
17 Tahun kemudian, disalah satu pesantren dikota B, terlihat seseorang tengah sibuk dengan beberapa bukunya. Setiap harinya selalu disibukan dengan belajar dan belajar.
Berparas tinggi, hidung mancung, kulit langsat dan beberapa kelebihan lainnya.
Dialah Aqil Maulana yang kini berumur 18 tahun, saudara kembar dari Aqila Audya.
" Kak disuruh Mibu makan !" Titah wanita cantik dengan paras semampainya serta balutan niqab yang menutupi. Dialah Aqila Audya, adik kembar Aqil yang lahir hanya lewat 5 menit je he he he. Kila sangat mengikuti jejak ibunya yang berpakaian tertutup. Sebenernya, Bul² dan Farhan tidak memaksanya untuk berniqab. Namun karna keinginananya yang bertekad mengikuti jejak sang ibu, akhirnya ia pun memilih untuk menutup auratnya termasuk wajah ayunya itu.
" Iya Dek..." Jawab Aqil singkat.
Aqil segera beranjak dari kamarnya menuju meja makan yang ternyata sudah ada kedua orangtua serta adiknya yang menunggu.
" Lama banget sih kak ?" Gerutu Kila.
" 5 menit doang lama ?"
" Lama tau....."
" Dasar kebo gendut......" Seketika Kila langsung menatap tajam kakaknya.
" Hey, kok malah berantem...?" Lerai Bul² pada kedua anaknya.
" Kakak tuh Bu, ngatain aku kebo gendut..."
" Udah jangan berantem, lanjut gih makannya !" Ucap Farhan.
Setelah makan siang mereka selesai, Aqil dan Kila pergi keasrama mereka masing-masing.
Ditengah perjalanannya, kedatangan seseorang mengejutkan keduanya.
" Asalammualaikum..." Sapanya.
" Waalaikumsalam wr wb..."
" Eh, Bila...mau kemana ?" Tanya Kila.
" Ketemu calon imam dong..."
Kila hanya mengernyitkan dahinya, sementara Aqil masih diam tak bergeming.
" Kak Aqil...." Panggil Bila.
" Hem...." Jawabnya dengan nada cuek namun lembut.
" Isss kak Aqil kok cuek banget sih sama Bila. Bila calon istri kak Aqil loh..." Ucapnya dengan nada manja.
" Afwan Bila, saya awalan. Asalammualaikum.."
Kila terkekeh melihat raut wajah sahabatnya itu.
Sementara Bila sudah merengut kesal.
" Waalaikumsalam..." Jawab Kila dan Bila kompak.
Gadis imut, pendek dan bawel serta manja centilnya sudah menjadi ciri khas seorang Bila Salsabila. Anak pertama dari Safa dan juga Rafi, yang kini ia pun bersahabat dengan Aqila Audya.
Bila berumur 16 tahun, lebih muda 2 tahun dari Kila juga Akil. Ia selalu beranggapan kalau Aqilah yang akan menjadi suaminya kelak, hingga siapa saja yang mendekati Aqil, ia tak segan-segan untuk menegurnya.
__ADS_1
" Ketawa-ketawa aja gak usah ditahan...!" Gerutu Bila seraya mengerucutkan bibirnya.
" Enak gak dicuekin..." Ucap Kila yang masih terkekeh.
" Gak...." Jawab Bila seraya melangkahkan kakinya hendak pergi.
" Mau kemana ?"
" Kebun binatang..." Jawabnya ketus. Kila masih menahan tawanya melihat sahabatnya yang terlihat kesal itu.
" Dimana kebun binatang Bil ?"
" Isss udahlah, nanya mulu deh kamu. Gak tau apa Bila lagi pararusing, calon imam cuek banget sih hari ini. Bila kesel deh, awas aja pokoknya Bila gak mau ngomong sama kak Aqil..."
" Yakin....?" Tanya Kila.
" Yakinlah, emang dia aja yang bisa cuek, Bila juga bisa..."
" Kita lihat aja nanti...." Ucap Kila berlalu pergi.
" Kilaaaaaaaaaaaaaaaaa, kenapa Bila ditinggal sih. Punya sahabat durjana banget deh.." Gerutunya seraya berjalan menyusul Kila.
Sementara diasrama putera, Aqil serta sepupunya itu tengah berbincang seraya berkeliling pesantren.
Muhamad Ilham, adalah sepupu Akil. Zafran dan Rima sudah sepakat untuk menyekolahkan Ilham dipesantren tempat Rima mengabdi dulu.
Setelah lulus SD, Zafran langsung mengirim anaknya kepesantren tempat adiknya tinggal hingga saat ini ia berumur 16 tahun.
" Apa kamu yakin Kil ?"
" Aku sudah sangat yakin Ham, tapi yang tidak aku yakin kedua orangtuaku ." Ucap Aqil.
" Semoga saja Ham, insyaAllah malam nanti aku bicarakan hal ini.." Ilham pun mengangguk.
Keduanya kembali berjalan menuju ruangan belajar melanjutkan lalaran pada ustadz Hasan.
Berbeda lagi dengan Kila juga Bila yang selalu bertingkah gak jelas saat tengah berkumpul.
" Kila, menurutmu aku cocok gak sih sama kak Aqil ?" Tanya Bila.
" Gak...."
" Isss Kilaaaaa pasti bohong kan ?"
" Sumpah gak cocok Bil," Jawab Kila asal.
" Kenapa ?"
" Bayangin ya, kalau kak Aqil bisa berjodoh sama kamu. Aku kasihan melihat kakakku yang gas'ah itu. Kamu super bawel dan crewet petakilan yang pasti, sedangkan kakakku dia alim, pendiem, juga rajin belajar jadi otaknya gak geser..." Jawab Kila sengaja membuat sahabatnya kembali merengut.
" Bila juga cantik,imut,semok, pinter ngaji ya walaupun gak pinter-pinter banget sih. Tapi Bila yakin kok, Ustadzah Audy juga pasti setuju kalau Bila jadi menantunya...."
" Idihhhh percaya dirimu tingkat provinsi Bil, kejauhan..."
" Denger ya Kila Audya, Allah sudah menggariskan jodoh Bila yaitu jatuh pada kak Aqil Maulana. Ihhhh sweet banget kan..." Ucap Bila cengengesan.
" Idihhhhhhh, belajar yang bener biar pinter kalau mau dilirik kak Aqil..." Ucap Kila.
__ADS_1
Bila hanya mengerucutkan bibirnya seraya bergumam dalam hati.
' Apa bener ya kata Kila, kalau Bila pinter pasti kak Aqil bakal suka sama Bila, bakal ngejar-ngejar Bila. Ihhhh mau banget kalau gitu sih, ih pokoknya ya Bila harus rajin belajar kayak kak Aqil yang selalu berhadapan dengan tumpukan buku biar pinter terus kak Aqil suka deh sama Bila '
" Hayo....berkhayal ya...?" Tebak Kila yang melihat sahabatnya itu cengengesan gak jelas.
" Kamu mah ganggu Bila aja deh.." Gerutunya.
" Oh ya Bil, ada yang mau aku ceritain sama kamu ." Ucap Kila dengan serius.
" Kayaknya serius nih ?" Tanya Bila dan Kila pun langsung mengangguk.
" Tentang kak Aqil..."
" Kenapa memangnya dengan kak Aqil ?" Tanya Bila penasaran.
Kila menghembuskan nafas panjangnya. Ia bingung, mau menceritakan dari mana pada Bila. Sahabatnya itu pasti kecewa juga sedih setelah mendengar ceritanya, mengingat Kila sangat tau bahwa Bila begitu mengagumi sosok kakaknya.
" Kilaaaaaaaaa, kak Aqil kenapa? Jangan buat Bila penasaran dong !"
" Aku takut kamu sedih Bil setelah aku cerita ."
" Apa begitu menakutkan ceritanya ?" Tanya Bila.
" Janji setelah aku cerita kamu harus legowo !" Pinta Kila seraya menunjukan jari kelingkingnya.
" Aku janji..." Jawab Bila menautkan kelingkingnya pada jari Kila.
Dengan dada yang sudah berdegub kencang diguncang rasa penasaran, Bila sangat tak sabar mendengar cerita dari sahabatnya itu.
Apa lagi hal yang akan di ceritakan tentang calon imamnya, tentang kak Aqil, seseorang rejal yang sangat ia kagumi bukan hanya dari parasnya namun juga kepintarannya.
" Tapi aku takut Bila.."
" Isss aku penasaran tau, buruan dong !"
" Yakin gak sedih ?" Tanya Kila sekali lagi, namun tetap Bila menganggukan kepalanya menyakinkan sahabatnya itu.
" Kak Aqil mau____
Deg........
Perasaan Bila mendadak tidak tenang, meskipun Kila belum melanjutkan kalimatnya.
Ada ketakutan yang kini menghampiri dirinya.
Author akan lanjutkan dipart berikutnya ya....
Apa apa dengan Aqil sebenernya ?
Maafkan Author yang baru sempet Up, hari ini bener-bener sibuk ngurusin adik yang mau 7 bulanan.
💞💞💞Tinggalkan
Vote
Like Komen kalian ya....
__ADS_1
Happy Reading guys...
Bersambung💞💞💞