
Rencana Farhan untuk punya anak banyak tak di indahkan oleh bul². Memang melahirkan tinggal bersin terus keluar bayi. Oh...tidak, di sana butuh perjuangan extra, betul-betul mempertaruhkan antara hidup dan mati.
Bukan ingin menolak rejeki berupa anak dari sang pencipta, tapi untuk saat ini Bul² belum ada rencana untuk kembali mengandung.
Tunggu ia melupakan rasa sakit saat mengejan mengeluarkan bayi, sampai saat itu tiba tidak menutup kemungkinan untuknya kembali mengandung.
"Wanita itu strong, sakit berkali-kali gak ada kapoknya, ingin dan ingin lagi melahirkan. Berbeda dengan laki-laki, merasakan sakit sekali udah gak mau lagi tuh sakit untuk yang ke dua kali nya." Ucap bul² seraya duduk bersedekap di depan sang suami di atas ranjang.
Farhan merasa bingung dengan ucapan sang istri. " Sakit untuk yang ke dua kali? Apa itu? " Bertanya-tanya dengan megernyitkan dahinya.
" Di sunat Bi, ha ha ha..." Bul² terkikik geli dengan ucapannya sendiri.
" Ko di sunat?" Ucap Farhan masih bingung.
"Coba Albi pikir, mau gak Albi di sunat untuk yang kedua kalinya?"
"Astagfirullah... ya gak lah sayang. Si otong jadi pendek nanti..."
" Nah tuh kan, Albi aja gak mau sakit dua kali. kalau istri meskipun tau melahirkan itu sakit, tapi mau lagi dan lagi karna selain ingin memperbanyak keturunan, itu juga kodrat wanita. Kalau laki-laki di sunat sekali, udah kapok." Jawab Bul² yang masih terkekeh.
"Kamu ngerjain Albi ya?" Ia mencubit batang hidung istrinya yang mancung karna gemas.
"Awas ya sayang....malam ini Albi gak akan melepaskan kamu. Siap-siap aja..."
Bul² langsung bergidik ngeri mendengar ucapan suaminya. Ia tau, kalau Farhan sudah berkata ia tak akan main-main dengan ucapannya.
Farhan pun sudah tau kelemahan istrinya, jika ia harus kalah berdebat, maka pasti ia akan menang dalam pilihan surga atau neraka.
Malam yang tenang, damai dan adem, membuat Bul² semakin betah dalam dekapan suaminya seraya menonton tv.
Sudah menjadi hal biasa bagi mereka, setelah kedua anaknya tertidur pulas, kesempatan bagi Farhan untuk bergantian memiliki istri sepenuhnya tanpa harus berbagi dengan budak kecik he he he.
" Sayang......." Panggil Farhan dengan tangan yang tengah mengelus lembut rambut istrinya.
" Hemmmmm," Hanya itu jawaban Bul², karna ia masih fokus menonton film kesukaannya.
Sungguh ya, anak jakartanya masih melekat dalam diri Bul² jika harus dihadapkan dengan film romantis ala ala drakor.
" Lihat sini dong !"
" Iya kenapa Bi, ?" Tanya Bul² seraya menatap manik mata suaminya.
__ADS_1
Cup.....
" Mau kayak yang difilm gak ?" Tawar Farhan menyeringai.
Seketika Bul² langsung menjauhkan wajahnya dari tatapan memangsa milik suaminya.
" A-apa maksud Albi ?" Tanya Bul² pura-pura tidak tau.
" Kayak gini loh sayang....." Farhan langsung mempraktekannya.
' Ahhh film alay menguntungkan siotong hi hi ' Gumam Farhan terkekeh disela sela aktifitasnya.
Bul² pun sudah kelojotan dengan sikap suaminya yang sangat uhhhh itu. Hingga ia sendiri pun yang tidak tahan untuk segera memulai dipekerjaan inti mereka.
Malam indah ini, terjadilah yang harusnya terjadi diantara suami istri yang tengah dimabuk cinta itu.
#####******######
Berbeda dengan Bul² dan Farhan yang tengah asyik menikmati malam syahdunya, sepasang suami istri ini tengah beradu mulut karna seekor kucing.
" Jangan dong mas, nanti aku kesepian kalau gak ada maniss..."
" Haissss, kucing sialan suka mencuri ikan asin aja dipelihara...." Gerutu Zafran.
Blusssss
Wajah merah merona Rima terlihat jelas dipipi kanan dan kirinya. Memang benar, setiap kali saat Zafran tengah meminta haknya, si manis selalu setia menjadi penonton dengan suara meongnya itu. Hal itu membuat Zafran tidak fokus dan akhirnya kesal sendiri.
" Sayang, duluan aja kemobil ya, Mas juga mau pamitan dulu sama Bunda ..!" Rima pun langsung mengangguk.
Kemudian Zafran mencangking kucing itu berniat membuangnya saat dijalan nanti. Karna malam ini, ia berniat mengajak istrinya makan malam romantis disebuah kafe.
Namun saat Zafran memasukan kucing itu kedalam mobil, ia tiba-tiba saja meloncat keluar dan berlari masuk kedalam rumah.
Zafran mengejar kucing itu yang ternyata tengah bersembunyi dibawah ranjang dikamarnya.
Rima pun keluar, dengan balutan syar'inya mendekati kearah mobil.
Ia berpikir suaminya telah menunggunya didalam, namun saat membuka pintu mobil, hanya terlihat supir pribadi suaminya saja yang sudah siap mengantar mereka pergi.
" Suami saya kemana mang ?" Tanya Rima pada mang Ujang.
__ADS_1
" Masuk lagi kedalam rumah Buk ..." Jawabnya sopan.
" Oh, ya udah biar saya tunggu diluar mobil saja. Mungkin lagi pamitan sama bunda .." Ucap Rima segera beranjak keluar mobil.
" Maaf Mang saya telat, nenek sihir itu bersembunyi dibawah tempat tidur, aku harus menyodoknya dengan sapu supaya dia mau keluar ! Alhamdulilah berhasil. Sudah kubungkus dia pake selimut, buat berjaga-jaga supaya tidak mencakarku. Aku cangking sipantat gemuk itu kebawah, dan melemparkannya kehalaman belakang .." Jelas Farhan seraya memperagakan apa yang sudah ia lakukan tadi.
Tentu saja, Mang Ujang dan juga Rima terkejut mendengar ucapan Zafran.
' Astagfirullah ya Allah suamiku ini sudah durhaka ' Gumam Rima menatap suaminya tidak percaya.
' Astagfirullah, ibu Wati disodok pake sapu. Tapi kenapa beliau bersembunyi dibawah ranjang, dan bagaimana pak Zafran mengangkat pantatnya....Ya Allah akhir zaman memang, anak durhaka...kalau dia anakku, sudah kuunyeng unyeng sampe botak ' Gerutu Mang Ujang dengan tatapan yang masih tak percaya.
" Kenapa kalian malah bengong gitu ?" Tanya Zafran heran menatap istrinya dan juga mang Ujang bergantian.
" Mas.....kamu harus mintak maaf sama Bunda mas, jangan jadi anak durhaka, gak baik. Inget perjuangan bunda saat melahirkan dan membesarkanmu mas..." Nasehat Rima.
Zafran hanya terdiam, ia bingung apa maksud dari ucapan istrinya itu.
" Iya pak, saya bekerja disini dari pak Zafran kecil. Saya ingat betul perjuangan bapak Herman dan Ibu Wati dalam membesarkan anaknya..." Tambah Mang Ujang.
Semakin tidak mengerti lagi dengan kedua orang yang dihadapannya ini. Zafran melongo mendengar ucapan istri dan supirnya yang seakan ia membuat kesalahan fatal pada orangtuanya.
" Sayang, maksudnya apa sih. Mas mintak maaf kebunda, memangnya mas salah apa ?" Tanya Zafran penasaran.
" Mas sudah beraninya menyodok bunda pake sapu dan mencangking pantatnya lalu membuangnya kehalaman belakang. Mas tegaaa sama ibu sendiri, Rima mah gak tega daaaa...."
" Buahaahahhahahaa😂😂😂😂..." Zafran langsung tertawa sekencang kencangnya. Ia akhirnya mengerti kenapa istri dan supirnya itu menyuruhnya meminta maaf pada sang bunda.
" Titah hampura, kalah seserian ( Disuruh minta maaf malah ketawa ). Masssss...." Teriak Rima kesal dengan suaminya itu.
Tawa Zafran semakin kencang, hingga ia terduduk didekat mobil seraya memegangi perutnya.
**Bentar ...Author ngakak dulu 😂😂😂😂Buahhaaahahahhaaaa....
💞💞💞Tinggalkan
Vote
Like
Komen kalian ya !!!
__ADS_1
Happy Reading guys**...
Bersambung💞💞💞💞