Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Sebuah keyakinan


__ADS_3

Hanya berta'aruf, jika Ukhty masih tidak merasa nyaman dan menyukai Ana. Boleh Ukhty putuskan selanjutnya !" Ucap Rafi lagi.


" Ba_baiklah, Ak- aku.....M___


" Tunggu dulu........."


Kedatangan seseorang berhasil menghentikan kalimat yang ingin Safa ucapkan.


" Akhi Angga...." Gumam Safa lirih.


" Maafkan saya kalau menyela, namun sebelum itu saya ingin mengatakan sesuatu denganmu Ukhty Safa.


" Iya kenapa Akhi....?" Tanya Safa.


" Sebelum terlambat, saya ingin mengatakan kejujuran hati saya yang memang telah mengagumi Ukhty sedari lama. Maafkan saya yang sudah berani menaruh hati pada Ukhty..." Ucap Angga jujur.


Deg.....


Ucapan Angga sontak membuat semuanya terkejut tanpa terkecuali. Dulu, Bul² pernah merasa kalau salah satu sahabat Adam ada yang menyukai Safa, namun ia tidak ambil pusing soal itu. Toh bahkan Safa pun gak pernah cerita masalah hatinya, ia terlalu tertutup jika menyangkut hal yang pribadi.


" A-apa maksud Akhi...?" Tanya Safa gugup.


" Saya ingin mengatakan isi hati saya Ukhty. Semakin saya memendamnya, saya makin tersiksa."


" Ta-tapi...maaf Akhii Ak-aku_____


" Tidak perlu dijelaskan, Saya sudah memahaminya. Ditambah lagi ada Ustadz Rafi yang juga sama memiliki rasa pada Ukhty Safa, terus terang saya ingin mundur." Ucap Angga sendu.


Farhan dan Bul² tidak tega melihat betapa sakitnya Angga selama ini memendam perasaannya sendiri. Menyaksikan sendiri Safa mencintai orang lain dan kini malah ada yang akan mengajaknya berta'aruf. Hua😭😭😭😭 sabar ya Angga hiks hiks.


Bagaimana dengan Rafi, sedari tadi ia hanya diam memperhatikan Angga. Memang benar, Angga sangat mencintai Safa, namun ketakutan untuk mengungkapkan membuat ia selangkah lebih lambat dari pada Rafi.


Ada sedikit cemburu yang kini Rafi rasakan, akankah Safa memilihnya sebagai pendamping hidup atau Angga, Rafi bertanya tanya dalam hatinya.


" Kalau hanya itu jawabanmu tidak akan memuaskan Akhi Angga Safa. Maksudku, saat ini kamu ingin Kak Afi atau Akhi Angga yang berjuang menjadikanmu pendamping hidupnya ?" Tanya Bul² pada sahabatnya.


" Aku masih bingung Bul...."


Jawaban yang sangat tidak diharapkan kehadiarannya terutama untuk Rafi.


' Aku ingin Rafi yang berjuang. Gitu doang apa susahnya sih Ukhty....' Gerutu Rafi dalam hati.


" Saya percayakan Ukhty Safa pada ustadz Rafi. Saya pun merasa tidak pantas sebenernya, namun apa daya saya yang memiliki rasa yang fitrah ini padanya..." Jelas Angga lagi.


" Apa kamu akan menyerah secepat ini ?" Tanya Rafi.

__ADS_1


" Apa maksudmu ? bukankah kamu mengajakku berta'aruf, lalu kenapa malah menguruhnya untuk tidak menyerah ?" Gerutu Safa sedikit kesal.


Rafi, Bul² dan Farhan menahan tawanya namun tidak dengan Angga. Tanpa sadar, sengaja atau tidak Safa sudah mengatakan jika ia ingin Rafilah yang berjuang menjadikannya pendamping.


" Heiiii apa itu artinya Ukhty menyuruh untuk berjuang ?" Goda Rafi mengedipkan sebelah matanya.


' Aku yakin, kalau Ukhty akan menerimanya. Sebuah keyakinan tidak pernah salah, dan aku pun sangat sangat yakin hal itu !' Gumam Rafi dalam hati.


Safa langsung membulatkan matanya dengan sempurna dan menutup mulutnya yang sedikit menganga.


' Aishhh...bodoh banget sih, kenapa coba aku ingin dia yang berjuang. Alesannya apa ?


Cinta.....tapi gak mungkinkan ?' Gumam Safa dalam hati.


" Jangan salah paham dulu, maksudku adalah...emmmmm maksudku_____


" Udahlah Saf, gengsi banget tinggal jawab IYA..." Ucap Bul² memangkas ucapan Safa dan sedikit menekankan kalimatnya diakhir.


" Baiklah, bismilah....Aku bersedia menerima ta'aruf Kak Rafi...."


Deg........


2 Orang lelaki yang perasaannya sama, kini saat mendengar perkataan Safa membuat keduanya beralih haluan.


^^^Rafi yang terlihat sangat bahagia niat ta'arufnya diterima Safa, entah pertemuannya dengan Safa saat pertama kali ia sudah bisa merasakan aneh dalam hatinya. Namun ia menepiskannya begitu saja hanya karna masih menunggu gadis kecil cantik nan imutnya dimasa lalunya itu. Setelah mengetahui Bul² sudah menikah dan suaminya adalah sahabatnya sendiri, Rafi mencoba mengubur dalam-dalam perasaannya. Lagi lagi hadirnya Safa mampu membuatnya merasakan rasa itu kembali.^^^


Sedikit tidak rela sih, tapi ya sudahlah... aku tidak mau egois membuat seorang yang kusuka untuk terpaksa menyukaiku. Karna hal yang dipaksakan tidak semuanya berjalan mulus pada akhirnya.


" Apa kamu tidak keberatan Akhi Angga ?" Tanya Rafi.


" Ti-tidak....kalau itu membuat Ukhty Safa bahagia, Saya ikhlas lilahitaalla melepaskannya untukmu ustadz Rafi." Jelas Angga menutupi sakit dalam hatinya.


Farhan dan Bul² menyadari itu, namun saat ini ia tidak bisa melakukan apapun.


Karna ini sudah keputusan yang Safa berikan, suka atau tidak mereka harus menerimanya dengan lapang dada dan ikhlas.


Selepas drama antara sahabat sahabatnya, Farhan dan Bul² kembali kerumah mengingat waktu sudah memasuki ashar.


Selama perjalanan menuju rumah, Bul² terus saja menceritakan tentang kecurigaannya pada Akhi Angga dulu.


" Kan kasian Bi Akhi Angga. Iya kan...."


" Iya sayang.....Albi bersyukur deh punya istri kayak Adek. Terima kasih ya sayang, sudah mau menerima Albi yang penuh kekurangan ini." Ucap Farhan pada istrinya.


Seketika Bul² langsung menaruh jari telunjuknya tepat dibibir suaminya itu.

__ADS_1


" Sttttt Albi bicara apa sih, Adek sangattt sangatttt mencintaimu sayang. Adek tidak memandang kelebihan dan kekurangan Albi, bagi Adek kelebihan yang Albi miliki adalah berkah untuk Adek dan kekurangan Albi adalah Aib untuk kita yang sebisa mungkin Adek akan menutupi dan melengkapi kekurangan itu Bi." Jelas Bul² pada suaminya.


Farhan sangat bahagia, kebahagiannya tidak dapat diukur dengan luasnya lautan atau besarnya gunung, apa lagi meteran🤣🤣🤣 wesss buang aja ke tong sampah meteran itu gak guna 🤣🤣🤣.


" Keyakinan Albi untuk meminang Adek akhirnya berbuah manis ya ..." Ucap Farhan.


" Maksudnya ?" Tanya Bul² bingung.


" Dari awal Albi sudah yakin dengan Adek saat pertama kali kita bertemu. Karna Albi sudah melihat Adek dalam mimpi istiqaroh yang Albi jalani selama dikairo. Dalam mimpi itu, Albi melihat mata seorang akhwat berbentuk seperti kacang almond mata nya indah sangat teduh dipandang. Waktu Albi pulang ketanah air, saat pertama kali Albi melihat Adek, Albi sudah sangat yakin untuk meminang Adek bagaimana pun caranya." Jelas Farhan memegang tangan Bul² lalu menciumnya.


" Ihhhh itu namanya pemaksaan...."


" Jangan salah loh sayang, sebuah keyakinan itu gak pernah salah. Buktinya karna keyakinan Albi dari awal kita nikah sekarang, bahkan kini kita sudah memiliki buah hati, meskipun masih calon ."


" Iya iya Adek percaya...."


" Nah gitu dong, kalau Adek percaya kita shalat ashar dulu, habis itu layani Albi diatas ranjang. Karna Albi yakin, Adek tidak akan menolak ." Bisik Farhan pada telinga istrinya.


" Ihhhh, itu sih maunya Albi.....dasar mesummmm"


" Eittttttt, keyakinan gak pernah salah." Bantah Farhan seraya tersenyum.


" Tapi kan_____


" Mau surga apa neraka...."


" Selalu aja gitu....., iya surgaaa....." Jawab Bul² malas.


" Tuh kan bener, keyakinan itu gak pernah salah. Albi pun yakin Adek tidak akan menolak saat Albi meminta, terbuktikan...." Ucapnya seraya terkekeh.


" Terpaksa...." Ketus Bul².


" Eittttsssss ingetttt, mau surga atau neraka ?"


" Iya iya surga....bawelll banget sih..."


💞💞💞**Tinggalkan


Vote


Like


Komen kalian ya ???


Happy reading guys**

__ADS_1


Bersambung💞💞💞


__ADS_2