Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Season 3


__ADS_3

Warning, adegan masih ada 21++nya !!!!


Harap bijak dalam membaca, oke !!!


Yang masih di bawah umur, diharapkan langsung mingslep aja ! Author gak mau tanggung jawab kalau terjadi hal yang meresahkan wkwkwk๐Ÿ˜‚


***


Aisya larut dalam permainannya, sentuhan dari suaminya membuat ia merasakan panas dingin mengeluarkan peluh bercucuran meskipun cuacanya cukup dingin malam ini.


Permainan inti masih belum dimulai, entah mengapa Rasya menginginkan Aisya yang meminta untuk segera memulai permainan ala-ala pengantin baru itu.


"Mas....." Suara yang terdengar lirih namun masih terdengar di telinga Rasya.


"Kenapa sayang ?"


"Jangan berhenti Mas, ayo !!"


"Ayo kemana ?" Ucap Rasya tersenyum menggoda Aisya yang wajahnya sudah seperti kepiting rebus itu.


"Mas ihh..." Aisya memukul pelan dada bidang suaminya membuat Rasya terkekeh geli.


Rasya mendekatkan bibirnya di telinga sang istri seraya berbisik,"Kamu nakal juga ya sayang kalau di ranjang."


Ia melanjutkan kembali permainan adu bibir dengan rakusnya. Perlahan turun ke leher dan bersemayam di kebun pepaya Aisya yang tersisa 2 batang itu.


Erangan dan lenguhan terus saja terdengar dari bibir Aisya.


"Lakukanlah Mas !" Pinta Aisya meminta suaminya untuk segera memainkan permainan inti mereka.


ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุงูŽู„ู„ู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ุฌูŽู†ู‘ูุจู’ู†ูŽุง ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ูŽ ูˆูŽุฌูŽู†ู‘ูุจู ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ูŽ ู…ูŽุง ุฑูŽุฒูŽู‚ู’ุชูŽู†ูŽุง


"Bismillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa".


Artinya: Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.


Di bawah selimut mereka menyatukan dua benda yang berbeda bentuk dan jenis itu. (Taulah, Author bingung wkwk๐Ÿคฃ )


"Sayang, ahhhhhhhhhh...ak..aku..ma..mau.....ahhhhhhh"


Tubuh Rasya menggelinjang hebat menahan sesuatu yang ingin ia keluarkan segera.


Dan akhirnya, permainan itu di akhiri Rasya yang ternyata telah kalah lebih dulu.


ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ูู„ู„ู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู…ู’ู€ูŽู€ู€ุงุกู ุจูŽุดูŽู€ู€ู€ุฑู‹ุง


"Alhamdu lillaahi dzdzii khalaqa minal maa i basyaraa".


Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan).


"Terima kasih sayang telah menjaganya hanya untukku."


Cup...


Rasya mengecup kening istrinya dan beranjak dari ranjang untuk segera membersihkan diri. Sementara Aisya yang telah terkulai lemas itu seolah tidak bisa berdiri dengan baik memilih untuk tidak beranjak dari ranjangnya.


Setelah selesai mensucikan dirinya, Rasya membaringkan tubuhnya di samping sang istri yang sudah terlelap sejak tadi.


***

__ADS_1


Alarm ponsel Rasya berbunyi tepat di jam 4 pagi, sang pemilik ponsel mengerjapkan matanya dengan tangan yang meraba ponselnya itu.


Setelah sadar sepenuhnya, Rasya menatap wajah wanita yang saat ini sudah halal miliknya seraya tersenyum.


Ditambah lagi mengingat kejadian semalam yang Rasya baru ketahui ternyata Aisya cukup agresif.


"Sayang, hei bangun dek !" Ucapnya membangunkan sang istri seraya menepuk-nepuk pipi cantiknya.


Enghhh...


Lenguh Aisya meregangkan kedua tangannya seraya menoleh wajah tampan yang tengah menatapnya.


"Asalammualaikum sayang, selamat pagi !" Sapa Rasya dengan senyum manisnya.


Aisya mencoba bangun dan duduk sejajar dengan suaminya itu, tak lupa ia juga menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang masih polos tanpa sehelai benang pun.


"Waalaikumsalam, pagi juga mas.." jawab Aisya dengan suara serak khas bangun tidur.


"Mandi gih ! Bentar lagi adzan subuh," ucap Rasya dengan tangan yang mengelus rambut istrinya.


Aisya mengangguk. Kaki kanannya mulai turun dari ranjang meskipun ia merasakan cukup sakit di bagian sel**kangannya, tapi Aisya mencoba menutupi itu dari Rasya karna takut membuatnya khawatir.


Sekaku-kakunya Rasya, ia tidak pernah membiarkan wanita yang disayanginya merasa kesusahan apa lagi sampai merasakan sakit karna ulahnya.


Tanpa aba-aba, Rasya langsung menggendong tubuh istrinya menuju kamar mandi."Biar mas bantu !"


Setelah selesai membersihkan tubuhnya, Aisya kini sudah berpakaian rapi dengan mukena yang sudah terbalut di tubuhnya. Hari ini akan di mulai status dan kewajiban barunya setiap pagi, bahkan setiap saat Rasya membutuhkannya.


Melihat Aisya yang tengah kesakitan membuat Rasya tidak tega meninggalkannya walau sebatas untuk shalat berjama'ah di masjid. Ia lebih memilih untuk jama'ah bersama istrinya di rumah.


Setelah selesai shalat, Aisya menyetor hafalannya pada sang suami sebelum akhirnya menantu akan terjun kedapur mertuanya memasak makanan untuk mereka sarapan.


"Mendingan mas, mungkin kalau dibawa gerak sakitnya akan hilang," jawab Aisya seraya membereskan mukena serta sajadahnya.


"Maafkan mas dek, mungkin semalem mas terlalu kasar," ucap Rasya merasa bersalah.


Aisya tersipu malu, Rasya mengingatkannya akan kejadian semalam, padahal hal itu wajar adanya jika setiap wanita akan merasakan hal yang sama di malam pertamanya dengan suami.


"Sttttt, jangan ngomong macem-macem mas ! Aisya gak papa kok, bentar lagi juga baikan," jawabnya seraya tersenyum.


"Mas mau dibuatkan teh atau kopi ? Biar Aisya buatkan !" Tawarnya pada Rasya.


"Mas mau kopi sayang, tapi kalau sakitnya gak ilang lebih baik adek istirahat ya !"


"Iya mas," Aisya tidak percaya melihat suaminya yang begitu khawatir pada hal yang wajar terjadi.


Ia melangkahkan kakinya menuju dapur yang ternyata sudah ada ibu mertuanya yang juga tengah membuatkan kopi untuk suaminya.


"Asalammualaikum Umi, maaf Aisya bangun kesiangan."


"Waalaikumsalam. Kesiangan apa sih neng, ini juga baru jam 5. Lagian pengantin baru mah biasa kalau bangunnya kesiangan," jawab Umi Bila seraya terkekeh.


"Aisya mau buatin mas Rasya kopi, Umi."


"Iya neng silahkan ! Ini air panasnya masih ada. Rasya tidak suka terlalu manis, jadi gulanya kira-kira aja !" Ucap Umi Bila memberitahu menantunya, Aisya pun mengangguk sebagai tanda mengerti.


Secangkir kopi panas sudah ia sajikan di atas meja makan,


juga beberapa menu sarapan telah siap tersaji di sana.

__ADS_1


Aisya segera memanggil suaminya yang baru saja menyelesaikan ngajinya itu.


"Sini dulu !" Rasya menarik tangan istrinya untuk masuk dalam dekapannya.


"Mas, nanti umi lihat," Aisya memberontak meminta Rasya melepaskan pelukannya. Namun bukannya melepaskan, Rasya semakin mengeratkan pelukannya.


"Mas masih gak yangka aja, ternyata kita udah nikah sekarang. Terima kasih sayang, terima kasih sudah memilih mas sebagai pendamping hidupmu."


"Harusnya Aisya yang berterima kasih sama mas. Mas Rasya udah mau menjadikan Aisya yang jauh dari kata shalehah ini sebagai pendamping hidup. Aisya sen....eng banget sekarang, Aisya bahagia mempunyai suami yang pengertian juga romantis kayak mas Rasya. Ternyata mas itu gak kaku-kaku banget ya hi hi hi," ucapan Aisya sontak membuat Rasya melepaskan pelukannya dan...


Cup....


"Mas juga masih normal dek," bisik Rasya.


Rasya tersenyum, meninggalkan istrinya begitu saja yang masih terdiam mematung seraya mengerjapkan matanya berkali-kali.


Ya Allah suamiku.....


Aisya menyusul suaminya yang ternyata tengah menikmati secangkir kopi bersama Abinya.


Ikut mendudukkan dirinya di kursi samping Rasya, seraya memperhatikan mereka yang tengah mengobrol.


"Mi pengantin baru mah rambutnya klimis ya," celetuk ustadz Aqil membuat Aisya menunduk malu.


"Emangnya Abi gak ? Toh bunyi geluduk semalem bukan cuma dari kamar Rasya, tapi dari kamar kita juga," sahut Umi Bila membuat semuanya terkejut dan salik lirik.


"Mas, emangnya semalem ujan ya ?"


"Hujan lokal Neng," bukan Rasya yang menjawab tapi Umi Bila yang menimpali pertanyaan menantunya itu.


"Maksudnya gimana mi ?" Tanya Aisya yang memang tidak mengerti dengan ucapan ibu mertuanya.


"Hujan yang hanya bisa di ciptakan kaum lelaki dan sangat membahayakan efeknya pada kaum wanita," jawab Umi Bila membuat Aisya semakin tidak mengerti arah bicaranya.


Hujan macam apa itu ?


Bukankah setiap hujan itu berkah ? Memangnya efek yang membahayakan bagaimana, aku jadi penasaran.


"Mas, kalau yang di katakan umi bener coba dong lakuin ! Aisya pensaran mas. Kalau mas gak mau biar Aisya minta Abi aja deh, ya kan Bi ?!'


"Apa......?"


๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐ŸคฃHujan yang membuatmu ketagihan Aisya, malah gak akan mau berteduh pastinya..


Sekali byurrrrrrrrr....langsung nyessssssssss


bengkak 9 bulan ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ


Tinggalkan


Vote


Like


Komen kalian ya...


Biar Author makin semangat buat up nya..


Happy Reading guys..

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2