
Saat ingin melangkah, dengan cepat Aqil mencekal tangan Bila dan membawanya kedalam pelukannya. Aqil tak mengingat lagi kata dosa telah menyentuh Bila dengan berlebihan, bahkan mereka sudah saling memeluk dengan erat.
" HuaaaaaaaðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ kenapa kak Aqil memeluk Bila....?" Bila tersadar dan langsung melepaskan pelukannya seraya menangis.
" Maaf sayang, kita nikah hari ini juga." Ucap Aqil dengan penuh keyakinan dan bercampur rasa bersalah.
" Gak mau, huaaaaaa ðŸ˜ðŸ˜kak Aqil jahat."
" Sayang, dengerin aku dulu dong !"
" Gak mau, pokoknya Bila mau pulang !"
" Iya kita pulang...."
Aqil mengajak Bila kembali kerumah, namun Bila masih saja terus menangis hingga membuat orang yang melihatnya kebingungan.
" Aqil kamu apain Bila nak ?" Tanya Bul² menghampiri Bila dan memeluknya.
" HuaaaðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ Mibu kak Aqil jahat."
" Maaf Bu, Aqil sudah berani memeluk Bila tadi. Dan Aqil ingin menikahi Bila hari ini juga !"
" Tahan Aqil, beberapa hari lagi nak. Kenapa harus buru-buru hari ini juga...?"
" Bu, Aqil takut khilaf lagi."
" Sayang bener kata Aqil, lebih baik kita nikahkan mereka hari ini juga. Sekarang berita Aqil memeluk Bila, besok jangan sampai kita mendengar Bila hamil karna Aqil."
" Astagfirullah, Yahbi Aqil masih inget batasan." Bela Aqil.
" Buktinya, hari ini kamu lupa batasanmu Aqil. Yahbi tidak mau hal lebih buruk terjadi, kalian menikah lebih cepet lebih baik."
" Sayang, apa kamu siap nak ?" Tanya Bul² pada Bila.
" Insya Allah Bila siap Bu...." Jawab Bila lirih.
" Baiklah, karna kita juga baru sampai dijakarta, biar Safa dan Rafi yang menyusul kemari. Bang Zan gak papa kan kalau keponakan mu ini melangsungkan akad disini...?"
" Gak papa dek, kita malah seneng...." Jawab Zafran pada adiknya itu.
...... Semuanya terjadi begitu saja, dengan dadakan semua orang disibukan beberapa persiapan akad nikah Bila dan Aqil.......
Sederhana, tapi penuh kenangan.
Aqil dengan gemetarnya berada didepan penghulu yang akan membantu mengesahkan dua insan yang saling mencintai ini.
" Bismilah, saya nikah dan kawin kan engkau Aqil maulana dengan putri kandung saya Bila salsabila binti Muhamad Rafi dengan mas kawin cincin 10gr serta seperangkat alat shalat dibayar tunai."
" Saya terima nikah dan kawinnya Bila salsabila binti Muhamad Rafi dengan mas kawin tersebut, tunai...."
" Bagaimana para saksi...Sah ?"
" Sahhhhhhhhhhhh"
" Alhamdulilah...."
...... Dengan satu tarikan nafas, Aqil berhasil mengucapkan rapalan ijab kobul. Meskipun sedikit gugup dan dag dig dug, Alhamdulilah semua terlewati begitu saja....
Kini mereka telah sah menjadi suami istri. Bila meraih tangan suaminya dan diciumnya tangan itu sebagai tanda bakti seorang istri. Aqil pun mendekatkan bibirnya pada pucuk kepala Bila dan menciumnya seraya membacakan beberapa do'a pengantin baru.
" Ehemmmmm, lanjut malem Qil .." Celetuk Ilham yang memergoki pengantin baru saling menatap.
Keduanya langsung memalingkan wajahnya menahan malu.
Tak terasa, kota jakarta diguyur hujan dimalam hari. Kalau kalau orang, malemnya pengantin baru he he he.
__ADS_1
Semuanya terlihat kompak dimeja makan dengan beberapa hidangan makan malam.
Para istri melayaninya suaminya masing-masing. Begitu juga dengan Bila yang terlihat bersemangat menuangkan makanan dipiring makan sang suami.
" Segini cukup kak ?"
" Cukup sayang...."
Suapan pertama Aqil berikan pada istri manjanya. Semua orang yang melihatnya pun nampak tersenyum melihat keromantisan pengantin yang baru sah beberapa jam yang lalu.
" Uhhhh swettt banget sih kalian. Kila jadi pengen nikah...."
" Nikah aja dek, kan udah ada yang nungguin." Jawab Aqil.
" Siapa ?"
" Iqbal 😄😄😄."
" Issss Kila gak mau ya dijodoh-jodohin, lagian Iqbal itu bukan tipeku."
" Elehhhhh, nanti cinta baru tau." Sahut Ilham.
" Gak mungkin."
" Udah udah, lanjut makan lagi !" Lerai Rima pada anak dan keponakannya.
Setelah makan malam selesai, semua keluarga berbincang sebentar sebelum memutuskan untuk pergi kekamar masing-masing.
" Dek, kekamar yuk !" Bisik Aqil pada telinga istrinya.
" Nanti kak, semuanya juga masih ngobrol." Balas Bila.
" Ayolah sayang......!"
Kini tinggalah Aqil dan Bila yang masih berdiam disofa.
Aqil semakin memepetkan duduknya didekat sang istri. Bila hanya diam membiarkan apa yang suaminya lakukan.
" Ehem....kekamar sana !" Kedatangan Ilham mengagalkan rencana Aqil yang ingin bermadu kasih dengan istrinya.
" Ganggu aja." Gerutu Aqil seketika langsung membopong tubuh istrinya dan membawanya kedalam kamar.
" Kak malu tau, turunin...!"
" Gak akan, biar Ilham tambah ngiri."
" Heiiiiii kalau mau ber ea ea jangan didepan guee dong ! Pengantin laknatttt" Gerutu Ilham.
Aqil langsung membaringkan tubuh istrinya diatas ranjang.
" Boleh aku buka jilbabnya dek ?" Tanya Aqil dan Bila pun langsung mengangguk.
Senyuman menyeringai terlihat jelas dibibir Aqil, tangannya sangat bersemangat membuka hijab istrinya. Matanya terpana melihat pemandangan yang baru pertama kalinya ia lihat pada tubuh istrinya.
... Ini milikmu Qil, ayolahhh kenapa harus gugup...
Detak jantung Aqil semakin terpacu hanya melihat leher putih dan mulus milik Bila. Bagaimana kalau yang lainnya Gus ? 😄😄.
Bila yang ditatap aneh oleh suaminya bergidik ngeri, tatapan Aqil seperti ingin menerkamnya. Bila sedikit menggeser duduknya dari Aqil, ia tak mau mati sia-sia karna kebuasan suaminya.
... " Kak....."...
" Hemmmm" Jawab Aqil singkat namun mata yang masih terpaku pada pemandangan didepannya.
" Jangan melihat Bila kayak gitu dong ! Bila jadi takuttttt."
__ADS_1
" Sayang....."
Bila langsung menatap seksama wajah suaminya. Wajah itu perlahan mendekat dan...
Cup.....
MasyaAllah, apa itu.......
B-bibirku......Huaaaaaaa Ya Allah Bila diciummm kak Aqil. Yes yes yes...huhuhuhu sla la la la...
Tak dapat diungkapkan lagi bagaimana keadaan Bila saat ini.
Bila yang semakin terdorong karna Aqil terus saja mendekatkan wajahnya pada wajah cantik istrinya itu. Hingga akhirnya Bila telah terbaring diatas ranjangnya dengan nafas yang naik turun ia rasakan.
Cup...
Cup...
Cup....
Entah berapa kali Aqil mendaratkan bibirnya pada wajah Bila.
Atas, kanan, kiri dan bawah.
Wajah Bila merah padam setelah mendapat sentuhan dari suaminya. Ingin rasanya ia berjingkrak-jingkrak diatas ranjang saking bahagianya.
" Kak......." Panggil Kila dengan lirih.
" Sayang, suaramu membuatku semakin tidak tahan !"
" Ta-tapi kak....
" Hmppttttt......." Ternyata janji ingin menyumpell mulut bawel itu telah terlaksana.
Aqil terus menerus memberikan sentuhan panas sebelum pekerjaan intinya dimulai. Tanpa mereka sadari
satu persatu, helaian demi helaian itu terlepas begitu saja.
" Kak.....a-aku____
" Tidakkah Bila merasakan ada sesuatu disana !" Ucap Aqil seraya melirik kebawah.
Apa itu, apa ada tikusss dalam sarung kak Aqil ? Kenapa bergerak-gerak ?
" Di-disana memangnya ada apa ?" Tanya Bila yang sudah sedikit takut.
" Sesuatu yang menakutkan sayang, tapi juga___
" HuaaaaaaaaðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ tikusssssssssss kak.....awassss disarung kakak ada tikusssnya. Umiiiiiiii Abiiiiiii HuaaaaaaaaðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Ya Allah astagfirullah, hus hus hus...."
**Buahahhaha🤣🤣🤣🤣🤣
💕💕💕Tinggalkan
Vote
Like
Komen kalian ya
Happy Reading Guys**
BErsambung💕💕💕
__ADS_1