
Dunia seakan milik berdua bagi Farhan dan juga Bul². Kebersamaan yang selalu membuat para kaum hawa iri, telah terjadi diantara mereka. Sikap Bul² yang manja dan sedikit bar bar dipadukan dengan sikap Farhan yang romantis juga perhatian, bahkan ia rela melakukan apapun demi bidadarinya itu. Sungguh keromantisan diantara keduanya membuat dirinya cocok berpasangan dengan sifatnya yang saling melengkapi.
Pagi itu cuaca sedikit mendung, namun angin sejuk masih bersemilir dirasakan.
Pasangan suami istri ini telah berencana untuk memeriksakan kandungan Bul² kerumah sakit yang ada dikota.
" Bi....Albi sejujurnya mau baby Ukhty atau Akhi ?" Tanya Bul² yang tengah mengenakan jilbabnya.
" Sedikasihnya aja sayang. Albi gak terlalu mempermasalahkan itu..." Jawab Farhan tersenyum seraya duduk ditepi ranjang.
" Tapi kalau Adek pengen anak pertama kita Ukhty Bi..." Ucap Bul².
" Kalau yang lahirnya Akhi gimana ?" Tanya Farhan menghampiri istrinya dan memeluknya dari belakang.
" Emmmmmm, ya gak papa sih. Itu hanya harapan Adek aja, tapi kalau yang lahirnya cowok Adek tetep terima kok. Anak kan rezeky...iya kan Bi...?" Bul² memutar tubuhnya dan berhadapan dengan suami.
Farhan mengangguk dan tersenyum. Ia menundukan tubuhnya lalu berjongkok dengan wajah tepat didepan perut Bul² yang sudah terlihat menonjol.
Cup.....
" Apapun jenis kelaminnya, yang penting dedek dan ibunya sehat tanpa kekurangan suatu apapun..." Ucap Farhan seraya mengelus perut istrinya lalu menciumnya.
Bul² tersenyum diperlakukan seperti itu oleh suaminya. Ia berharap, kebahagian yang kini tengah ia rasakan akan tetap selalu menghampiri dalam kehidupannya.
Bahkan Farhan pun sering mengajak babynya untuk sekedar mengobrol kecil meskipun ia masih berada didalam perut ibunya. Hal itu membuat Bul² semakin tidak sabar menantikan kelahiran anak pertamanya itu. Wajah yang imut, lucu , nan gemas itu selalu saja Bul² bayangkan sampai tanpa sadar ia pun tersenyum senyum sendiri dengan khayalannya.
" Apa Albi bahagia Bi...?" Tiba tiba saja Bul² menanyakan hal yang ia sendiri pun sudah tau jelas jawabannya.
" Kamu bicara apa sih sayang. Jelas Albi sangatttt sangatttt sangattt bahagia memilikimu, ditambah lagi Adek sudah memberikan Albi seorang anak meskipun itu masih didalam kandungan. Albi sangat bersyukur sayang, Allah sudah memberikan kebahgian yang tidak ada bandingannya." Jawab Farhan mengelus lembut tangan istrinya.
Bul² terharu dengan penuturan dari suaminya. Ia pun merasa sangat bersyukur memiliki suami seperti Farhan. Yang mampu membuatnya semakin cinta setiap harinya, perhatian dan sikap romantis dari Farhan tidak pernah absen meskipun itu hanya dalam itungan jam. Tentu saja, hati Bul² meleleh bagai es yang cair. Hingga ia pun menitikan air matanya menatap mata Farhan, seperti langit pun sudah merekam kisah cinta mereka. Maka setiap kali melihatnya, seolah tersimpan mata yang teduh didalam sana.
" Heiiii kok nangis sih sayang. Albi berkata kasar ya...? Maafin Albi ya...!" Ucap Farhan mengusap air mata Bul². Bul² pun menggeleng cepat, namun entah kenapa air matanya semakin deras mengalir.
" Maafin Adek Bi, hiks hiks...Adek belum bisa menjadi istri yang baik. Bahkan Adek pun sering membuat Albi susah karna keinginan keinginan Adek yang konyol ini hiks hiks..." Ucap Bul² ditengah tangisannya.
" Sttttttttt sayang....Adek bicara apa sih, sekarang Albi tanya deh. Kalau wanita hamil menginginkan sesuatu itu wajar atau gak ?" Bul² pun langsung mengangguk.
" Nah tu tau. Albi gak merasa disusahkan kok sayang, selagi keinginan Adek itu masih bisa Albi lakuin dengan wajar, Albi bakal turutin apapun itu. Adek bahkan istri terbaik menurut Albi, Adek rela tidak melanjutkan kuliah demi menjalankan tanggung jawab sebagai istri,"
Ucap Farhan menenangkan Bul².
" Sekarang siap siap ya, kita cek kandungan Adek !" Ucap Farhan lagi dan Bul² pun mengangguk mengiyakan.
Kini mereka telah bersiap untuk pergi kerumah sakit memeriksakan kandungan Bul² sekaligus USG yang pertama kali.
Bul² semakin dibuat penasaran dengan jenis kelamin anaknya itu, hingga ia pun duduk dimobil dengan gelisah.
__ADS_1
" Sayang........" Panggil Farhan yang menyadari kegelisahan istrinya.
" Bi.....apapun jenis kelamin baby kita, Albi terima kan ?"
" Iya sayang iya.....Adek lucu deh kalau lagi gelisah gitu ." Ucap Farhan seraya terkekeh.
" Lucu kenapa, Adek biasa aja kok.."
" Muka Adek itu loh, uhhhhh Albi geumezzzzzsss. Pen nyubitttt, boleh ?"
" Janganlah, cubitan gemes Albi itu tau gak ?"
" Apa ?" Tanya Farhan.
" Menyakitkan...." Jawab Bul² mengerucutkan bibirnya dibalik niqab, walaupun begitu Farhan sudah hafal dengan raut wajah istrinya meski tertutup.
Seketika Farhan pun langsung tertawa.
1 Jam lebih diperjalanan, akhirnya mereka sampai didepan rumah sakit Anggrek. Farhan segera memarkirkan mobilnya kemudian turun. Dan tak lupa ia juga membukakan pintu untuk Bul² dan berjalan seraya bergandengan tangan.
Ia menemui dokter Ayu, khusus kandungan rekomendasi dari Dokter Anggi.
Setelah mendaftar, Bul² pun mendapatkan no urut ke 5.
Sambil menunggu giliran, Bul² meminta suaminya untuk membelikan beberapa makanan. Semenjak dikehamilannya yang menginjak 4 bulan ini, Bul² sangat berselera makan hingga membuat berat tubuhnya naik perlahan.
" Ibu Bulan Audya, silahkan masuk kedalam !" Titah suster.
Bul² dan Farhan pun masuk dalam ruang pemeriksaan.
" Pagi dok..." Sapa Bul².
" Bulan ya....?" Tanya Dokter Ayu yang kebetulan sudah diberitahu dokter Anggi.
" Iya dok..." Jawab Bul² tersenyum.
" Silahkan berbaring !" Titahnya. Bul² pun berjalan menuju brangkar dan membaringkan tubuhnya disana.
" Ada keluhan Bul ?" Tanya dokter Ayu disela sela pemeriksaannya.
" Tidak dok, hanya pagi saja masih sering mual dan pusing ." Jawab Bul² dan dokter Ayu pun mengangguk.
" Mau lanjut Usg ?" Tanya dokter Ayu.
" Iya dok, mau ..." Jawab Bul² bersemangat.
Dokter Ayu mengolesi perut Bul² dengan jelly untuk menghilangkan lapisan udara di atas kulit perut yang dapat memantulkan kembali gelombang suara dari transduser. Kemudian, alat USG digerak-gerakkan di atas perut dan citra janin dilihat pada layar monitor.
__ADS_1
Ucap syukur Farhan dan Bul² lantunkan seraya melihat bayi mereka yang tengah bergerak didalam sana.
" Apa sudah bisa dilihat jenis kelaminnya dok ?" Tanya Farhan yang juga ikut penasaran.
" Seperti ini twins pak, itu perkiraan saya. Lebih jelasnya lagi nanti kembali usg saat usia kandungan menginjak 7 bulan !" Jelas dokter Ayu.
" Alhamdulilah, sayang kita punya buntut kembar...."
" Albiiiiii......" Geram Bul² mendengar ucapan suaminya itu. Sementara Dokter Ayu hanya tersenyum menanggapinya.
Setelah memeriksaan kandungan Bul² selesai, mereka memutuskan untuk segera pulang kerumah. Mengingat waktu telah memasuki dzuhur. Singkat cerita, mereka telah sampai dipesantren.
" Asalam mualaikum....." Salam Farhan dan Bul² memasuki rumah.
Ceklek....
" Waalaikumsalam...."
" Gimana Han, apa jenis kelamin cucu Umi ?" Tanya Umi bersemangat dan antusias.
" Alhamdulilah Umi...Farhan bakal punya buntut dua......"
" Abiiiiiii........" Panggil Umi sedikit berteriak.
" Apa sih Mi.....kenapa teriak teriak." Ucap Abah Zaki yang menghampiri mereka.
" Bi tau gak,
" Gak...." Jawab Abah.
" Ih dengerin dulu. Tanda tanda yang Abi bilang itu ada dua Bi, masya Allah Umi seneng banget Bi...." Ucapnya girang seraya melompat lompat. Heiiiii Nenek inget umurrrrr, ceelahhhhhhh kalau encok kumat gimana tuh 🤣🤣🤣.
" MasyaAllah tabarakallah, Abi bakal punya cumbar....." Ucap Abah Zaki tak kalah bahagia.
Bul² dan Farhan saling melempar senyum melihat kedua orangtuanya bahagia.
" Iya Bi, Farhan bakal punya buntut kembar he he he...."
Dikira ekor tikus kali yak🤣🤣🤣 dibilang buntut 🤣.
💞💞💞**Tinggalkan
Vote
Like
Komen kalian ya !!!
__ADS_1
Happy Reading guys**...
Bersambung💞💞💞