawabnya.
Amel memberikan nampan yang sudah berisi makanan lengkap dengan minumannya pada waiters yang bertugas hari ini.
Tok
Tok
" Permisi pak, makanannya ?"
" Iya silahkan !" Ucap Ilham.
Jihan masih fokus dengan kitab kuning yang tengah ia baca. Hingga ia pun menyadari seperti pernah mendengar suara seseorang itu, dan ternyata benar sesuai dugaannya.
" Loh kakak ini bukannya yang saya tabrak tadi ya ?" Tebak Jihan setelah melihat siapa yang mengantar makanan keruangan kerja kakaknya.
" Hah maksudnya ?" Tanya Ilham bingung.
💕💕💕Tinggalkan
Vote
Like
Komen kalian ya !!!
__ADS_1
Happy Reading guys
Bersambung💕💕💕💕