Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Extra part 4


__ADS_3

Hari-hari telah berlalu, tahun pun telah berganti. 5 Tahun sudah pesantren tanpa adanya sosok Aqil dan juga Ilham.


Meskipun dihari libur, Aqil dan Ilham tak pernah sambang kepesantren melainkan Bul² dan Farhanlah yang menghabiskan waktunya dijakarta. Entah apa sebabnya, ia tak menyambangi pesantren dalam jangka waktu yang sangat lama.


Bul² bingung dengan sikap anak lelakinya itu, pasalnya, ada seseorang akhwat yang tengah dekat dengan anaknya. Dan itu yang tak lain adalah teman kuliahnya sendiri.


" Kak....." Panggil Bul² pada Aqil.


" Iya Bu, kenapa ?"


" Kakak lagi deket sama Akhwat ya ?" Tanya Bul² akhirnya.


" Tidak Bu, Aqil hanya membantu Zahra dari bulian temen dikampus ." Jelas Aqil.


Bul² pun hanya ber oh ria seraya mengangguk.


" Tidak kangen pesantren ?" Tanya Bul² tiba-tiba.


Deg.....


Tiba-tiba saja Aqil menghentikan aktifitasnya setelah mendengar kata pesantren.


Sejujurnya ia rindu, bahkan sangat...


Namun ada alasan kuat kenapa ia tak mau menyambangi pesantren sebelum kuliahnya bener-bener selesai.


" Aqil rindu pesantren Bu, insyaallah Aqil akan pulang kerumah lusa.." Ucap Aqil tersenyum.


Setelah berbincang dengan ibunya tiba-tiba saja. Farhan datang dengan tergesa-gesa.


" Bu, Aqil....turunlah sebentar, ada tamu yang mencari kalian...!" Ucap Farhan.


" Siapa yah ?" Tanya Aqil dan Bul² kompak.


" Turun saja dulu ! Aqil, duluanlah turun !" Titah Farhan. Aqil pun langsung mengangguki ucapan ayahnya.


" Eitsss mau kemana Bu ?" Tangan Bul² tiba-tiba dipegang suaminya saat hendak mengikuti langkah anaknya itu.


" Mau turunlah Bi, katanya ada tamu.."


" Albi kangen masa romantis kita sayang..."


" Dihhh udah tua juga, masih aja mesum.." Ucap Bul² menatap tajam kearah suaminya.


" Surga atau neraka...?"


" Isshhhh iya iya....suami laknat.." Gerutu Bul² akhirnya menuruti keinginan suaminya itu.

__ADS_1


Heheheh begitulah jurus andalan Farhan saat ingin menjamak istrinya. Meskipun diusia mereka yang tak lagi muda, namun keromantisan dan harmonisnya rumahtangga Farhan juga Bul² tidak pernah berubah sedikitpun. Bahkan kadang Aqil dan Aqila merasa malu sendiri melihat kemesraan yang orangtuanya tunjukan saat dimeja makan.


Aqil yang sudah lebih dulu turun merasa terkejut dengan adanya Zahra dan kedua orangtuanya.


Tak lama kemudian, Bul² juga Farhan menyusul turun setelah menuntaskan olahraganya diatas ranjang.


" Asalammualaikum...." Sapa Ibu Zahra.


" Waalaikumsalam..." Jawab Bul² tersenyum membalas uluran tangannya.


" Begini Bu, saya sering kali ditegur tetangga mengenai nak Aqil yang sering mengantar Zahra pulang. Jadi niat kami kesini, apa tidak sebaiknya disegerakan saja supaya gak jadi fitnah..."


Deg......


Jantung Aqil terasa berhenti setelah mendengar penuturan orangtua Zahra. Bahkan Aqil sama sekali tidak pernah memikirkan untuk meminang Zahra. Yang ia lakukan hanya menolong Zahra dari pembulian teman dikampusnya, bahkan Zahra juga selalu dihadang saat akan pulang, karna itu Aqil sering mengantarkannya hingga kerumah.


" Ma-maksud Ibu apa....? Tapi saya dan Zahra tidak berbuat apapun, saya hanya menolongnya dari bulyan temen sekampus." Ucap Aqil tidak percaya.


" Iya betul nak Aqil, namun saya selalu mendapat gunjingan dari para tetangga yang melihat kalian selalu bersama. Apa lagi Zahra terbilang lulusan pondok pesantren, hal itu tambah membuat tetangga selalu menghinanya.." Tutur Ayah Zahra.


Aqil diam dan melirik ayah serta ibunya seolah meminta bantuan untuk menyelasaikan masalah ini. Bul² mengusap punggung anaknya itu seraya memberinya kekuatan.


" Beri kami waktu untuk berdiskusi pak bu, karna menikah bukanlah hal untuk dipermainkan...saya harap ibu dan bapak mengerti maksud saya..." Ucap Farhan menengahi.


" Baiklah ustadz tolong jangan terlalu lama, saya kasihan juga harus melihat Zahra digunjing dan dihina sana sini..." Jelas Ibu Zahra.


***


Sementara dipesantren, Kila dan Bila tengah memasak untuk makan siang. Kila tak mau ikut kejakarta bersama orangtuanya yang akan menjemput Aqil, kakaknya.


Kila selalu bercerita tentang Aqil pada Bila, sebenernya Bila juga rindu dan penasaran dengan sosok Aqil yang sudah 5 tahun tak pernah bertemu dengannya lagi.


Namun saat ia mengingat akan surat yang Aqil berikan 5 tahun lalu, Bila mengubur dalam-dalam harapannya.


Apa yang Aqil ucapkan ada benarnya, semenjak saat itu, Bila tak lagi bertanya pada sahabatnya tentang Aqil. Ia menahannya sendiri, pedih dan sakitnya merindukan seseorang ia tak mau membaginya meskipun pada Kila.


Saat mendengar cerita dari Kila bahwa Aqil berhasil mendapatkan gelar s¹ nya, Bila pun sangat bahagia, berarti tak akan lama lagi Aqil akan pulang kepesantren tempat dimana ia mengabdi ilmu agamanya.


" Cieee yang sebentar lagi ketemu calon imam, kak Aqil lusa loh Bil, pulang kepesantren ..." Goda Kila pada sahabatnya yang tengah memotong sayur itu.


" Apaan sih Kila, biarin aja sih. Kalau dia pulang berarti kan kuliahnya udah selesai .." Jawab Bila menahan senyum yang sudah terukir jelas pada wajahnya itu.


" Uluhhh malu malu kodok,"


' Bila bahagia kak, kalau kak Aqil akan pulang kepesantren. Bila sangat sangat merindukan kak Aqil. Apa kakak juga sama rindu Bila ? Tapi kayaknya gak deh, Bila aja yang terlalu berharap.....Ya allah, Bila tak mau apapun...selain menjadikan kak Aqil suami Bila. Mengingat surat 5 tahun lalu, Bila selalu menyimpannya dengan rapi kak, Bila juga sudah gak mau berharap lebih pada suatu hal yang tidak pasti. Contohnya kak Aqil membalas perasaan Bila, itu sangat mustahil..' Gumam Bila dalam hati.


" Heiiii jangan ngelamun kalau masih sayang sama jari....." Gerutu Kila.

__ADS_1


" Astagfirullahaladzhim..." Kaget Bila setelah mendengar ucapan Kila yang sedikit berteriak.


" Ya Allah Bila, jari kamu berdarah...." Teriak Killa segera mengambil kain untuk menutupi jari sahabatnya yang sudah bercucuran darah.


" Pedih Kila, awwww....." Ringis Bila menahan perih saat luka itu dibersihkan.


" Sabar Bil, ya allah aku ambil plester sebentar...!" Killa berlari kekamar asramanya untuk mengambil plester yang ada dilemari.


Kemudian ia pun bergegas menghampiri Bila kembali setelah mendapatkannya.


" Awwwwww...." Ringis Bila lagi.


" Dah selesai...kamu sih ngelamun. Mikirin apa, kak Aqil ?" Tebak Kila seraya membereskan sayuran yang telah Bila potong.


Namun dengan cepat Bila menggeleng, ia tak mau Kila tau tentang apa yang tengah ada dipikirannya. Memang benar, Aqilah yang saat ini ia pikirkan. Namun semua itu hanya karna setelah mendengar cerita dari Kila, tanpa sengaja bayangan Aqil san surat itu melintas dipikirannya kembali.


" Neng, ini Aqil telfon..." Ucap Bik Lili yang tiba-tiba masuk dapur mengejutkan keduanya.


" Astagfirullah...eh iya Bik Syukron..." Kila meraih ponsel dan menempelkannya dikupingnya.


" Assalammualaikum kak...." Kila pun dengan sengaja mengeraskan suaranya supaya Bila ikut mendengarkan.


" Waalaikumsalam....dek, aku pulang lusa tolong beresin kamar ku ya...!" Titahnya.


" Dih ngantur......"


Karna saking tidak tahannya, Kila meletakan ponsel itu disamping Bila dengan panggilan yang masih berlangsung, sementara dirinya berlari kekamar mandi.


" Hallo kila, kilaaaaa haloooo....." Panggil Aqil disebrang telfon.


' Duh gimana ya...matiin aja kali yaa,,,tapi gak sopan. Aku takut kamu marah kalau aku yang ngomong kak...tapiiiii.....aku rinduuuuuu, aaaahhhh bodo amattlah....' Gumamnya lirih.


" Afwan, kila kekamar mandi...." Jawab Bila akhirnya memberanikan diri.


*Deg......


Su-suara itu.........


💞💞💞💞*Tinggalkan


Vote


Like


Komen kalian ya..


Happy Reading guys...

__ADS_1


Bersambung💞💞💞💞


__ADS_2