Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Extra part 11


__ADS_3

Benarkah ini yang dinamakan kasmaran, kenapa rasanya sangat bahagia saat


mendengar kata manis dari seseorang yang kita harapkan. Kenapa setiap perkataannya selalu terngiang-ngiang ditelinga ? Apa karna jatuh cinta memang seperti itu rasanya ?


... Bila Salsabila, nama itu.....ahhh entahlah harus bagaimana mengungkapkannya. ...


Ia terus saja tersipu malu saat Aqil mengatakan hal manis sekalipun hanya 1 kata. Baginya, itu adalah rasa yang terobati selama 5 tahun lamanya dalam menanti.


Aqil tersenyum seraya menatap seseorang yang ada dihadapannya. " Bilaaaaaa......" Panggil Aqil.


Dengan pandangan yang terus menunduk, Bila mengatakan.." Iya...."


" Bagaimana, apa kamu percaya sekarang ?" Tanya Aqil dan Bila pun mengangguk pelan.


" Apa Bila siap ?" Tanya Aqil lagi.


Bila mendongakkan sedikit kepalanya untuk bisa menatap Aqil, seolah tatapannya itu meminta penjelasan padanya.


Aqil memahami itu, namun ia masih ingin memberinya kejutan sebelum Bila tau niatnya.


" Aku akan memberikan sesuatu besok malam, persiapkanlah dirimu !" Ucapnya seraya tersenyum tipis. Tanpa menjawab, Bila pun menganggukan lagi apa yang Aqil ucapkan.


...Huaaa....ya Allah, Alhamdulilah penantian Bila berbuah nangka gak jadi berbuah durian, soalnya berduri 🤣🤣🤣. ...


***


...Aqil dan Kila tengah menjelaskan dan mendengar penjelasan satu sama lain, kini berbeda dengan Kila yang cemberut kesal karna ulah Ibunya itu....


Bul² memaksa Kila untuk mengantarkan makanan khusus untuk Iqbal, karna ia tidak kebagian makan malam didapur umum, Bul² memutuskan untuk mengambil makanan dari rumahnya dan menyuruh Kila mengantarkannya pada Iqbal.


" Isssss, kenapa gak kakak aja si Bu....?" Gerutu Kila seraya menghentak-hentakan kakinya dilantai.


... " Kakak kerumah paman Rafi sayang, hanya ada kamu disini. Jadi Kila aja ya yang antar ini pada Iqbal..." Ucap Bul² seraya memberikan 1 piring nasi beserta lauknya yang sudah ia tutup....


" Tapi kan, ahhhhh mibuuuu, ayolahhhh. Kenapa Adek harus keasrama ikhwat ?"


" Tidak papa sayang, Mibu yang suruh...!" Ucao Bul² tersenyum.


" Udah gih, anterin ! kasihan loh dia pasti laper...."


" Dihhh biarin aja....perduli kila apa..." Gerutunya.


" Adekkkkkkkk......."


" Iya...iya....Adek anterin..."


Bila dengan kesalnya terpaksa mengantarkan makanan untuk Iqbal seraya menggerutu.


" Nyopettt aja cepetttt, giliran ambil makan paling lelet, jadinya gak kebagian kan...kalau gak kebagian kayak gini siapa yang susah, Kila juga pastinya..." Gerutunya.


" Rada nyesel deh ngasih saran Mibu ngajak dia kepesantren. Malah tambah nyusahin..."


" Siapa yang nyusahin....."


Deg.......


" He he he...bukan siapa-siapa, tadi kecoa masuk dalam jilbab, jadi nyusahin..." Jawab Kila sebisa mungkin mengelak.


... " Yakin......?" Kila pun langsung mengangguk dengan cepat....

__ADS_1


" Gak ngomongin aku ?"


' Dia itu manusia apa hantu, kenapa kupingnya selalu bisa mendengar apa yang aku ucapkan. Padahalkan tadi dia gak ada....'


" Ng-gak kok, he he he ....gak ada gunanya juga .."


" Tapi pasti ada gunanya untukmu...." Ucap Iqbal berlalu pergi....


" Heiiiii tungguuuuuuuu..........."


" Apa, saya masih disini loh. Kangen ?"


" Dihhhh, pede tingkat kota kamu mah. Siapa juga yang kangen sama pencopetttt...."


Jlepppp


Raut wajah Iqbal seraya berubah seketika, ia memang sebagai pencopet sebelum diajak Kila masuk pesantren. Hal itu ia lakukan karna sulitnya mencari pekerjaan dengan sekolah yang hanya lulusan SMP. Sementak kedua orangtuanya meninggal, Iqbal harus berjuang keras siang dan malam demi mencukupi hidupnya dengan sang Adik. Hingga Adiknya sakit dan dinyatakan mengidap leukimia, tentu saja hal itu membuat Iqbal begitu syok. Diumurnya yang masih belasan tahun ia harus bisa mencari banyaknya uang demi mencukupi kehidupannya dan biaya berobat sang Adik.


......Kila yang melihat perubahan wajah Iqbal ia pun merasa bersalah. ......


" Ma-mafkan aku, aku gak bermaksud___


" Tidak papa, saya memang pencopet sebelumnya, Mbak tidak salah. Maaf saya harus pergi...."


" Tunggu dulu....!" Panggil Kila lagi.


" Ini........!!!! Ibuku menitipkan makan malam untukmu...."


" Saya tidak lapar.....permisi...."


" Iqbal aku mohon, setidaknya terima ini demi Ibuku. Beliau sangat mengkhawatirkanmu !" Pinta Kila.


" Maafkan aku kak...."


" Apa, kamu panggil saya apa ?"


" K-kak....."


" Buahahhahahhaha, tidak salah ? Tapi kalau saya meminta apa boleh ?" Tanya Iqbal dan Kila pun mengangguk pelan seraya menunduk.


" Emmmmm, saya minta kamu panggil saya Mas aja..."


" Haissss kenapa harus itu, itu terdengar romantis sekali, itu lebih cocok untuk pasangan suami istri..."


" Itu juga akan terjadi kan ?"


" Ma-maksudnya ?" Tanya Kila meminta penjelasan.


" Bukan apa-apa...." Jawab Iqbal tersenyum.


Kila hanya menyebikan bibirnya dibalik Niqab setelah mendengar jawaban yang sangat tidak memuaskan.


' Sejujurnya saya penasaran dengan dirimu, tapi saya pendam itu mengingat siapa saya sebenernya. Selagi saya belum menjadi pribadi yang lebih baik, saya hanya bisa menahannya...'


" Pulanglah, sudah malam....!" Titah Iqbal.


" Yang mau berlama-lama disini siapa ?"


" Siapa tau pengen bareng saya....!"

__ADS_1


" Astagfirullah, kenapa ada orang yang pd nya tingkat dewa seperti dirimu..." Gerutunya.


" Karna orang seperti saya sangat langka...."


" Ck, memang benar. Sungguh kehadiranmu sangat merepotkan ..."


... " Namun juga menguntungkan ..."...


" Dimana untungnya, aku harus mengejarmu untuk mengambil dompet seorang nenek, aku harus berdebat denganmu karna kau telah berani memegang tanganku, dan malam ini istirahatku terganggu karna Ibuku meminta mengantarkan makanan ini padamu. Ck, itu yang kau bilang menguntungkan, punya hati atau tidak ?"


Iqbal hanya terkekeh mendengar ocehan Kila yang tak ada habisnya. Entah kenapa, gaya bicara Kila itu sangat bisa membuatnya tertawa. Apa lagi disaat ia kesal, omelan dan gerutunya tidak akan habis sebelum pagi ketemu pagi.


... Iqbal baru menemui wanita yang berani seperti Kila, bahkan ia perduli dengan susahnya orang lain tanpa memandang statusnya....


Ia berani mengejar pencuri demi bisa mengembalikan barang pada pemiliknya.


' Baru sehari saya mulai mengagumi Aqila '


" Ada yang lebih menguntungkan untukmu ..." Ucap Iqbal dengan yakin dan percaya diri.


" Apa....?"


" Tidak perlu susah payah mencari jodoh..."


" Maksudnya ?"


" Karna sayalah jodohmu....!"


Bluss.....


Aaaaa Kilaaaaaaa pipinya banyak stiker merah tuh........hi hi hi


***Maafkan Author yang telat Up....sampai hari selasa Author bener-bener sibuk rewang.


Tenaga Author digilir sana-sini udahhh kek robottttt pokonya.........


Tapi jangan khawatir, Author usahakan untuk up setiap harinya kalau Author gak drop saking cuapeknya....sekarang pun Author baru selesai buat kue huahhhhhhhh makkk seharian harus berhadepan dengan kompor dan Oven.


Langsung nulis loh demi kalian, bisa Up doble akan Author lakukan kalau gak ya...sijiiii wae gak popo yo he he he....


Maklumlah, tenaga robot....digilir sana sini....


Author mau bobok cuantek dulu sebelum besok subuhhhh mulai lagi umprek didapur...


Biar nanti bisa manen kalau kata orang orang.....


Hidup butuh tetangga dan saudara ya mak...tapi kalau tidak ada woro-woro kita juga sungkan mau dateng, ya gak sih...


Howalahhh Author malah curhatttt


He he he gak papalah ya...hibur Author dengan komen terkocak kalian dong...biar senyum agak lebar dikit gak mingkem ae kayak cucut🤣🤣🤣


Vote


Like


Komen jangan ketinggalan


Bersambung💕💕💕***

__ADS_1


__ADS_2