Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Extra part 13


__ADS_3

" Apa seorang teman boleh meminta sesuatu ?"


" Selagi aku bisa, itu pasti Zahra."Jawab Bila tersenyum menghampiri Zahra seraya mengelus pundaknya.


" Seorang teman meminta padamu Bila,


Lupakan Aqil !!!!!!!"


Deg.....


Seketika Bila langsung menjauhkan tangannya dari pundak Zahra. Bila menatap Zahra penuh dengan pertanyaan.


..." Aku mohon Bila....!" Ucapnya lagi....


" Aku minta maaf Ra, untuk perasaan aku tidak bisa memakasanya termasuk juga kamu. Aku mengagumi kak Aqil tulus dari hatiku Ra, aku memang sangat berharap kalau Kak Aqil pun memiliki rasa yang sama, namun benar katamu aku tidak boleh terlalu berharap tapi bukan berarti aku harus mengubur perasaanku tanpa alasan." Cecar Bila.


" Siapa bilang tanpa alasan. Akulah alasannya Bil, kenapa kamu harus melupakan Aqil. Bukankah kau tau kalau Aqil akan mengkhitbahku ? Apa kamu mau merasakan sakit hati jika melihat itu terjadi ?"


" Seyakin itu ?" Tanya Bila.


Zahra gelagapan saat Bila menanyakan keyakinan bahwa Aqil akan mengkhitbah dirinya. Bahkan sebenernya Zahra pun tidak tau Aqil akan mengkhitbah siapa, ia melakukanya demi bisa menjauhkan Bila dari Aqil.


" I-ya..ya...yakin." Jawab Zahra gugup.


" Biar kak Aqil sendiri yang memutuskan Ra, jika ia memang menolakku, tanpa diminta pun aku akan melupakannya demi dirimu." Jawab Bila yakin dengan apa yang ia ucapkan.


" Tapi ku mohon Bil, setidaknya menjauhlah dari Aqil....!"


" Apa kau takut kalau kak Aqil menyukaiku Ra ?"


" Ya, bukan gitu maksudku. Aku kasihan aja lihat kamu nanti kalau Aqil mengkhitbahku. Pasti rasanya sakit sekali." Ucap Zahra yang tak kalah yakin.


" Kita lihat saja nanti." Ucap Bila seraya tersenyum penuh arti dan membaringkan dirinya diranjang untuk segera tidur.


' Sial.....'


Zahra pun menggerutu dalam hatinya dan kemudian ikut membaringkan diri diranjang seraya memikirkan sesuatu.


...Keesokan harinya, masih seperti biasa hari-hari yang mereka jalani selama dipesantren....


Aqil meminta sang Ibu untuk menemaninya membeli sesuatu.


" Ayolah kak, Kila ikut ya....!" Rengeknya.


" Dirumah aja sih dek, nanti kakak kasih permen."


" Ck, emangnya aku anak kecil." Kila menyebikan bibirnya dengan kesal. Sementara Aqil hanya terkekeh berhasil membuat sang adik manyun dipagi hari.


Karna lama-lama ia pun tak tega melihat adiknya yang terus saja merengek seperti bocah yang minta dibelikan jajan, akhirnya Aqil memperbolehkan Kila ikut dan menceritakan sebuah rahasia versinya dengan syarat ia tak boleh memberitahu siapapun saat waktunya tiba.


" Ahhhh kakak ku, sweettttt banget sih." Ucap Kila gemas seraya menjewer 2 telinga milik kakaknya.


Bukannya kalau gemas yang dicubit itu pipi sama hidung? Tapi kenapa Kila kalau gemas malah menjewer telinga ? Hahhahaa expresi gemas 2021 versi Aqila🤣.


" Haisssss keboo gendut laknat ." Gerutu Aqil. Sementara Kila hanya terkekeh.


Singkat cerita, mereka telah sampai disebuah goa. Eh gaklah ya, maksudnya toko.


Terlihat Kila sangat bersemangat memilih barang yang terlihat sangat cantik kilauannya.


' Masya Allah jadi pengen dilamar...' Gumam Kila.

__ADS_1


" Asalammaulaikum."


" Waalaikumsalam...."


" Eh nak Iqbal, kesini juga ?" Tanya Bul².


" Iya Bu, mau beli beberpa sarung. Kebetulan lihat kalian disini, jadi ya mampir he he." Ucapnya seraya tersenyum.


" Ck, paling juga ngebuntut dibelakang." Gerutu Kila namun masih terdengar ditelinga Iqbal.


Namun Iqbal hanya tersenyum tanpa menjawab ocehannya.


" Kak ini cantik deh, ini aja ya...!"


" Ck, itu sih kamu yang mau." Jawab Aqil, Kila hanya mengerucutkan bibirnya.


' Tunggu aku beberapa bulan lagi Aqila, akan kubelikan yang kamu pilih tadi khusus untukmu..'


" Saya duluan Bu, semuanya mari. Asalammualaikum."


" Waalaikumsalam."


Selepas membeli apa yang dibutuhkan, mereka bertiga pun segera pulang kepesantren.


Tak membutuhkan waktu lama, mobil yang Aqil kendarai telah memasuki gerbang pesantren dan segera ia parkirkan tepat didepan rumahnya.


Kepulangannya langsung disamput oleh sang suami sekaligus seorang Ayah.


" Bi....." Bul² mencium tangan suaminya dan disusul kedua anak mereka.


" Iya sayang."


" Ayolah yah, kenapa harus bermesraan didepan kami." Celetuk Kila.


" Dan ini juga Mibu Kila." Ucapnya cemberut.


" Iya iya, Mibu milik bersama." Sambung Bul².


" Gak boleh, Mibu hanya milik kita....!" Ucap mereka bertiga dengan kompaknya.


Bul² menutup telinganya setelah mendengar ketiganya berbicara dengan lantang.


" Astagfirullah, kalian "


" He he he, maaf..." Jawab Kila dan Aqil kali ini yang bersamaan.


Tak terasa, malam pun telah datang. Sang rembulan malam menyapa bumi dengan cahayanya. Malam yang ditunggu Aqil kini telah menghampiri, mereka ber 4 telah bersiap menuju rumah Bila.


Ditepat jam 8 malam, Aqil mencoba menahan rasa gugupnya untuk mengutarakan kejutan yang akan ia tunjukan pada bidadarinya itu.


" Assalammualaikum wr wb"


" Waalaikumsalam wr wb..."


" Paman Rafi, Bibi Safa dan Bila, niat saya datang kemari beserta keluarga ada tujuan dan maksud tertentu yang ingin saya sampaikan. Saya menaruh hati pada Bila Paman, saya sengaja selama 5 tahun tidak sambang kepesantren karna takut tidak bisa mengendalikan diri sebelum lulus kuliah. Dan untukmu


Bila Salsabila, tidak bisa kumerangkai kata-kata lebih indah lagi selain aku mencintaimu karna Allah ta'ala, selain mengajakmu untuk menuju ikatan yang lebih halal, selain ingin membimbingmu dalam kebenaran, mengajakmu mencari ridho-NYA hingga kejannah dan mengayomi bahtera rumahtangga. Bismillahhirahmannirahim, Saya Aqil Maulana berniat mengkhitbahmu ya Ukhty Bila Salsabila, hal 'ant mustaeidun ( Bersediakah kamu ) ? "


" Bila, bagaimana kedua orangtua Bila kak. Kalau mereka meridhoi,insya allah Bila ikhlas menerima khitbahan kak Aqil ." Jawab Bila dengan sedikit rasa gugup dan malu.


" Abi terserah kamu sayang, kami mengenal sedari lama dan bersahabat. Dan Abi sama Umi pun sudah tau bagaimana Aqil, dia anak yang baik, pinter dan shaleh. Kami meridhoinya nak..." Ucap Rafi.

__ADS_1


Bila melirik kearah sang Ibu seolah meminta jawaban darinya. Safa yang mengerti hal itu pun langsung mengangguk tersenyum.


" Bismillahhirahmanirahim, Saya Bila Salsabila menerima khitbahanmu Gus Aqil Maulana."


" Alhamdulilah....." Ucap semuanya terlihat sangat bahagia.


" Ini Bila, mohon diterima ya.....!" Ucap Bul² memberikan sebuah kotak yang berisi cincin.


" Na'am ustadzah, syukron. Biar Umi Bila saja yang simpan, karna dipesantren tidak diperbolehkan memakai perhiasan."


" Jangan panggil Ustadzah lagi dong, panggil Mibu sama seperti Aqil ya....!!" Pinta Bul² dan Bila pun mengangguk malu.


" Dan Aqil harus memanggilku Umi dan Abi...!!" Tambah Safa.


" Na'am Umi."


" Ahhhh mantu idaman." Ceteluk Safa.


" Emmmm Abi, boleh Aqil bicara sebentar dengan Bila ?" Tanya Aqil.


" Silahkan nak, jaga batasannya. Kalian belum sah...!!"


" Na'am Bi."


Aqil mengajak Bila sekedar mengobrol didepan rumah seraya menatap langiit yang dipenuhi taburan bintang dan terangnya cahaya bulan.


" Dek......"


" Boleh aku memanggilmu Adek?"


" Kenapa harus sama kayak Kila sih kak, gak ada yang lain kah ?" Gerutu Bila. Aqil hanya terkekeh gemas melihat pipi Cubby itu tiba-tiba mengembang.


..." Maunya apa dong......?"...


" Ya yang trend dikit dong kak !"


" Iya sayang, iya."


' Aaaaaaa kak Aqil tau aja deh Bila maunya dipanggil sayang. Uhhhh sehatiii memang..'


" Sukaaa gak....?" Tanya Aqil menatap Bila penuh damba.


Bila pun mengangguk pelan seraya menundukan kepalanya tak berani menatap Aqil. Karna mode Blus On Bila tengah aktif he he he.


" Angkat kepalamu sebentar !" Pinta Aqil.


Bila langsung mengangkat kepalanya dan menatap manik mata Aqil dengan ribuan cinta telah ia tanam didalam sana.


" Anna Uhibbuka Fillah sayang." Bisik Aqil dan berlalu masuk kedalam rumah seraya menyunggikan senyumnya.


Reaksi Bila bagaimana ? Ahhh gak usah ditanya, dia pengen langsung nyebur kekolam es seraya berguling-guling 🤣🤣🤣🤣.


💕💕💕Tinggalkan


Vote


Like


Komen kalian ya !!!


Happy Reading guys !

__ADS_1


Bersambung💕💕💕


__ADS_2