
Dingin nya malam sampai tak terasa oleh panas nya hati yang tengah terbakar. Bul² yang masih dalam keadaan menangis didalam kamar nya begitu enggan keluar sama sekali. Tiba tiba saja terdengar suara seseorang mengetuk pintu kamar nya.
Tok...tok...tok...
" Neng ini Umi......."
Ceklek...Pintu kamar pun terbuka.
Umi menghampiri Bul² yang tengah memeluk guling nya yang terlihat sudah basah akibat air mata Bul² yang tanpa henti menetes.
" Sayang.....apa kamu mau mengikuti cara Umi nak ?" Tanya Umi menatap iba menantu nya .
" Cara apa Umi...." Seketika Bul² pun duduk menatap serius Umi Imah seraya mengusap air mata nya.
" Nanti malam saat Farhan mengimami shalat magrib dimasjid, pergilah nak, pulanglah kerumah orang tuamu. Umi bukan mau mengusir mu tapi Umi akan memberikan sedikit pelajaran untuk Farhan...."
" Tapi Umi mohon sekali..., tolong jangan mengatakan apapun masalah rumah tangga pada orangtuamu. Umi sangat tidak enak hati nak, lagi pula Umi sanggup membantu mu menyelesaikan masalah ini..." Jelas Umi lagi.
" Bagaimana Umi tau tentang A Farhan dan juga Ning Naya ?" Tanya Bul² sedikit penasaran.
" Nanti akan Umi jelaskan Neng, tapi tidak sekarang ." Jawab nya.
Dengan sedikit berfikir ulang, Bul² pun mengikuti cara mertua nya itu.
" Jangan nangis lagi ya, biar Umi yang akan atur semua nya..." Bul² pun menjawab dengan anggukan kepala.
" Umi keluar dulu, kamu istirahat saja !"
" Iya Umi...syukron..."
" Na'am sayang, sama sama..."
Selepas pergi nya Umi, Bul² beranjak kekamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai pun ia keluar dengan masih menggunakan handuk dan tengah mengeringkan rambut nya. Namun tiba tiba saja pandangan nya tertuju pada seseorang yang tengah duduk ditepi ranjang seraya menatap nya dengan tatapan yang sulit diartikan. Dialah Farhan, dengan segala keraguan dan frustasi ia kalah telak dengan perkataan nya sendiri untuk Naya.
Bul² pun hanya diam, ia terus melangkah kearah lemari untuk mengambil pakaian ganti nya. Selepas itu, Bul² menuju kamar mandi kembali untuk berpakaian.
Farhan menatap istrinya dengan bingung, biasanya ia tak jadi masalah jika berpakaian didepan suami. Namun kini Bul² malah menghindari nya.
" Sayang kenapa gak pake baju nya disini saja, biasanya juga kan Adek gitu...."
" Malessssss...." Jawab Bul² ketus.
Ia semakin bingung lagi dengan sikap istri nya yang dingin itu.
' Adek kenapa sih...? lagi PMS kali...' Gumam Farhan dalam hati sambil terus menatap punggung istri nya yang sudah tak terlihat lagi.
Setelah Bul² selesai berpakaian, ia pun keluar dari kamar mandi. Namun ia tak menghampiri Farhan walaupun hanya sekedar menyapa. Bul² langsung keluar dari kamar nya tanpa berbicara apapun pada Farhan.
" Adek kenapa sih....cuek banget sama Albii.." Ucap Farhan sebelum istri nya bener bener keluar dari kamar.
" Gak kenapa napa..." Jawab nya datar.
Brakkkkkkk
Bul² sengaja menutup pintu nya sedikit keras.
" Astagfirullah....Adek, kamu kenapa sih?" Farhan bingung sendiri dengan sikap istri nya yang tiba tiba berubah itu.
Tak betah dengan badan nya yang bau keringat, Farhan pun segera kekamar mandi membersihkan diri nya mengingat waktu pun sebentar lagi magrib.
__ADS_1
Sementara dikamar Umi dan Abi tengah berdebat, siapa yang akan menjadi imam shalat magrib dimasjid nanti. Hari ini sebetul nya jadwal Abah yang akan menjadi Imam, Namun Umi telah menyusun rencana nya supaya Farhanlah yang mengimami shalat jamaah nanti.
" Pokok nya Umi gak mau tau ya Bi...magrib nanti Farhan yang harus mengimami."
" Iya Umi ...iya. Ada apa sih, Umi maksa banget Farhan yang jadi Imam...."
" Turutin mau nya istri kenapa sih Bi, jangan banyak nanya." Umi Imah sudah mulai kesal dengan lontaran beberapa pertanyaan dari suami nya.
" Ya Allah istri ku..berubah jadi singa." Ledek Abah Zaki dengan terkekeh.
" Abiiiiiiii........"
" Iya Umi..iya . Gak terasa ya Mi kita udah makin tua, semoga keluarga kita selalu harmonis.."
" Amiin, dan Abi sebagai suami harus punya pendirian yang tegas..."
" Umi kenapa sih ? lagi marah ya , sama siapa?. Nada bicara Umi beda...." Tanya Abah.
" Nanti juga Abi tau......" Abah Zaki hanya menghela pasrah. Menurutnya, mau sepanjang apapun bicara jika lawan nya adalah wanita apa lagi istri, sudah pasti lelaki hanya bisa mengalah.
Waktu magrib pun telah tiba, sesuai keinginan Umi kalau shalat jamaah kali ini Farhan lah yang akan mengimami.
" Sayang, Albi kemasjid dulu ya..." Farhan mencium kening Bul² dan mengecup sekilas bibir nya. Tanpa menjawab, Bul² hanya menganggukan kepala.
Bul² sedikit lebih tenang melihat sikap suami nya yang kembali romantis.
Namun lagi lagi ia mengingat kejadian tadi sore saat memergoki suami nya tengah berduaan ditaman. Bahkan lebih miris lagi, suami nya tak berani menolak ajakan Naya yang meminta untuk menjadikan nya istri kedua.
Bul² buru buru keluar rumah dan menghampiri mang Darno yang tengah berjalan mau kemasjid.
" Mang Darno....." Panggil Bul² berlari menghampiri nya.
" Anterin Bul² sekarang ya mang !"
" Kemana Neng, mang Darno mau sholat dulu..."
" Shalat nya nanti aja mang kalau udah keluar dari pesantren. Ayooo mang buruan..." Ucap Bul².
" Kemana sih Neng?" Mang Darno sangat penasaran dengan Bul² yang mengajak nya pergi buru buru.
" Udah nanti Bul² jelasin....!"
Mang Darno pun akhir nya mengantar Bul² sampai kejakarta. Ia pun menjelaskan pada mang Darno kalau ia harus buru buru pergi dengan alasan ada penting dan Farhan bisa menyusul nya besok, mang Darno pun mempercayai nya.
Setelah shalat magrib selesai, entah mengapa Farhan begitu sangat merindukan istri nya. Padahal setiap hari nya mereka bertemu. Dengan langkah yang tergesa gesa Farhan pulang kerumah untuk menemui sang istri.
Sesampai nya dirumah, ia tak mendapati istri nya dimana pun.
" Ya Allah Adek kemana sih...."
" Umiiiii...Abi......." Panggil Farhan.
" Kenapa sih Han, kok teriak teriak...?"
" Bul² gak ada dikamar nya Mi..Bi..."
" Astagfirullah......kemana istrimu Han malem malem gini..." Tutur Umi pura pura tidak tau.
" Kamu ada masalah....?" Pancing Umi.
__ADS_1
" Iya Han, gak biasa nya Neng Bul² pergi tanpa pamit. Kalau ada masalah selesaikan segera !" Sambung Abah Zaki.
Farhan pun terdiam. " Abi Umi, ada yang mau Farhan ceritakan, ini tentang Naya. Naya meminta Farhan untuk menjadikan nya istri kedua Mi Bi...."
Abah Zaki terkejut bukan main setelah mendengar perkataan anak nya, namun tidak dengan Umi yang sudah mengetahui nya sejak awal.
" Lalu kau menerima nya Farhan ?" Tanya Umi.
" Farhan bingung Umi, Naya akan menyakiti diri nya sendiri kalau Farhan menolak..."
Plakkkkkkkkkkk
" Abi sungguh sangat kecewa pada mu Farhan. Abi tidak pernah mengajarkan mu menjadi lelaki lemah menghadapi seseorang yang menindasmu. Apalagi orang yang akan menghancurkan rumah tanggamu, meskipun dia perempuan setidak nya bersikaplah sedikit tegas. Kamu sudah memiliki istri Farhan.....kalau sampai Bul² tau semua ini, bagaimana perasaan nya..."
" Sayang nya Neng Bul² sudah tau semua itu..." Sambung Umi.
" Ma-maksud Umi......" Tanya Farhan bingung.
" Ya, istri mu tau segala nya Farhan tentang kedekatan mu saat ini dengan Naya, termasuk saat kalian berduan ditaman, sikap Neng Bul² sedikit berbeda akhir akhir ini jika kau sebagai suami menyadari nya Farhan..." Umi Imah terlihat sangat kesal dengan sikap anak nya itu.
Deg........
Farhan menjadi ambigu. Bagaikan tamparan keras bagi nya saat mengetahui alasan istri nya belakangan ini bersikap dingin dan cuek pada nya.
" Ya Allah Umi...Abi...Farhan tidak menyadari itu," Farhan menitikan air mata nya merasa bersalah.
" Sekarang istri Farhan dimana Mi....
Farhan harus meminta maaf pada nya..." Ucap nya lagi.
" Dia butuh waktu Han.....sadarlah dirimu dari kesalahan yang membuat istrimu sangat kecewa. Bahkan Umi juga wanita Farhan, Umi memahami perasaan Neng Bul². Hiks hiks....ya Allah Umi yang salah kurang mendidik anak kita Bi....." Umi Imah tak dapat lagi menahan air mata nya.
Kekecewaan Bul² ikut dirasakan oleh nya yang sebagaimnaa sesama perempuan.
" Dan jangan sekali kali kamu berani menemui Neng Bul² tanpa seizin kami. Anggap saja ini hukuman untukmu yang telah menyakiti hati menantu Abi..." Ucap Abah Zaki tegas.
" Tapi Bi.....Farhan membutuhkan istri Farhan Bi. Farhan nyesel yang kurang memahami nya, Farhan mohon Bi..Mi..izinkan Farhan untuk menemui nya." Ia menangis sersimpuh dikaki kedua orang tua nya.
Namun dengan tega, Abah Zaki dan Umi pergi begitu saja tanpa mempedulikan anak nya yang tengah menangisi perbuatan nya itu.
"Maafin Albi sayang....Albii nyesel.
Tolong pulanglah dek, Albii rindu padamu.
Tolong maafkan Albi sayang...hiks hiks.." Ucap Farhan lirih ditengah tengah isak tangis nya.
' Sekali dua kali aku masih bisa memaafkan Bi. Tapi kali ini, Albii menerima nya untuk menjadikan istri kedua dan itu membuat hati ku sangat sakit Bi....aku tidak rela membagi suami ku dengan wanita lain. Maafkan Aku yang harus menjauhi mu sementara' Gumam Bul² dalam hati.
**Huaaaaaa part terpanjang guys....
💞💞💞Tinggalkan
Vote
Komen
Like kalian ya !!!
Happy Reading**
__ADS_1
Bersambung💞💞💞💞