
Masih tidak percaya rasanya Bila baru saja dikhitbah seseorang yang sudah lama ia harapkan, yang sudah lama ia nanti pinangannya dan yang sudah lama bersemayam dalam hatinya sedari beberapa tahun lalu. Bila bergulang-guling dalam kamarnya seraya menatap kotak berwarna merah yang Aqil berikan sebagai tanda pinangannya. Sungguh, bibirnya tak henti-hentinya mengulas senyum menatap cincin yang sangat pas dijari manisnya itu.
...Ditambah lagi, ia mendapat panggilan khusus dari calon suaminya yang memang Bila sangat menyukai panggilan itu. Tidak ada kebahahagian yang lebih indah dari ini, penantianku, kesalahpahamanku, dan keraguanku, kini telah terbayar tunai dengan ucapan kata Khitbah dari bibir Aqil sendiri....
Semoga Allah senantiasa selalu meridhoi rencana kami hingga kata SAH telah saksi ucapkan. Hingga sighat taqlig telah kami ikrarkan didepan para saksi. Rinduku dan cintaku padamu semua karna Allah ta'ala.
Tok
Tok
Tok
" Sayang, boleh Umi masuk ?" Suara ketukan pintu yang ternyata adalah ibunya seketika membuyarkan lamunan Bila.
" Boleh Umi !" Jawabnya dari dalam kamar.
Safa pun mendudukan dirinya disamping sang anak seraya mengelus rambut panjang anak gadisnya itu.
... " Bilaaaaa, Umi hanya mengingatkan untuk selalu jaga jarak dengan lawan jenis. Kamu anak perempuan Umi satu-satunya, Umi tidak mau sampai terjadi apapun sama kamu nak !" Nasehat Safa....
" Na'am Umi, Bila akan selalu ingat pesan Umi."
" Dan ingat sayang, kamu sudah menjadi calon istri Aqil. Jaga mata jaga hatimu, jangan kecewakan keluarga nak !"
" Siap Umi, lagian kan Umi tau kalau Bila mengagumi kak Aqil sedari lama..."
" Iya sayang, tapi tetap saja jangan sering berdua-duaan ya kalian belum sah. Kalau mau ngobrol lebih baik dirumah jangan diluar pesantren bila perlu ajaklah Kila untuk menemanimu !"
" Na'am Umi, Bila paham..."
" Ya udah istirahat ya, Umi juga mau kekamar.."
" Iya Umi." Jawabnya seraya mengangguk tersenyum.
Tak lama setelah keluarnya sang Ibu, Bila pun memejamkan matanya dengan mimpi yang menemani tidur lelapnya.
***
Dikeluarga Ustadz Farhan, Kila terlihat tengah menggoda kakaknya habis-habisan. Bagaimana tidak, sahabatnya yang dilamar, namun Kila yang merasa baper.
Kakaknya adalah tipe orang yang cuek, namun sekali cinta, ia akan berubah menjadi pebucin yang akut 🤣🤣🤣.
" Kak, gimana perasaan kakak tadi ?" Tanya Kila pada kakaknya.
" Seneng dong !"
" Gitu doang ?"
" Terusssss ?"
__ADS_1
" Dihhh, ya jelasinlah kak gimana perasaannya secara detailnya !" Gerutu Kila.
" Mau tau aja...."
" Begini nih calon Ustadz kulkas, kudu diceburin kelaut asin biar memeleh ." Gerutunya lagi.
" Udah sana tidur ! Ganggu aja "
" Dasar laknattt..." Gerutu Bila kesal seraya membalikan badan meninggalkan Aqil.
Aqil hanya tersenyum seraya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang Adik yang tidak pernah bersikap dewasa.
Aku pun tidak bisa mengungkapkan bagaimana rasanya hanya lewat kata. Tapi yang pasti, aku tidak mau terlambat untuk memilikimu bidadariku
... Keesokan harinya, entah kabar darimana dan siapa yang menyebarkan berita itu, kini pesantren dihebohkan dengan khitbahan Gus Aqil yang berlangsung tadi malam sehingga berhasil membuat banyak para santri dan santriwati bertanya-tanya saking penasarannya....
Karna tentu saja berita yang tersebar adalah Gus Aqil telah mengkhitbah salah satu santriwati dipondok pesantren Nurul Huda ini.
" Siapa yang sudah Aqil khitbah ? Apa itu artinya aku sudah tidak lagi memiliki harapan ?" Gumam Zahra lirih.
Bahkan Zahra sendiri pun merasa terkejut dengan berita yang begitu saja meluas diarea pesantren.
" Apa mungkin akhwat itu adalah Bila ?" Zahra terus saja bertanya-tanya dalam hatinya.
Karna memang pagi ini ia belum melihat Bila datang keasrama, hingga Zahra pun dibuat kalang kabut dengan beredarnya berita khitbahan Gus Aqil. Pasalnya, ia pun sudah berkata pada Bila dan berusaha meyakinkan bahwa dirinyalah yang akan dikhitbah Aqil. Namun saat kenyataan terpampang jelas didepan mata dan pendengarannya, Zahra begitu syock dan merasa malu. Bagaimana dirinya begitu yakin kalau Aqil akan mengkhitbah Zahra ? Sementara Bila sendiri menutup rapat kenyataan yang sudah ia ketahui sebelum hari ini terjadi.
Sementara Bila baru saja keluar rumahnya dengan wajah yang berseri-seri. Saat memasuki area asrama puteri, tiba-tiba langkahnya terhenti.
" Iya tapi aku gak yakin kalau Zahra yang dikhitbah..."
" Beruntung banget Ukhty itu ya, bisa dikhitbah setampan Gus Aqil "
Bila yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan kembali melanjutkan langkahnya.
Namun tiba-tiba saja tangannya ditarik seseorang saat berada didepan gudang.
" Astagfirullah, Zahra....."
" Kenapa ? "
" Gak papa aku cuma kaget aja.."
" Aku mau nanya sesuatu deh sama kamu. " Ucap Zahra dengan nada sinis.
" Nanya apa ?"
" Kamu pasti udah dengerkan berita pagi ini yang menyebar luar dipesantren ?"
" Iya, lalu ?"
__ADS_1
" Kamu pasti tau kan siapa yang dikhitbah Aqil ?"
" Bukannya kamu yang begitu yakin kalau kak Aqil mau mengkhitbahmu Zahra. Lalu kenapa bertanya ?" Ucap Bila dengan santainya.
" Ya karna bukan aku yang Aqil khitbah Bila, apa kamu puasss !"
" Kenapa harus marah padaku ? Kalau kak Aqil tidak mengkhitbahmu berarti bukan kamu yang beliau kagumi Zahra."
" Aku tidak terima Bila, aku mencintai Aqil.." Jawabnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
" Hati dan cinta tidak bisa dipaksakan Zahra, kalau pun dipaksa itu tidak akan baik. Bukannya bahagia yang ada hanya rasa bersalah yang amat dalam Ra."
" Tunggu dulu, kenapa kamu begitu santai mendengar Aqil mengkhitbah seseorang. Atau jangan-jangan, orang itu kamu Bila ? Benerkan ?"
" Kamu bisa bertanya langsung pada kak Aqil Ra, kalau penasaran yang kini membuatmu sangat sesak.."
Tanpa menjawab, Zahra langsung pergi berniat mencari keberadaan Aqil.
Keberuntungan berpihak pada Zahra kali ini, ia berhasil menemukan Aqil hanpa harus bersusah payah mencarinya.
" Asalammualaikum..."
" Waalaikumsalam."
" Aku mau bicara sesuatu padamu Qil !"
" Na'am silahkan !"
" Apa bener kamu mengkhitbah seorang akhwat salah satu santriwati disini ?" Tanya Zahra dengan mata dan hati yang sudah sangat panas.
Aqil terdiam sejenak, ia sudah menduga bahwa khitbahanya akan tercium semua orang. Bahkan Aqil sudah menyiapkan jawaban dari pertanyaan yang akan dilontarkan setiap orang.
" Na'am, itu benar ." Jawab Aqil dengan santai.
Deg.....
Panas dalam dada Zahra semakin terasa, nafasnya semakin tak beraturan menahan sesaknya. Mata yang sedari tadi sudah berair, kini ia menumpahkannya dihadapan Aqil.
" Kenapa Qil, tidak melihatkah kamu kehadiranku ?" Ucap Zahra seraya menitikan air matanya.
" Maksudnya kamu apa Zahra ?" Tanya Aqil bingung. Pasalnya selama ini Zahra baik-baik saja. Bahkan Aqil sendiri pun tidak mengetahui kalau seseorang yang ia tolong dari bulian teman kampusnya, dalam diamnya memiliki rasa yang lebih dari sekedar teman.
💕💕💕**Tinggalkan
Vote
like
komen kalian ya !!
__ADS_1
Happy reading guys**.
Bersambung💕💕💕