Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Rasya syafaraz


__ADS_3

Kebahagian telah lengkap Aqil dan Bila rasakan dengan hadirnya bayi laki-laki ditengah-tengah keluarga mereka.


Tangis Aqil pecah setelah ia mengadzani bayinya itu.


"Terima kasih sayang !" Ucap Aqil seraya mengecup kening istrinya dengan penuh cinta.


Bila yang merasa terharu dengan sikap suaminya itu ikut menitikan air mata bahagianya. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Bila hanya mengangguki apa yang baru saja Aqil ucapkan.


***


Keesokan harinya, Bila sudah diperbolehkan pulang dengan kondisi yang sudah seperti biasa.


Dengan jemputan mobil pesantren, Bila digandeng pelan oleh suaminya itu. Sementara bayi mungil yang berjenis kelamin laki-laki itu Bul² yang menggendongnya.


"Mau lagi gak sayang ?" Tanya Farhan yang melihat istrinya begitu bahagia saat menggendong cucu pertamanya itu.


"Udah tua Bii..." Jawab Bul² tanpa menoleh suaminya.


"Albi masih kuat loh sayang, gak percaya ?"


"Ihhh apaan sih, gak malu apa ? Makin tua makin jadi ya ."


Aqil dan Bila hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah orang tuanya itu. Sementara Farhan hanya bisa terkekeh yang berhasil menggoda istrinya.


Bul² masih terlihat menggemaskan bagi Farhan saat ia banyak bicara dengan celotehannya yang selalu bikin dirinya ingin mencumbui. Sayangnya masih siang hi hi hi.


Tak membutuhkan waktu yang lama, mobil itu berhasil mendarat tepat dihalaman pesantren.


Iqbal dan Kila menyambut kedatangan anggota baru yang sebagai keponakaannya itu dengan penuh suka cita yang ia ciptakan.


"Selamat datang keponakankunyang gas'ah," Ucap Kila seraya mengambil alih bayi mungil itu dari tangan neneknya.


"Hati-hati dek, perut kamu juga lagi cacingan," Ucap Bul².

__ADS_1


"Hah, cacingan ?" Bila terkejut mendengar ibu mertuanya mengatakan bahwa Kila tengah cacingan.


"Iya, Iqbal kan yang sudah buat Kila cacingan."


"Mkasud Mibu, ada makhluknya ?" Tanya Bila memastikan.


"Gak usah dengerin Mibu, nanti sama gesernya," Sahut Aqil seraya masuk kedalam menyusul Kila.


"Anak durjana !" Gerutu Bul².


"Jangan marah-marah, hari ini kita belum gelutt loh sayang," Ucap Farhan yang baru saja muncul.


"Stttttt, masih siang Bi."


"Peduli amat, Albi mau kok," Jawabnya.


"Albiiii !"


"Malu tau."


"Udah jadi nenek masih malu aja," Ucap Farhan seraya terkekeh.


"Bu, Yah...kalau mau bikinin Aqil adek, jangan didepan pintu dong !" Gerutu Aqil yang kembali muncul mengambil barang dari tangan Ayahnya.


"Kenapa emang ?" Tanya Farhan.


"Gak keluar-keluar nanti nya hahhaha," Aqil tertawa seraya berlari meninggalkan kedua orangtuanya.


"Tuh, anak Albi gitu tuh !"


"Anak kita sayang," Ralat Farhan.


Tak ingin berdebat lebih banyak lagi, Bul² memilih pergi berlalu meninggalkan suaminya yang selalu saja mesum menurutnya.

__ADS_1


Ketiga keluarga itu tengah berkumpul ramai di ruang keluarga.


"Apa kalian sudah punya nama yang cocok untuk di baby ?" Tanya Bul².


"Na'am sudah Bu," Jawab Aqil.


"Siapa nama cucuku yang gas'ah ini ?"


"Rasya syafaraz. Gimana menurut kalian ?" Tanya Aqil meminta pendapat keluarganya.


"Masya Allah, namanya bagus kak, cocoklah sama si ganteng ini," Jawab Kila seraya menoel pipi Faraz yang memang terlihat cubby itu.


"Iya nama yang cocok," Sambung Farhan.


Semua keluarga telah sepakat dengan nama anggota baru dikeluarga ndalem pesantren itu.


"Sayang, Albi mau yang kayak gitu loh !" Bisik Farhan ditelinga istrinya seraya melirik kearah Faraz.


Bul² melotot tajam kearah suaminya seraya mencubit pelan pinggangnya itu.


"Hehehe, kekamar yok ! Gelutttt," Ucap Farhan lagi.


💕💕💕Tinggalkan


Vote


like


komen kalian ya


Happy Reading guys..


Bersambung💕💕

__ADS_1


__ADS_2