Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Mulai mengingat


__ADS_3

*Afwan, Author kemarin memang sengaja gak up. Lihat level nyesek pemirsah, jadi gak chemungudz buat coret-coret naskah. Tapi Author tetep sabar, tunggu sampe 1 minggu kedepan. Mudah-mudahan level naik ya, bantu do'a semoga Ntuun baik lagi ma Rasya, kek sama leluhurnya dulu.


Author memang hobi ngehalu, tapi kalau disisi hobi bisa ngedapetin cuan kenapa gak di kejar ?


Kouta perlu di beli gengs, atau ada yang mau sumbangin kouta ke Author ?


Ah, Author akan sangat berterima kasih sekali kalau ada 😂😂*.


Happy Reading pemirsah di rumah dan dimana pun berada. Semoga sehat wal'afiat dunia wal'aqhirah. Kalau kata kak New member, Al cantiki, wal ngangeni. Aaaaaa love u gengs❤️


****


...Hari ini Kia dan Rasya akan melakukan hal yang sudah mereka bicarakan kemarin. Setelah mengantar anak-anak kesekolah, Kia kembali mengajak Aisya berbincang sebentar. Namun kali ini Kia sudah menyiapkan tempat khusus untuk Aisya. Semuanya bukan tanpa alasan Kia melakukan hal ini, selain untuk Rasya hal ini juga sangat berarti untuk persahabatan mereka....


"Tapi kita mau kemana ?" Tanya Aisya yang merasa heran melihat Kia begitu antusias mengajaknya ketempat yang belum ia tahu tentunya.


"Tempat kenangan dimana cinta dan persahabatan menyatu di sana," jawab Kia tersenyum di balik niqabnya.


Aisya mengeryitkan dahinya. Cinta dan persahabatan, siapa ? Apa Kia mau curhat sesuatu ? Gumam Aisya dalam hati.


Mereka terus melangkah ke tempat pertama yang akan di jadikan sebagai terapi ingatan Aisya.


Mata Aisya begitu takjub melihat pemandangan di depan matanya yang jelas nyata itu.


Bagaimana tidak ? Rasya menyiapkan segalanya dengan istimewa untuk sang istri tercinta. Dengan harapan Aisya akan mengingat perlahan masa lalu yang pernah mereka lewati. Cinta dan persahabatan.


"MasyaAllah, ini indah sekali," puji Aisya setelah melihat sekelilingnya.


"Yang asli hanya taman biasa, tapi ini sudah di sulap jadi istimewa," jawab Kia dan meminta Aisya untuk segera duduk di kursi panjang.

__ADS_1


"Maaf Kia, memangnya ada acara apa sampai kamu menyulap tempat ini jadi seperti ini ?"


Kia tersenyum menanggapi pertanyaan Aisya, kini tatapan Kia beralih kedepan mengingat bayangan masa lalu persahabatan mereka sebelum semuanya hancur.


"Tidakkah kau ingat satu hal Isya ? Jika tidak tentang cinta, maka ingatlah tentang persahabatan. Aku yakin, kalau kamu bukanlah Isya, tapi Aisya. Saudari iparku sekaligus sahabatku !" Ucap Kia dengan tatapan berkaca-kaca menatap Aisya.


"Harus berapa kali aku katakan, aku bukanlah Aisya seperti yang kalian duga, Kia. Aku Isya, pengasuh Aishi dan calon istri dokter Evan," jawab Aisya.


Kia tersenyum miris, sebegitu tidak ingatkah kamu tentang persahabatan yang sudah lama kita jalin Aisya ?


"Katakan saja padaku ! Apa yang sudah dokter Evan katakan padamu ? Aku hanya ingin mendengarnya Isya."


"Baiklah, jika kamu penasaran dengan apa yang kak Evan katakan aku akan mengatakannya ! 6 Tahun lalu, aku mengalami kecelakaan parah, kak Evan menolongku dan membawaku ke jerman untuk mengobati ku. Wajahku hancur parah, sampai akhirnya kak Evan meminta dokter untuk mengoplas wajahku. Saat perlahan keadaanku mulai membaik, kami pulang ke Indonesia. Aku ikut pulang bersamanya, karna tidak ada keluarga yang aku kenal selain kak Evan. Bahkan kedua orang tuaku, aku tidak tahu dimana mereka berada," jelas Aisya.


"Apa kau tau wajah aslimu sebelumnya ?"


"Apa dokter itu mengatakan hal yang kamu alami setelah sadar ? Misalnya amnesia ?"


"Tidak ! Kak Evan tidak mengatakan apapun setelah aku sadar. Tapi aku ingat, kak Evan mengatakan namaku dan namanya setelah aku berhasil sadar dari koma," jawab Aisya.


"Nama ? Siapa nama yang dokter itu katakan ?"


"Isya putri, dan dia Evan teman masa kecilku," jawab Aisya lagi.


Kia mengangguk, ia semakin yakin jika wanita yang duduk di sampingnya adalah Aisya.


Namun yang ia tidak mengerti, kenapa dokter Evan membawa Aisya ke jerman tanpa memberitahu keluarga Aisya ? Termasuk Rasya, suaminya. Dan jenazah siapa yang sudah di makamkan waktu itu ?


Serentet pertanyaan masih bergejolak di benaknya. Jawaban ini hanyalah Evan yang tahu, tapi untuk mengetahui dari Evan tidak akan semudah itu sebelum semua sandiwara ini berakhir.

__ADS_1


"Dengarkan aku baik-baik, Isya ! Nama mu adalah Aisya putri, kau adalah istri dari Rasya syafaraz dan ibu dari Aishi. Kedua orang tuamu masih hidup, dan jika kemarin saat di jakarta bang Rasya membawamu kerumahnya, maka merekalah orang tuamu !"


Deg..


Ucapan Kia sontak membuat beberapa bayangan melintas di kepalanya. Tangannya mulai memegangi kepalanya yang terasa sakit.


"Berusahalah mengingat, Aisya. Mereka semua keluargamu. Apa pun yang dokter itu katakan tidak semuanya benar," ucap Kia lagi. Ia tidak peduli dengan Aisya yang merasa kesakitan. Dengan cara inilah Aisya akan memaksakan dirinya untuk mengingat sesuatu.


Di saat semuanya semakin gelap, tiba-tiba Aisya mendengar suara seseorang yang tengah merapalkan ijab kabul.


" قبلت نكاحها وتزويجها على المهر المذكور ورضيت بهى" والله ولي التوفيق


"Qabiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkur wa radhiitu bihi, wallahu waliyu taufiq."


Artinya: ( "Saya terima nikah dan kawinnya dengan mahar yang telah disebutkan, dan aku rela dengan hal itu. Dan semoga Allah selalu memberikan anugerah".)


Seseorang mengecup keningnya seraya merapalkan beberapa doa di pucuk kepalanya.


"Pa-pak Rasya.."


Tinggalkan


Vote


Kalian gengs...


Like nya jangan lupa, karna like gak bayar oke !


TBC

__ADS_1


__ADS_2