
Keesokan harinya, hari yang paling ditunggu Zafran telah tiba. Rasa bahagia bisa memiliki orang yang dicintainya adalah kepuasan tersendiri bagi seorang pengusaha muda, Zafran. Dag dig dug...Zafran berhadapan dengan penghulu, tangannya gemetar dan berkeringat saking gugupnya.
" Tenang Bang, sellow aja ...." Ucap Farhan seraya menepuk pundak kakak iparnya.
" Gugup gue...." Jawab Zafran dengan bahasa jakartanya.
" Bismilah aja Bang, rapalkan terus dalam hati. Biar nanti gak melilit lidahnya ha ha ha .." Tawa Farhan.
" Ck, kamu kira usus ayam, melilit..." Ucap Zafran menatap jengah kearah adik iparnya itu.
Sementara Farhan hanya terkekeh melihat raut wajah Abang iparnya.
Sama halnya dengan Zafran, pengantin
wanitanya pun sama merasakan kegugupannya, perasaan yang tak menentu membuat duduknya terasa gelisah.
Kedua sahabat Rima pun setia mendampinginya.
" Bismillah Rim, eh ralat...sekarang mah mbak ipar. Cieeee mbak ipar, ehemm." Bul² terkekeh menggoda Rima.
" Ihhh apaan sih, gak lucu tau.." Sahut Rima kesal sekaligus malu.
Memang benar, Bul² adalah sahabatnya. Namun saat ia telah menjadi istri sah Zafran, Bul² bukan hanya menjadi sekedar sahabat selamanya, tapi juga dia adik dari suaminya yang berarti adalah adiknya juga.
Tidak pernah menyangka apa lagi terbayangkan, persahabatannya dengan Bul² membawa Rima pada jodohnya. Perkenalan yang sangat unik, karna setiap ada pertemuan diantara mereka, pasti ada cerita yang menarik dari perselisihan dan cekcok diantara keduanya.
" Kalian udah pada nikah, lah akunya kapan ?" Ucap Safa.
" Sabar Saf. Mungkin jodoh kamu masih dikarungin sama Allah, nanti juga kalau udah dilepas karungnya pasti bakal dateng kekamu kok...." Jawab Bul².
" Bumillllllll, kamu pikir pitik dikarungin segala."
Bul² hanya menjawab kekehan, sementara Safa dan Rima hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Bul² yang makin hari bahasanya juga makin gak jelassss.
" Bagaimana siap saudara Zafran ?" Tanya pak Penghulu.
" Insya allah siap..." Jawab Zafran mantap dan tegas.
" Silahkan berjabat tangan dengan pak Ilham..!"
Ya Allah Author lupa, pak Ilham adalah cucu ke lima buyut Rima, anak kedua nenek Rima, adik dari Ayah Rima. 🤣🤣🤣🤣Aelah Thor, tinggal bilang Paman doang kok susah. Habisnya lidah Author kok tiba tiba melilit mau bilang Paman jadi semerawut kemana mana🤣🤣🤣.
Sengaja gengs...biar dapet banyak kata🤣🤣.
Wokehhh lanjooottttttt......
Zafran sudah berjabat tangan dengan pak Ilham yang menjadi wali nikah pengantin perempuan.
" Bismilah...saudara Zafran, saya nikah dan kawinkan engkau dengan keponakan kandung saya Rima syakila binti Muhamad Iqbal (Alm) dengan mas kawin seperangkat alat shalat serta emas 25gram dibayar tunai."
" Saya terima nikah dan kawinnya
Rima syakila binti Muhamad Iqbal (Alm) dengan mas kawin tersebut tunai...."
" Saksi.......
__ADS_1
" Sah sah sah sah......"
" Alhamdulilahirabbalalamin......" Dilanjutkan dengan doa oleh pak penghulu.
Setelah mengucapkan ijab kobul, Bunda Wati dan Umi Imah diminta untuk menjemput pengantin wanitanya.
" Nak, yuk ikut Bunda....semuanya sudah menunggu. Termasuk suamimu...."
Deg....
Dadanya semakin bergemuruh saat mertuanya mengatakan suami, aaaa berarti kini aku sudah menjadi istri ketek kingkong, teriak Rima dalam hatinya.
" I-iya bun...." Jawabnya malu malu.
Dengan diiringi kedua orangtua dan kedua sahabatnya, Rima berjalan menuju tempat diadakannya akad nikah.
Zafran benar-benar terpana melihat istrinya yang cuantikkk warbi-asah hi hi hi, sampe gak kedip lagi...
Ia terpaku dengan penampilan wanita yang sedang berjalan kearahnya dengan tatapan yang sedikit menunduk.
Zafran sedikit mengulas senyum saat sang istri telah ada dihadapannya. Ditambah lagi tangannya diraih lalu dicium sebagai tanda hormat dan bakti istri pada suaminya.
Zafran pun tak mau kalah, ia mengecup lembut kening Rima dengan penuh cinta dan kasih yang telah mengikat mereka dalam pernikahan yang suci.
Jantung keduanya semakin tak menentu, seperti ada sesuatu yang ingin meledak dari dalam sana. Bagaikan ada kelenyar aneh dalam tubuhnya saat sang suami mencium keningnya, benar-benar pertama kali untuk Rima merasakan hal ini. Warbiasah.....hi hi hi...
" Sayang......." Bisik Zafran pada istrinya.
Blus....
" Kini dirimu adalah miliku, Istriku...." Bisiknya lagi.
Bisikan Zafran mampu membuat Rima terbang melayang sampe kebulan, jangan lupa tancepin bendera indonesia ya 🤣🤣.
Entah apa yang kini Rima rasakan, akankah cinta itu tumbuh ? atau saat ini hanya terbawa suasana....
" Ngomong dong dek ! Cium juga nih..." Ucap Zafran pada istrinya.
" Apaan sih, malu tau dilihatin banyak orang."
" Udah halal ini, kikuk kikuk disini juga gak ada yang marah....he he he."
Seketika Rima langsung menatap tajam kearah suaminya. Zafran yang merasa takut pun menelan slivanya. Ahhhh babon kalau marah, buaya buntung pun bakal kabur, pikirnya.
" Ampon bang jago......" Ucap Zafran menangkupkan kedua tangannya memohon.
" Gak jelas...." Jawab Rima ketus.
" Nanti malam sayang, lebih jelas...." Ucap Zafran mengedipkan sebelah matanya.
" Yang ada kalau malam itu peteng, gelap, poek gak keliatan. Jelas dari mana...." Ucap Rima asal.
Zafran hanya cekikikan melihat kepolosan istrinya.
Tidak salah aku harus menikahimu....
__ADS_1
Eh...sekarang kan udah sah ya 🤣🤣🤣 pe'ak loo Zaf
" Kelihatan kok sayang, lihat aja entar...."
" Bang....jangan ngadonin kuping dulu ya, masih banyak orang. Takutnya semua orang kabur denger suara geluduk dari kamar kalian !" Sahut Bul² yang tiba tiba menghampiri mereka.
" Ini lagi, ngadonin kuping apaan coba ?" Ucap Rima.
" Ha ha ha ha....nget nget penganten anget pokoknya." Jawab Bul² tertawa.
Rima hanya mengeryitkan dahinya, ia bingung dengan apa yang Zafran dan Bul² bicarakan. Adek masih polos loh bang, nanti ajarin yak🤣.
" Dek, mbak iparmu itu belum pengalaman. Beda sama kamu..." Ucap Zafran.
" Ajarin dong bang. Gak seru kalau hanya 1 yang main....🤣🤣"
" Astagfirullah anak santri gadungan ya kayak gini nih. Otaknya geser separo..." Celetuk Zafran.
" Dih enak aja, gini gini juga suami Adek cimat tauk....."
" Apaan tuh ?" Tanya Zafran dan Rima kompak saling lirik.
" Cinta mati Abang ku yang ganteng , alias gangguan telinga. Mbak ku yang cantik tiada tara bagai menara yang menjulang tinggi keangkasa he he ."
" Kumatttttttt....." Zafran dan Rima bersamaan.
Begitulah Bul² kalau sudah bertemu dengan Zafran, sifat bar-barnya mendadak muncul bagai tanduk.
" Iya kumat, kurayu kamu dengan nikmat ha ha ha..."
" Astagfirullah...ni anak mintak diruqiah. Sembur dek ubun-ubunnya pake godokan bidara....biar kawuss jinnya." Celetuk Zafran.
Sementara Bul² sudah mengerucutkan bibirnya, berbeda dengan Rima hanya cekikikan melihat kocaknya kakak beradik ini.
" Jini oh jini......" Sambung Bul².
" Yah malah nyanyi. Han....Farhan...." Panggil Zafran pada adik iparnya.
Farhan yang merasa dipanggil pun segera menghampiri.
" Han...kamu mending mandiin istrimu pake kembang 7 rupa, rebusin air bidara apa kelorrr. Semburin tuh keubun ubunnya. Biar gak kumatttt."
" Abang laknattttttt......" Bul² mengerucutkan kembali bibirnya.
Farhan hanya mengeryitkan dahinya seraya menggelengkan kepala melihat tingkah keduanya yang seperti anak baru gede.🤣🤣🤣Timbang ABG doang dipanjangin segala.....biar gaoooollllahhh takutnya ada emak emak yang salah mengartikan. Nanti dikiranya urutan huruf Abjad berubah 🤣🤣🤣 Aa Be langsung ge.
💞💞💞**Tinggalkan Vote
Like
Komen kalian ya !!!
Happy Reading gengs**
Bersambung💞💞💞
__ADS_1