
Kita lupakan masalah hati sejenak , biar gak bosen. Yuk ahhhhh ngocokkkk perut bareng🤣🤣🤣🤣Lets gooooo.
Sama sama saling merindu , namun
terhalang jarak dan waktu. Itulah yang kini tengah Adam dan Bul² rasakan.
Sementara didapur umum , seperti biasa Bul² dan kedua sahabatnya membantu Bik Lili memasak untuk para santri.
Mereka hanya bertiga, karna Bik Lili sedang kepasar membeli kebutuhan dapur yang telah habis.
" Bul, jangan ngelamun dong !. Tuh lihat rebusan cabe , air nya sampe asat." Ucap Rima .
" Astagfirullah..." Bul² segera mengangkat panci nya dari atas kompor.
" Mikirin naon coba , Adam...?. Udahlah dibuluk itu dipikirin. Emang sih awalnya aku kasihan juga , tapi setelah denger cerita dari Akhi Angga , uuhh rasanya hayang nyabok." Gerutu Rima.
" Maksudnya....?." Tanya Bul². Ia memang tak mengetahui apa maksud dari ucapan Rima.
" Jadi kamu gak tau Bul, Akhi Adam gak cerita?." Tanya Rima dan Bul² pun langsung menggeleng, sementara Safa hanya diam menjadi pendengar.
" Huffffff.....," Rima menghela nafasnya kemudian melanjutkan lagi kalimatnya.
" Akhi Angga cerita , waktu pertemuan kita sama si buluk itu , eh maksudnya Akhi Adam disungai. Abah itu sudah berunding sama keluarga Ning Aisyah, katanya kalau beliau tidak tega melihat Adam seperti itu makanya mereka memutuskan untuk gak maksa si buluk itu buat nerima perjodohannya. Dan Abah sudah nyuruh Adam buat ngejar cinta nya , yaitu kamu Bul. Tapi apa coba yang si buluk itu lakuin, malah tetep nerima. Ah si buluk itu bener bener deh, jangan jangan dia gak bener bener tulus lagi sama Mbul." Ucap Rima .
Bul² berfikir sejenak, ingatannya kembali pada saat Adam menjelaskan alasan menerima perjodohan itu.
Apa bener ya yang diucapkan Rima ?,
Tapi Akhi Adam sudah janji .....
Aku pun melihat ketulusan dari matanya .
Jadi gak mungkin , dan aku yakin kalau dia akan menepati janjinya itu. Gumam Bul² dalam hati.
Lamunan Bul² seketika buyar , saat si tukang pos datang menyapa.
" Assalamualaikum..." Sapa Disna.
" Waalaikumsalam wr wb ..." Jawab kami kompak.
" Ini lagi tukang paket nyasar masuk dapur. Aya naon tah?." Ucap Rima.
__ADS_1
" Ih... teh Rima kunaon sih sensi banget kalau ketemu Disna. Pasti teh Rima irikan ? ngelihat Disna yang cantik jelita tiada tara ini.." Ucap Disna dengan percaya diri sambil memainkan hijab dengan jarinya.
Rima pun langsung mengeryit. Sementara Bul² dan Safa hanya geleng geleng kepala.
Kalau mereka berdua sudah ketemu , ya pasti kayak adonan tanah jadi lempung, saling adu kekuatan hi hi .
" Idihhh pede sekali anda. Sori dori wae iri sama tukang pos yang kerjaan nya cuma nganter pket terus panas panasan kulitnya jadi irenggg." Bales Disna tak mau kalah.
" Dihh... yang penting halal dong.
Waras, brangkas , sugih beras , barange akas , sering kramas hahaha." Jawabnya Asal.
" Mantra apa itu Dis?." Tanya Safa .
" Itu pribahasa atuh teteh Saf. Masa gak ngerti sih , pinteran Disna dong berarti."
" Ck , pinter katanya. Ngomong aja udah kayak idoy geh. Ngomong nya apa nyambungnya kemana ." Gerutu Rima.
" Ih teteh Rimaaaaaa, pusing deh ngomong sama teteh. Huffffff." Disna menyebikan bibirnya sementara Bul² dan dua sahabatnya hanya terkekeh sambil terus memasak.
" Disna, masih suka bantuin Bik Lili kepasarkan ya ?." Tanya Rima .
" Masih teh. Hari ini Disna lalaran banyaaaakk banget, jadi gak ikut kepasar deh." Jawab nya.
" Ya allah teteh Rim, dipasar itu ikan nya kecil kecil. Itu namanya bukan kembung teh , tapi kempesssss."
" Ya udah atuh beliin aja ikan belanak ya !." Titah Rima lagi .
" Astagfirullah Aladzhim teteh Rima ...ikan itu gak ada yang beranak teh , semuanya bertelor. Jangan buat dunia geger gara gara ikan beranak dong. Duh duh duh...kiamat sudah dekat memang." Jawab Disna.
Rima yang sedari tadi menahan jengkelnya , hanya bisa menghela nafasnya dengan panjang. Sementara Bul² dan Safa yang mendengar nya hanya cekikikan, ia ingin tertawa keras namun ia tahan.
Takut dosaaaaaa hi hi.
Ini aku yang bodoh apa dia yang terlalu pinter sih?. Kumat kumat nih otak seperempat.
Sabar Rima ....tahan emosi...
Orang sabar dada nya lebar disayang pacar
diputusin ambyarrrrr. Cendol dawet dong hi hi.
__ADS_1
" Eh...tapi teh, Disna pengennya ikan baronang gimana dong?." Ucap Disna.
" Astagfirullah...ini lagi huffff . Heloowww bangun dong, jangan ngimpi sebelum bobok.
Disna , si tukang pos otak seperempat, mungil tepos tapi berat. Ikan itu semuanya pasti baronang, gak ada yang jalan kaki. Apa lagi naekkk becakkkkkkkkkk." Jawab Rima sudah yang mulai emosi, sementara yang menjadi pendengar setia ia tak bisa lagi menahan tawanya.
" Ada teh Rim..." Ucap Disna.
" Ikan apaa cobaaaaa?." Tanya Rima mulai jengah.
" Ikan dalam kresek yang dipangku ibu ibu naek becak ha ha 🤣🤣. Iya kan teh?."
" Malehoyyyyyyy itu mah ikan mati, bukan baronang yang ngoyor ngoyor ngepakin sayap nya dalam aerrrr." Jawab nya tak mau kalah.
" Itu SIRIPPPP.....Rimaaaaaaaaa." Jawab semuanya kompak. Rima yang sudah menutup kupingnya hanya berteriak. " ***Berisikkkkkkkkkkk."
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣***
Untuk menjadi sahabat , ternyata gak perlu membutuhkan waktu lama ya....?
Yang penting saling mengenal dan sering mendekatkan diri .
Kayak para Readers sama Author nih...
Tak kenal maka akan rugi, yang berarti tidak untung. Ah pokoknya gak boleh terjadi, Author sudah buang kouta maka harus mendapatkan laba ha ha . Yuk kenalan dulu sama Author ! Biar untung. Siapa tau gak rugi ha ha ha .
Biar pun wanita sering dihina gak bisa membedakan rempah dapur , emangnya para lelaki bisa membedakan alat penjepit. Bentuknya berbeda beda , tapi tetep sama dipanggil nya ***Tang 🤣🤣🤣🤣🤣.
Nyari hiburan sedikit gak pplah ya....
Jangan mata terus yang dikocok
Tapi perut juga perlu diiiiiiiiii
Isiiiiiiii🤣🤣🤣🤣🤣
Makan dulu makkkkkkk....
I'm Hungry bosssssssssss
🤣🤣🤣
__ADS_1
Jangan marah🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃
Bersambung💞💞💞💞💞***