
" Kenapa Qil, tidak melihatkah kamu kehadiranku ?" Ucap Zahra seraya menitikan air matanya.
" Maksudnya kamu apa Zahra ?" Tanya Aqil bingung. Pasalnya selama ini Zahra baik-baik saja. Bahkan Aqil sendiri pun tidak mengetahui kalau seseorang yang ia tolong dari bulian teman kampusnya, dalam diamnya memiliki rasa yang lebih dari sekedar teman.
" Apa kamu tidak menyadarinya Qil ? Aku menaruh hati padamu saat pertama kalinya kau menolongku. Tidak bisakah kamu melihat aku sedikittt saja ?" Ucapnya seraya terisak.
Aqil terkejut bukan main setelah mendengar penuturan dari Zahra. Dia menganggap Zahra hanya sebagai temannya dan itu tidak akan bisa lebih. Karna hati dan cintanya telah Aqil berikan pada sosok akhwat yang manja dan juga centil, siapa lagi kalau bukan bidadarinya, Bila Salsabila.
..." Tidak mungkin Zahra, apa yang kamu lihat dariku hingga kau pun menaruh hati padaku ?"...
" Aku tidak bisa menjelaskan itu Aqil, tapi rasa itu begitu saja muncul seiring kebersamaan karna pertolonganmu..."
" Tapi Afwan Zahra, aku tidak bisa. Aku telah mengkhitbah seorang akhwat yang sudah berada dalam hatiku sejak lama."
" Apa itu Bila ?"
..." Na'am, akhwat itu adalah Bila.."...
Deg.....
Pantas saja Bila begitu santai mendengar Aqil mengkhitbah seseorang, ternyata dia sendirilah wanita beruntung itu. Pikir Zahra.
Air mata Zahra kian deras mengalir dipipinya, rasa sesak dalam dadanya semakin tak terkendali bersama dengan kenyataan yang baru saja ia dengar.
Pov Aqil
Tidak bisa aku bayangkan setelah melihat sosok yang selama ini aku rindukan. Ingin rasanya aku memeluk wanita itu karna merindukannya, ingin aku menjelaskan banyak kata tentang 5 tahun aku meninggalkannya.
Sepertinya kesalahpahaman yang membuat ia terlihat menjauhiku. Bila Salsabila, nama itu terus saja terngiang dikepalaku. Setahun setelah kepergianku kejakarta, membuat ku menyadari betapa rindunya diriku pada sosoknya, disanalah aku mulai menyadari bahwa aku telah menaruh hati padanya dan merasa kehilangan saat berjauhan.
Singkat cerita, aku kembali kepesantren untuk menemuinya dan menjelaskan alasanku. Terlihat dia pun merindukanku, tapi ada sisi lain yang mengurungkan niatnya, keraguan atau kesalahpahaman.
Saat aku menggodanya, selalu ia terlihat malu-malu hingga sangat gemas saat aku melihat wajahnya yang terlihat memerah.
Sesenang itu rasanya bisa membuatnya tersenyum bahagia, Aaaaaa Bilaaaaa sungguh rasanya sangat tidak sabar untuk segera meminangmu.
Ternyata dirimu terlihat sangat cantik setelah 5 tahun lamanya tidak bertemu.
Ya Allah, jagalah dia dan hatinya hanya untukku. Nama mu itu selalu aku hadirkan dalam setiap malam yang sunyi, sepi namun damai dan tenang.
Hingga kini aku berhasil mengkhitbahnya, namun hari ini aku dikejutkan dengan ucapan teman kampusku, A-Zahra.
Aku memang beberapa kali menolongnya dari bulian, tapi bukan berarti pertolonganku itu karna mencintainya.
__ADS_1
Satu kata yang bisa aku ucapkan untuk Zahra, Maaf dan maaf. Karna hati dan cintaku telah terpenuhi dengan nama Bila Salsabila.
Pov End
...... " Kenapa harus Bila Qil, ada aku yang selalu bersamamu dalam satu tahun belakangan ini. Tidak bisakah kamu melihat kehadiranku ?" ......
" Aku sangat menghargai perasaanmu Zahra, aku sangat berterimakasih untuk itu, tapi sekali lagi maaf dan maaf, aku tidak bisa membalasnya."
" Kamu jahat Aqil, aku benci kamu....!"
Zahra berlari meninggalkan Aqil yang masih berdiri disana.
Apa salahnya aku jatuh cinta padamu Aqil, kenapa harus Bila yang kau pilih untuk menemani hidupmu ? Kenapa bukan aku yang ada diposisi itu.
" Astagfirullah, maaf kan aku Zahra..." Gumam Aqil dengan lirih.
" Kak....."
" Astagfirullah, Bila...." Ucap Aqil terkejut.
" Kak, apa tidak sebaiknya kakak pikirkan baik-baik. Aku tidak tega melihat Zahra seperti itu kak, cintanya teramat dalam untukmu !"
" Tidak Bila, hanya kamu yang aku mau. Allah sudah benar menunjukan jalan padaku untuk memilihmu. Tolong jangan memaksaku untuk menyakitimu hanya karna kasihan pada Zahra Bila, hatiku bukan barang yang bisa dipermainkan. Aku tulus mencintamu, apa kamu mau melihatku menderita karna permintaan konyolmu ini ?"
" Awfan kak tapi____
" Aku sangat sangat mencintaimu kak, tapi___...
" Tidak ada kata tapi dalam cinta, sayang." Jawab Aqil dengan cepat tanpa harus mendengarkan kalimat Bila sepenuhnya.
" Maaf....." Ucap Bila menunduk bersalah.
" Sudahlah, mau kemana ?"
" Ingin menemuimu !"
" Baru juga semalem, udah kangen ?" Goda Aqil.
" Isss apaan sih kak..."
Ya Allah gemesssss, dosa gak ya aku cubit pipi gembulnya itu...uhhhhhhhhhh
" Dek, siap kapan untuk bisa dihalalin..."
__ADS_1
" Besok....oopsssss..." Bila langsung menutup mulutnya karna kelepasan. Sementara Aqil hanya terkekeh mendengarnya.
" Yakin ?"
" Ihhhh ya gaklah, Bila gak mau ya perawan ilang diumur yang baru 20 tahun.."
Aqil semakin terkekeh mendengar calon istrinya mengatakan hal yang sangat fulgar menurutnya.
" Tapi kalau aku mau cepet gimana ?" Bisik Aqil dengan nada yang sedikit menggodanya.
" Haissssss, gak mau pokoknya !"
" Ya udah kalau gak mau cari yang lain !"
" Berani cari yang lain, Bila bawain golok panjang ya kak. Awas aja Bila bakal gerettt kak Aqil ...." Gerutu Bila kesal. Aqil semakin terkekeh gemas melihat bidadarinya cemberut kesal.
" Yakin berani ?"
" Yakinlah ..." Ketusnya.
" Kalau gak dosa, kakak cium loh dek. Sayang bangetttt belom halal..."
" Besok nikah ya sayang !"
" Kenapa ?"
" Karna kakak pengen nyumpel mulut bawel mu itu....ha ha ha "
" Kak Aqiiiiiiillllllllllllllllllllllll......" Teriak Bila kesal.
Baca Juga
Uhhhhh swetttt banget sih kalian, Author jadi ngiriiiiiiii
**💕💕💕Tinggalkan
Vote
Like
Komen kalian ya
__ADS_1
Happy Reading guys**...
Bersambung💕💕💕💕