Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Siapa tau jodoh !


__ADS_3

" Kau benar, janji untuk menjadi istriku tidak akan mungkin terjadi. Karna kau telah menikah dengan sahabatku, sungguh Farhan sangat beruntung,"


" Apa kau ingat juga saat____


" Maafkan aku yang dulu tiba-tiba saja mencium kak Afi."


Deg....


' Ci-cium...'


Farhan menatap mereka dengan tatapan yang sulit diartikan. Hatinya tiba-tiba saja sesak saat pengakuan sang istri bahwa dulu ia pernah mencium sahabatnya itu.


Farhan memegangi dadanya dan menepuknya pelan.


' Astagfirullah ya Allah...jauhkanlah hambamu ini dari benci dan dendam. Maafkan Albi sayang, yang tidak mengerti perasaanmu. Hanya kalian mengungkit masa lalu saja hatiku teramat sesak. Bagaimana dulu Albi dengan terang terangan mengakui masih memiliki rasa pada masa lalu, Ya Allah sungguh aku berdosa pada istriku ' Farhan bermonolog dalam hatinya.


Karna hatinya sedikit tenang, Farhan keluar dari sembunyiannya. Sebenernya ia tidak benar-benar kekamar mandi, karna rasa penasarannya pada istri dan juga sahabatnya itu, Farhan rela bersembunyi dibalik dinding membiarkan mereka saling menyapa. Namun siapa sangka sapaan mereka malah membahas tentang kejadiannya dimasa lalu. Tentu saja Farhan tercengang saat tau tentang janji yang mereka buat, ditambah lagi pengakuan istrinya yang pernah mencium Rafi. Cemburu tetap cemburu, tidak perduli itu kedian dimasa lalu atau masa sekarang. Farhan menyadari hal yang amat ia sesali, yaitu sakit hati istrinya saat ia mengakui jika masih memiliki rasa dengan Naya dulu. Jika ia tau sakit dan cemburu rasanya sungguh sesak didada, tidak akan ia biarkan istrinya merasakan hal itu. Nasi sudah menjadi bubur yang tidak akan kembali seperti semula.


" Bi.........." Panggil Bul² yang melihat suaminya telah kembali.


" Kenapa sayang, udah ngobrolnya ? lanjut lagi dong !" Ucapnya seraya tersenyum.


" I-iya udah Bi..."


" Han, kayaknya Ana langsung pamit pulang aja. Waktu juga udah hampir magrib !"


" Ngineplah, kita udah lama gak ketemu. Siapa tau kecantol sama akhwat dipesantren he he." Jawab Farhan terkekeh.


" Ah, ente ini. Siapa yang mau sama Ana ?"


" Saat yang tepat, Allah pasti akan tunjukan Fi. Tetep tikung dalam sepertiga malam !"


" Ya..ya ya...setuju..."


' Sejujurnya...harapanku bisa menjadikan Bul² istriku Han. Tapi ternyata kau lebih dulu mendapatkannya, namun satu yang buat penasaran lagi. Akhwat yang tadi sore Aku temui, Aku pernah melihatnya tapi dimana...?' Gumam Rafi dalam hati.


Hari yang semakin gelap, dan suara adzhan magrib pun telah menggema.


Abah Zaki sekeluarga, termasuk juga Rafi berangkat berramai ramai menuju masjid.


Rafi yang berjalan paling belakang, tiba tiba melihat Akhwat yang tengah berlarian karna iqomah sudah mulai terdengar. Ia pun melihat akhwat itu jatuh tersandung, seketika Rafi langsung berlari menghampirinya.


" Assalam mualaikum...."


" Waalaikumsalam...." Jawabnya seraya menoleh Rafi.


Deg........


Entah mengapa, jantung Rafi berpacu lebih cepat saat melihat wajah seorang akhwat yang ada didepannya. Namun rintihannya telah menyadarkan pandangan Rafi yang menatapnya tanpa berkedip.


" Afwan Ukhty kenapa ?"

__ADS_1


" Kaki Ana tersandung batu Akhi. Afwan, Ana buru-buru mau kemasjid udah iqomah !"


Ia berdiri dan berjalan dengan tertatih menahan sakit kakinya yang kesleo. Saat baru beberapa langkah...


" Tunggu Ukhty....."


Rafi pun menghampirinya.


" Afwan, sajadah Ukhty kotor. Ini pakai sajadah Ana saja !" Rafi memberikan sajadahnya.


Dengan ragu dan malu, ia mengambil sajadah dari tangan Rafi.


" Akhi lalu mau pakai sajadah mana ?"


" Dimasjid pasti banyak !" Jawab Rafi tersenyum.


" Afwan, Ana sedikit penasaran. Siapa nama Ukhty ?" Lanjut Rafi lagi.


" Saya Safa akhi. Afwan saya awalan, takut telat." Ucap Safa buru-buru meninggalkan Rafi meskipun ia berjalan dengan tertatih.


Rafi yang masih berdiam diri tentunya mengukir senyum. Entah kenapa dengan hatinya yang tiba-tiba menghangat saat berbicara dengan AKHWAT yang baru saja ia kenal.


' Aneh kau Rafi.....sebahagia inikah saat tau namanya ?' Gumam Rafi seraya tersenyum dan melenggang pergi menuju masjid.


Saat shalat magrib selesai, Safa sengaja keluar paling belakang untuk menunggu seseorang yang telah meminjamkannya sajadah. Ia berniat ingin memulangkan sajadah itu dan mengucapkan terima kasih.


10 menit ia menunggu, keluarlah Rafi dan ia pun buru-buru menghampirinya.


" Ukhty simpan saja, anggap kenang kenangan dari Ana ! siapa tau jodoh, asalam mualaikum."


Rafi menyunggingkan senyumnya seraya pergi. Wajah Safa bagai kepiting rebus saat Rafi mengatakan jodoh. Ini baru pertama kalinya ia digoda seorang Ikhwat, baru pertama kali juga ia diperlakukan aneh seorang lawan jenis. Meminjamkan sajadah dan memberinya sebagai kenangan dengan beranggapan siapa tau berjodoh hi hi hi, lucu bukan ?.


" Waalaikumsalam..." Jawab Safa lirih.


' Jo-jodoh.....Amiin. Eh.....kok ngaminin sih, ahhh sudahlah ' Gumam Safa dalam hati.


Ia pun kembali keasrama dengan membawa sajadah yang diberikan Rafi padanya.


Ia menyimpan sajadah itu dalam lemarinya.


Hingga pukul 8 malam, semua santri pun menuju dapur umum untuk mengambil jatah makan malam mereka.


Tanpa sengaja, Rafi berjalan dibelakang Safa. Keduanya tidak saling mengetahui satu sama lain. Saat hendak mengambil jatah makan.....tangan keduanya memegang nampan yang sama.


" Astagfirullah...." Jawabnya kompak.


" Akhi duluan..."


" Ukhty duluan..." Jawab mereka kompak lagi.


" Silahkan...!" Jawabnya kembali bersamaan.

__ADS_1


" Maaf, silahkan Akhi duluan saja !" Ucap Safa akhirnya.


" Tidak Ukhty duluan saja. Lelaki bisa mengalah demi perempuan !" Jawab Rafi.


" Eh......."


" Anggap saja Ana melakukannya demi Ukhty.."


Blusssss....


Lagi lagi wajah Safa bersemu merah. Ia terlalu meresapi kata kata Rafi yang menurutnya aaaaaa gimana gitu he he he. Adekkk baperrr bang....


Rafi terkekeh melihat Safa yang salah tingkah akibat perkataannya, ia pun menyadari hal itu.


Namun baginya, merasa lucu saat Safa malu malu meong saat digodanya.


" Gaklah, Ana bercanda. Silahkan diambil duluan !" Titah Rafi lagi.


Safa dengan malu serta gugup, mengambil nampan jatah makannya bersama Rima.


Saat hendak melangkah pergi....langkahnya kembali terhenti, saat.....


" Jika Ukhty menganggap tadi serius, dengan senang hati Ana akan lakukan." Rafi tersenyum kemudian ia pergi lebih dulu.


Safa kembali salah tingkah. Ia tak bisa berkata apapun selain mengekspresikan dengan wajahnya yang seperti tomat mateng.


Panas....gerah ...huh....dalam hati bergejolak seperti air yang sudah mendidih.


Ia kemudian pergi dengan membawa nampan itu mencari Rima.


Tak ada yang tau, jika seseorang tengah memperhatikannya sedari tadi.


' Dulu aku sempat mengagumimu Ukhty Safa. Namun aku tak berani mengungkapkan rasa yang terpendam. Diam diam aku selalu melihatmu dari kejauhan tanpa ada seorangpun yang tau. Tapi kali ini, sepertinya ada yang lebih mengagumimu dari pada aku. Aku mundur Ukhty Safa.....semoga kalian berjodoh. Tanpa memilikimu dan melihat bahagiamu, itu sudah cukup bagiku ' Gumamnya kemudian pergi.


Ternyata oh ternyata.....


diam diam pengagum rahasia Safa muncul...


siapakah dia hi hi hi.....


Gak jauh kok....


**💞💞💞Tinggalkan


Vote


Like


Komen kalian ya !!!


Happy Reading guys**..

__ADS_1


Bersambung💞💞💞


__ADS_2