Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Kalianlah penyemangatku


__ADS_3

Matahari mulai muncul dari peraduannya, hingga bumi pun siap menyambut sinarnya yang sangat memancar itu.


Suasana dipagi hari yang sangat sejuk, bahkan sangat mendukung untuk sekedar jalan jalan pagi menyegarkan tubuh.


Tapi sayangnya hal itu sangat tidak sesuai dengan seseorang yang tengah duduk seraya memejamkan matanya disamping ranjang rumah sakit. Ruangan bernuansa putih dan bau obat obatan mulai tercium sang empunya. Ialah Bul² yang masih setia menunggu suaminya untuk segera sadar.


" Pagi suamiku sayang, apa masih mau tidur lagi ?" Bul² mencium kening suaminya.


" Sehari tanpa Albi, Adek kesepian. Kapan Albi mau bangun ? Adek mohon cepet bangun ya sayang, I LOVE U..." Ucapnya lagi.


" Dek......" Panggil Bunda yang menghampiri Bul² dan disusul Umi Imah dibelakangnya.


Bul² pun seketika menoleh bundanya. " Ya Bun...." Jawabnya.


" Adek pasti lelah, istirahat lagi aja ya sayang !" Titahnya seraya mengelus hijab Bul².


" Tidak Bun...Adek mau nemenin suami Adek disini...." Tolaknya.


" Sayang, Adek harus makan. Inget loh ada sikembar yang harus dijaga nutrisinya !" Ucap Bunda lagi.


" Iya Bun....." Bul² pun akhirnya mengalah. Memang benar, aku tidak boleh memikirkan diriku sendiri. Ada buah cintaku bersama Albi yang harus kujaga, pikirnya.


Zafran yang kini standby dirumahsakit menemani 4 perempuan itu. Ayah Herman serta Abah Zaki harus kembali, karna pesantren dan restaurant yang mereka kelola tidak bisa untuk ditinggal lebih lama.


" Umi sudah belikan makanan neng, makan dulu ya !" Titah Umi.


" Na'am Umi...."


Bul² pun menuruti mertuanya, ia memakan makanan yang telah Umi Imah beli itu.


Setelah makan, Rima mengajak Bul² untuk sekedar jalan pagi ketaman rumah sakit.


" Bul²...aku tau kamu rapuh saat ini, menangislah !" Rima memang sudah melihat sedari tadi mata Bul² yang sudah berkaca kaca.


" Hiks hiks...Rim...kenapa cobaan yang kualami tidak ada hentinya. Aku gak sanggup Rima, bagaimana hidupku tanpa suamiku," Tangis Bul². Rima pun memeluk sahabatnya itu seraya menenangkannya.

__ADS_1


" Jangan pernah mengeluh Bul, kami semua ada untukmu saat ini esok dan selamanya. Berusalah tegar, aku yakin kok...Gus Farhan juga berjuang untuk sadar demi kamu dan anak-anak kalian.." Ucap Rima.


" Tapi kapan Rim hiks hiks...kapan suamiku akan bangun dari komanya. Aku tidak tahan melihatnya terbaring lemah seperti itu Rim, aku tidak kuat hiks hiks...."


' Ya Allah ya rabb tugas suamiku belum selesai, jangan dulu kau ambil dia dariku. Dialah penyemangat hidupku serta anak-anak kami kelak. Kembalikan dia padaku ya rabb...'


" Bul²...terkadang apa yang kita harapkan itu tidak sesuai dengan kenyataannya. skenario Allah itu indah Bul, mungkin saat ini kalian diberi ujian yang cukup berat, tapi percayalah dibalik ini semua yang maha kuasa sudah menyiapkan segala keberkahan dan hidayah untuk hambanya.." Cecar Rima.


" Aku pun meyakininya Rim, kapan suamiku akan sadar Rima. Aku sangat rindu pada canda tawanya hiks hiks...aku rindu Rim..."


Rima tak mampu berkata kata lagi, ia hanya bisa mengelus punggung sahabat sekaligus adik iparnya itu. Mungkin memang benar, menasehati itu mudah, yang dinasehati sulit menjalankannya dan itu adalah fakta.


Rima pun mengajak Bul² kembali keruang rawat Farhan, disana...terlihat seseorang dengan wajah pucat terbaring lemah.


Bisa kalian bayangkan, hamil besar....tiba tiba mendapat kabar suami kecelakaan dan mengalami koma, yang tidak kita tau kapan akan sadar dari komanya itu. Huaaaa😭😭😭😭 Auto nangis guling guling hiks hiks.....


' Albi bangunlah sayang, lihatlah anak anak kita membutuhkanmu...Kalianlah penyemangatku'


Skip......


3 Bulan kemudian, hari-hari yang mereka lalui itu masih sama. Bul² masih setia menemani suaminya yang masih terbaring diruangan yang bernuansa putih itu.


" Bi....3 bulan sudah Albi tidur disini, apa tidak bosen Bi. Lihatlah, perut Adek makin besar sekarang, Adek juga makin gendut he he. Albi gak mau mengejek Adek gendut ?" Bul² terus saja mengajak suaminya berbicara walau orang yang dihadapannya hanya terdiam tak merespon ucapannya.


" Entah besok atau mungkin hari ini Adek akan melahirkan anak kembar kita Bi. Adek mau saat persalinan Albi memberi semangat Adek Bi, kuatkan Adek demi anak anak kita. Adek sangat memimpikan itu Bi, tapi kini Adek rasa itu hanya angan saja yang gak mungkin Adek jalani." Bul² mengatakannya dengan bibir gemetar, ia tak tahan lagi membendung air matanya yang sudah mengumpul dipelupuk mata.


Tes...Tes....air mata Bul² jatuh mengenai tangan Farhan.


" Adek pun ingin Albi bisa mengadzani anak kita, Albi bisa menggendong pertama kali anak kita, menciumnya dan membacakan shalawat pertama kali untuk anak kita. Apa keinginan Adek itu tidak akan terwujud Bi, apa Albi tidak mau mengabulkan impian kecilku itu ?" Tangisnya lagi seraya mencium tangan suaminya.


" Jadilah penyemangat kami untuk sama sama berjuang Bi, Adek mohon bangunlah sayang !" Ucapnya lagi.


Tanpa sadar seseorang telah memperhatikannya dibalik pintu, dialah Zafran sang kakak yang sangat menyayanginya itu. Memberi apapun yang Adiknya inginkan, bahkan semua bisa. Namun ketika sang Adik bertanya apakah Farhan akan sadar atau tidak, ia tak bisa menjawab apapun, Zafran lemah menghadapi ketidakberdayaan Adiknya itu. Memberinya semangat pun ia tak mampu, jikalau memang dirinya yang diposisi Bul² saat ini, mungkinkah hal yang sama akan Zafran lakukan ?


Dia pun ikut merasakan pedihnya hidup yang kini tengah Bul² jalani, bahkan keinginan kecilnya untuk suami bisa mendampinginya dipersalinan, hanya Allah yang tau akan terwujud atau hanya sebuah angan belaka.

__ADS_1


' Ya Allah...kaulah maha segalanya. Seorang ibu hamil yang akan berjuang hidup dan mati demi melahirkan anaknya kedunia ini memiliki sebuah keinginan kecil, dampingan dan semangat dari suami saat persalinan. Kumohon kabulkanlah keinginannya itu. Sadarkanlah segera Farhan dari tidur panjang, Amiin ' Gumam Zafran seraya menatap sang Adik yang tengah terisak disamping suaminya.


Tiba-tiba saja ia melihat sang Adik memegangi perutnya seraya meringis kesakitan.


Zafran panik, ia segera masuk kedalam melihat kondisi Adiknya itu.


" Adek......kenapa ?" Tanya Zafran panik.


" Bang....perut Adek sakit bang. Tolong Adek...!"


" Astagfirullah...." Zafran pun segera memapah Bul² keluar ruangan Fathan seraya berteriak memanggil dokter.


Umi Imah dan Bunda Wati yang sehabis dari kantin itu melihat Bul² tengah digandeng Zafran segera berlari menghampirinya.


" Abang, kenapa Adek..?" Tanya Bunda panik.


" Perut Adek sakit bun..." Jawab Zafran.


" Astagfirullah.......Adek mau melahirkan bang. Cepet panggil dokter !" Titah Bunda.


Zafran pun berlari memanggil dokter yang akan membantu Adiknya itu melahirkan.


Dokter berlari tergopoh gopoh menghampiri Bul² yang terus saja meringis kesakitan seraya memegangi perutnya.


Kalian sedih gak sih melihat posisi Bul² saat ini ? Sebuah keinginan kecilnya supaya suaminya bisa mendampingi dan memberinya semangat saat persalinan, bisa mengadzani anaknya. Namun dengan suaminya yang tengah koma, bisakah keinginannya itu terwujud ? 😭😭😭😭


Ya Allah cepet sadar Farhan...hiks hiks..Author mewek nih...😭😭


💞💞💞**Tinggalkan


Vote


Like


Komen kalian ya !!!

__ADS_1


Happy reading gengs**...


Bersambung💞💞💞


__ADS_2