
Setelah berkutat dengan puing-puing sampah yang telah Zafran ciptakan, Bul² segera menyusul mereka yang tengah berkumpul dimeja makan seraya menatap nasi goreng ala babe itu.
" Kenapa belum makan ?" Tanya Bul² seraya menarik kursi dan mendudukan dirinya disamping Farhan.
" Aku gak yakin dengan rasanya," Sahut Rima.
" Jangan ngeremehin ya sayang, mas udah buat ini sampe____
" Sampe dapurku seperti kapal yang bertabrakan..." Sahut Bul² memangkas kalimat Zafran.
Zafran pun hanya terkekeh mendengarnya seraya mengusap tengkuk lehernya itu.
" Cicipin dong !" Pinta Zafran.
Dengan ragu-ragu, mereka menyendokan nasi goreng kepiring makan masing-masing.
Rima dengan perlahan menyuap nasi goreng itu kemulutnya, satu sendok dua sendok dan...
" Tidak buruk, lumayanlah dari pada gak ..." Ucap Rima setelah menyuap beberapa sendok nasi goreng kedalam mulutnya.
" Alhamdulilah, tuh kan enak. Kalian sih gak percayaan..." Ucapnya berbangga diri.
" Eleh........." Jawab Bul², Farhan dan Rima kompak.
Magrib pun tiba, adzan sudah berkumandang terdengar diseluruh penjuru ponpes.
Farhan dan Zafran pun segera menuju masjid untuk shalat berjamaah. Sementara Rima dan Bul² mereka memilih untuk shalat dirumah.
Malam hari hal yang paling ditunggu Bul² kini sudah didepan mata. Ia masih penasaran dengan suaminya, kemana dia seharian tadi siang ? Hal itu lah yang selalu berputar-putar dikepala Bul², sangat tidak sabar rasanya mendengar penjelasan dari suaminya itu.
" Assalammualaikum..." Zafran dan Farhan yang baru saja pulang dari masjid.
" Waalaikumsalam..."
" Twins kemana sayang ?" Tanya Farhan setelah Bul² mencium tangannya.
" Ada Bi, lagi main sama Rima..." Farhan pun mengangguk.
" Kekamar yuk !" Ajak Farhan.
" Oke, Adek juga sudah tidak sabar." Jawab Bul² antusias sementara Farhan hanya menatap gemas istrinya itu.
' Ahhhh istriku ini sepertinya mulai agresif ' pikir Farhan dalam hatinya.
Sesampainya dikamar, Farhan sudah lebih dulu duduk ditepi ranjang kemudian disusul oleh istrinya.
Saat hendak duduk disamping suami, dengan cepat Farhan menarik tangan istrinya dan Bul² pun terduduk dipangkuan Farhan.
Perlahan Farhan melepaskan tali cadar Bul² diteruskan dengan membuka jilbabnya.
Nafas yang sudah sangat menempel pada leher Bul² itu, membuat sang empunya merinding.
" Bi........." Ucap Bul² dengan suara yang sudah tidak biasa. Farhan menyadari itu, ia meneruskan untuk membuat istrinya semakin panas dan sangat panas.
Hingga suara lenguhan pun mulai terdengar dari bibir ranum istrinya.
Tak mau kalah dengan Farhan, Bul² pun mulai membalas perlakuan suaminya.
" Sayang......."
" Hemmmm..." Jawab Bul² dengan suara seraknya.
__ADS_1
" Nakal ya, cubit nih...."
" Biarin, wleeee...."
Sungguh, jelmaan apalah yang ada dihadapan Farhan saat ini. Tingkah manjanya sangat membuatnya merasa gemas ingin lagi dan lagi selalu bermadu kasih dengannya.
Tatapan Farhan sudah sangat Bul² pahami, namun ia ingin melihat seberapa lama suaminya bertahan dengan gejolak sesaknya menahan sesuatu.
" Tanggung jawab sayang...!" Ucap Farhan seraya menahan hal yang sangat ia lindungi harkat dan martabatnya.
" Kalau Adek gak mau___
" Kalau Adek gak mau, Albi paksa..." Jawab Farhan memangkas kalimat istrinya.
" Dih, selalu tukang maksa..." Gerutu Bul².
" Suka juga, dipaksa. Hayooo gak mau ngaku ?" Farhan terkekeh. Sementara Bul² sudah menahan malu denga rona merah diwajahnya.
" Issss Albi....." Rengeknya seraya memukul pelan dada bidang milik Farhan. Farhan pun hanya terkekeh lalu memeluk tubuh istrinya penuh cinta.
" Terimakasih sayang, sudah menemani hidup Albi hingga sejauh ini. Semoga Allah selalu memberikan keshakinahan dalam rumahtangga kita ini hingga kejannahnya.."
" Amiin..." Ucap keduanya.
" Demi mencapai kehidupan yang samawa, perlu juga hal kejujuruan antara suami istri Bi. Saling menutupi kekurangan masing-masing namun tetap terbuka dalam segala hal." Ucap Bul² menyindir Farhan.
" Maafkan Albi sayang, janji tidak akan ada hal yang Albi sembunyiin lagi dari Adek..." Jawab Farhan seraya merenggangkan pelukannya dan menangkup kedua pipi Bul² dengan gemasnya.
Cup....
" Kalau gitu jelaskan, tadi siang Albi kemana seharian ?" Tanya Bul² akhirnya.
" Siang tadi waktu Albi mau pulang, tiba-tiba saja Albi dapet telfon dari kyai Dahlan, beliau bilang__
*Flasback On
📞
" Asalammualaikum nak Farhan* "
" Waalaikumsalam Bah, ada apa bah tiba-tiba menelfon Farhan"
" Ada yang ingin abah tanyakan sama kamu Han. Bisa datang kepesantren ? kalau ada waktu ?"
" Na'am Abah, insya Allah sekarang pun Farhan bisa...."
" Alhamdulilah kalau gitu, syukron ya nak Farhan sudah menyempatkan mau kesini."
" Na'am Abah, sama-sama."
" Kalau gitu Abah tutup telfonnya dulu ya, Asalammualaikum..."
" Waalaikumsalam wr wb..." Panggilan telfon berakhir.
Tanpa pulang kerumah dan memberitahu istrinya, Farhan bergegas menuju pesantren milik Kyai Dahlan.
Singkat cerita, mobilnya telah sampai dipemukiman pesantren. Segera ia parkirkan mobilnya kemudian turun dan menuju rumah kyai Dahlan.
" Asalammualaikum...." Salam Farhan saat sudah berada didepan pintu.
" Waalaikumsalam...."
__ADS_1
" Eh, nak Farhan. Mari masuk !" Ucap Umi Siti.
" Syukron Umi...."
" Sama-sama nak, silahkan diminum dulu..."
" Na'am Umi...." Jawab Farhan seraya tersenyum.
Tak berapa lama ia duduk, datanglah Kyai Dahlan menghampiri Farhan. Ia pun langsung beranjak dari duduknya untuk memberinya salam.
" Begini Han, Abah hanya ingin bertanya tentang Aisyah padamu. Mengingat nak Farhan adalah sahabat masa kecil Isyah."
" Na'am Abah, apa yang mau Abah tanyakan ?"
" Adakah lelaki yang selama ini Aisyah kagumi ?"
" Dulu Isyah pernah bercerita Bah, tapi ia tidak menyebutkan siapa lelaki itu. Memangnya kenapa bah ?" Tanya Farhan yang ikut penasaran.
" 3 tahun belakangan ini, banyak sekali kenalan Abah yang mengajukan lamaran untuk putra mereka pada isyah Han, namun selama dan sebanyak itu pula Aisyah selalu menolaknya dengan alasan tidak ingin menikah dalam waktu dekat ini. Abah bingung Han dengan sikapnya itu, makanya Abah bertanya, apa ada seseorang yang Aisyah kagumi ?"
" Farhan sendiri tidak tau Bah, Isyah tidak pernah menceritakan siapa sosok rejal yang selalu ia kagumi itu..."
" Apa tidak pernah Isyah mengatakan mengagumimu Han ?" Tanya Kyai Dahlan yang spontan membuat Farhan langsung terdiam seribu bahasa.
" Pe-pernah bah...."
" Sudah Abah duga, kamulah yang selalu Isyah kagumi sedari dulu Han. Dan Abah yakin, dia menolak begitu banyak lamaran ada kaitannya dengan perasaannya padamu.."
Farhan masih tak bergeming dengan ucapan Kyai Dahlan. Aisyah memang pernah mengatakan ia mengaguminya, namun hal itu menurut Farhan telah selesai. Karna ia pun sudah menjelaskannya dan meminta maaf pada sahabat masa kecilnya itu.
Banyak pertanyaan yang bermunculan saat ini dalam benaknya. Apa benar, sampai saat ini Aisyah masih memiliki rasa itu ?
" Boleh Abah meminta tolong padamu Han ?"
" Selagi Farhan bisa lakukan, akan Farhan bantu Bah." Jawab Farhan mantap.
" Temuilah Aisyah, dan ajaklah sebentar untuk berkeliling ! Abah yakin, dengan begitu suasana hatinya akan membaik lagi."
" Ta-tapi Bah....
" Abah mohon dengan sangat Han, Abah tidak tega melihatnya yang sepulang mengajar ia selalu didalam kamar menghabiskan waktunya dengan tumpukan buku. Dia seperti kehilangan semangat untuk sekedar berkumpul dengan kami otangtuanya..."
" Tidak hanya berdua Han, Abah akan mengutus santriwati untuk menemani kalian..." Ucap Kyai Dahlan yang seolah mengerti diamnya Farhan.
Flasback Off
" Terus Albi mau, mengajak Ning Aisyah berkeliling ?" Tanya Bul² dengan raut wajah yang sudah berbeda.
" Maafkan Albi sayang___
💞💞💞Tinggalkan
Vote
Like
Komen kalian ya
Happy Reading guys
Bersambung💞💞💞
__ADS_1