
Dalam hidup ini tidak semua orang memperlakukan kita dengan baik. Kita sejatinya harus paham kalo ada orang yang peduli pasti ada juga orang yang membenci. Itu semua adalah takdir yang telah ditetapkan Tuhan untuk mengatur seluruh kehidupan di dunia ini.
Walaupun demikian, yang namanya manusia kalo diperlakukan tidak baik kemungkinan dia akan merasa tidak nyaman pada lingkungannya. Perlakuan yang negatif tidak hanya berkaitan dengan tindakan saja, tapi bisa juga bagaimana cara seseorang kepada orang lain. Contohnya, menjelek-jelekan, ngomongin kita dari belakang, dan fitnah sana-sini.
Maka apa yang harus kita lakukan? Menerima semua pendapat dan kritik tersebut walaupun tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya, atau kita akan membalas perlakukannya? Jadi “fitnah dibales dengan menfitnah”. Gak mesti harus begitu, karena kalo emang kita mau membalas itu berarti kita sudah “Kalah” gak kebayang lho senangnya mereka melihat kita yang berubah hanya karena anggapan-anggapan semata.
Dan terkadang semua itu terjadi ketika kita begitu mempercayai orang terdekat.
Sama seperti kehidupan Aisya saat ini, ada rahasia yang sama sekali tidak disangka dibalik semua hari-hari yang tengah dijalaninya .
Ke esokan harinya, berita heboh tentang kedekatan Rasya dan Aisya tersebar dengan cepat, bahkan momen dikala Rasya mencium Aisya pun terpampang jelas di foto yang saat ini tersebar di sosmed.
"Ini baru awal Aisya, bukan tanpa alasan gue berlaku baik. Sejujurnya gue juga jijik, tapi demi tujuan gue, semua itu harus gue lakuin dengan baik dan serapi mungkin," gumamnya menyeringai melihat komentar yang banyak menghina dan menyalahkan hijrahnya Aisya saat ini.
***
Di rumah bunda Elsa, Kia yang terlihat tengah santai seraya bermain ponselnya tiba-tiba dikejutkan dengan salah satu postingan seseorang yang tidak ia kenal.
"Astagfirullah, inikan foto abang sama Aisya. Siapa sih yang berani banget nyebar gibah seperti ini ?" Gumam Kia lirih dan beranjak dari ranjangnya berniat memberitahu Rasya.
"Bang...." panggil Kia setelah menemui abangnya yang terlihat tengah memberi makan ikan di kolam.
"Hemmm."
"Kia pengen ngomong sesuatu !"
Rasya menghentikan kegiatannya dan beralih menatap Kia dengan serius."Ada apa ?"
"Lihat ini !" Kia menunjukan postingan itu pada Rasya.
"Astagfirullah, siapa yang memosting itu dek ?"
"Kia gak tau bang, tapi sepertinya ini akun fake.
Buktinya sudah tidak aktif lagi setelah posting gambar ini," ucap Kia menebak.
"Kia, abang mohon tolong sembunyiin berita ini dari Aisya. Abang gak mau dia sampe khawatir dan kepikiran masalah ini, biar abang yang akan cari tau sendiri !"
Kia mengangguk mengerti dengan apa yang kakaknya ucapkan.
Rasya meninggalkan Kia dan berniat menemui istrinya di dalam kamar.
"Sayang...."
"Kenapa mas ?"
"Mas minta, apapun yang terjadi tolong kuatkan dirimu dek ! Pertahankan imanmu dan jangan dengarkan apapun yang mereka katakan," jelas Rasya dengan perasaan khawatirnya.
__ADS_1
"Hei, suamiku ini kenapa ? Semuanya baik-baik aja kan mas ?"
"Iya baik. Tapi mas minta, tolong dengarkan apa yang barusan mas bilang !"
"Iya mas, Aisya akan dengerin. Jangan dengerin apa kata mereka, kuatkan diri, kuatkan iman, bener gitu kan ?" Rasya langsung menganggukinya dan kembali memeluk Aisya dengan erat.
Sebenarnya ada apa sih ?
Gak biasanya mas Rasya ngomong gitu.
Apa ada sesuatu yang mengkhawatirkan ? Gumam Aisya dalam hati bertanya-tanya.
***
Masih dikegiatan yang sama saat di kampus, mobil Rasya sudai sampai di parkiran hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja.
Aisya dengan biasanya dan santai turun dari mobil, namun tidak dengan Kia dan Rasya yang sangat khawatir dengan berita yang tersebar itu.
"Apa yang mau abang lakuin setelah ini bang ?" Tanya Kia setelah Aisya lebih dulu turun dari mobil.
"Abang sudah tekadkan semuanya dek, doain abang semoga dengan cara ini semuanya akan baik-baik aja dan kembali normal."
"Pasti bang, Kia juga kasihan lihat Aisya," gumamnya sedikit sendu.
"Ayo turun !"
"Kalian lama banget sih ?" Gerutu Aisya.
Aisya dan Kia berjalan menuju kelasnya, sementara Rasya berpindah haluan menuju ruang dekan ada sesuatu hal yang ingin ia sampaikan termasuk mengenai foto yang tersebar begitu saja di sosial media.
"Gak ada gunanya hijrah lo Is, mending balik lagi aja kayak Aisya yang dulu !" Sindir salah satu mahasiswi merasa jijik melihat Aisya.
"Bener tuh, pakaian aja tertutup, tapi kelakuan nya bejad," tambah yang lainnya.
"Huuuuu, dasar cewek murahan !"
Aisya yang tidak mengerti apa masalahnya itu hanya terdiam dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Aku salah apa Ki, kenapa mereka menghinaku ?" Tanya Aisya seraya terisak.
"Stttt, dengarkan aku Is, bukankah abang sudah katakan untuk tidak mendengarkan apa yang mereka katakan ? Maka lakukanlah sesuai perintah suami mu !"
"Ya tapi kenapa Ki, apa masalahnya dengan semua ini ? Kalian menyembunyikan apa ?"
Maaf Aisya, aku tidak ingin kamu bertambah sedih dengan semua berita itu.
Aku percaya dan yakin, abang pasti akan menyelesaikannya dengan baik.
__ADS_1
"Sudahlah, ayo kita ke kelas ! Ini hari terakhir sebelum besok kita kembali kepesantren, jadi nikmatilah hari ini di kampus kesayangan kita," ucap Kia berusaha menghibur saudarinya.
Cemohan dan cacian masih terdengar di telinga Aisya. Bahkan semakin banyak ia bertemu seseorang, maka semakin banyak pula hinaan yang didengarnya.
Aisya tidak tahan lagi dengan semua hinaan itu, ia berlari menyendiri dengan isak tangis yang sudah membasahi wajahnya.
"Hiks hiks, kenapa kalian semua menghinaku tanpa aku tau kesalahan apa yang sudah aku perbuat ? Hiks hiks.."
"Lo mau mau tau kebejadan apa yang sudah lo lakuin hah, dasar wanita murahan !"
"Stoppp, kenapa kalian menghinaku ? Apa keslahanku ?"
"Kesalahan lo itu, kuliah di kampus terhormat ini. Seharusnya wanita murahan kayak lo itu gak pantes di terima kuliah di sini, ngerti lo !"
"Tapi apa salahnya ? Hiks hiks, kenapa kalian semua menghinaku ?"
"Lihat ini, buka mata lo Aisya putri ! Lo sudah ngelakuin zina di kampus ini dengan berciuman mesra dengan kak Rasya, apa masih kurang jelas apa kesalahan lo itu hah ?" Bentaknya semakin benci dengan sosok Aisya yang menurutnya sok alim.
"Apa salahnya, aku dan kak Rasya sudah menikah. Kami adalah suami istri.."
"Mana buktinya kalau kalian sudah menikah ? Lo punya surat nikah gak ? Jangan cari alesan buat nutupi kelakuan murahan lo itu, karna kita semua disini gak akan percaya !" Tambah yang lainnya.
"Iyalah, lagian kak Rasya gak mungkin mau nikah sama lo. Hijrah lo aja masih gadungan, buka aja mending hijab lo itu, gak guna !"
Saat segerombolan mahasiswi yang tengah menghakimi Aisya, tiba-tiba saja kedatangan seseorang menghentikan semuanya.
"Apa yang kalian lakukan, hah ?"
***
Ikuti kata hatimu, dan jangan dengarkan perkataan orang lain. jadikan itu batu loncatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Daripada mendengarkan apa yang orang lain katakan, dengarkan kata hatimu & jangan takut melakukan apapun yang dikatakan.
Jangan dengarkan kata orang, mereka tak menjalani hidup kita. Jangan menghakimi orang lain, kita tak menjalani hidup mereka.
Buka jalan sendiri. Jangan latah mengikuti orang lain. Dengarkan kata hati, dan temukan sendiri jalanmu.
**Tinggalkan
Vote
Like
Komen kalian yakkk
Biar Author makin semangat upnya
__ADS_1
Happy Reading guys**..
Bersambung