Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Season 3


__ADS_3

..."Azkya, bolehkah aku menjagamu dari kejauhan sebelum waktu yang tepat itu tiba ?"...


Deg.....


Ya Allah, apa lagi ini ?


"Ma-maksudnya ?"


"Aku baru menyadari sesuatu setelah 4 bulan terakhir. Aku menyukaimu Ki, aku menyukai segala tentangmu," jelasnya membuat Kia memutar badannya seraya melirik seseorang yang tengah menatapnya itu.


Kenapa baru sekarang kak ? Setelah semuanya berubah. Termasuk juga hatiku yang tidak lagi berharap untuk kau cintai.


"Dulu aku memang mencintai Aisya, tapi semua itu hanya rasa obsesiku yang ingin memiliki primadona kampus sebagai ketenaran namaku. Setelah aku menyadari yang sebenarnya, hatiku ternyata mengagumimu. Dan saat ingin aku mengatakannya padamu, ternyata kau lebih dulu pergi Ki," tambahnya lagi.


"Tapi kak, aku...."


"Kiki.........." seseorang memanggil nama Kia seraya berlari membuat ia terpaksa menghentikan kalimatnya.


"Asalammualaikum dek," sapa Arkan yang baru saja tiba di pesantren.


"Waalaikumsalam bang, kapan abang kesini ?"


"Bahkan abang baru dateng Ki," jawabnya seraya tersenyum membuat Kia mengangguk.


"Ini siapa ?" Tanya Arkan seraya melirik seorang lelaki yang sejak tadi terlihat mengobrol dengan Kia.


"Ah, iya Kiki lupa kenalin. Ini kak Reza bang, sahabat abang Rasya juga," jawab Kia memperkenalkan Reza.


Arkan mengulurkan tangannya pada Reza,"Arkan, sahabat kecil Rasya !" Ucapnya seraya tersenyum.


"Reza, sahabat kuliah Rasya," jawabnya seraya menerima jabatan tangan Arkan.


"Dimana pengantin baru kita ?" Tanya Arkan bertanya pada keduanya.


"Di kantor."


"Di dapur."


"Yang bener yang mana nih, dapur apa kantor ?" Tanya Arkan seraya terkekeh mendengar jawaban mereka bersamaan namun dengan kalimat yang berbeda.


"Kalau Aisya di dapur bang," jawab Kia.


"Dan Rasya ada di kantor," sambung Reza membuat Arkan mengangguk.


"Tunggu dulu, bukannya yang nikah sama Rasya itu Putri ? Kenapa jadi Aisya ?"


Kia terkekeh kecil seraya berkata,"Namanya emang Aisya putri bang, jadi bebas mau panggil apa aja."


Arkan hanya mengangguk seraya mengelus lehernya yang tidak gatal.


"Kia, sepertinya ini bukan waktu yang tepat. Lain kali kita bicarakan lagi, aku harap di perbincangan kita yang selanjutnya, kamu sudah yakin dengan semua yang aku katakan. Aku duluan, asalammualaikum," ucap Reza mengakhiri perbincangannya, karna menurutnya ini bukanlah waktu yang tepat dengan adanya Arkan di tengah-tengah mereka.


"Waalaikumsalam wr wb..."


"Emangnya lagi ngomongin apa sih dek ?" Tanya Arkan penasaran.


Kia menggeleng."Bukan apa-apa bang, cuma ngobrol biasa kebetulan lewat tadi," jawabnya tidak ingin Arkan tau yang sebenarnya. Menurut Kia, Arkan tidak perlu tau bahkan tidak pengting untuk tau.


Aku jadi penasaran. Kira-kira mereka ngomongin apa ya ? Gumam Arkan dalam hati.


"Abang mau ketemu abang Rasya ?"


"Ah, iya mau ketemu pengantin baru. Siapa tau dapet tipsnya buat naklukin cewek he he," jawab Arkan seraya terkekeh.


Kia hanya menggeleng-geleng, ternyata sikap Arkan yang dulu tidak pernah berubah sedikit pun.

__ADS_1


"Ya udah bang, Kiki juga mau kedapur. Asalammualaikum.."


"Waalaikumsalam. Ki....." panggil Arkan membuat Kia menghentikan langkahnya. Kia memutar badannya meminta jawaban kenapa arkan memanggilnya.


"Kiki bisa bantuin abang ?"


"Bantuin apa ? Selagi Kiki bisa, insya Allah Kiki siap."


"Bantuin abang untuk jatuh cinta tanpa mengecewakan hasilnya !"


Blus....


"Ea...ea....tersipu ni ye...uhuyyyyyyyy," goda Arkan membuat Kia bersemu dan semakin salah tingkah.


"Apaan sih bang," ucap Kia seraya menggeleng-geleng dan kembali melanjutkan langkahnya.


Aaaaa, malunya...


Kenapa harus bersemu segala sih ?


Lagi pula emang abang Arkan, kan suka gombal hi hi hi...


Kia...astagfirullah, kenapa harus seseneng ini sih ?


"Asalammuaalikum..."


"Waalaikumsalam."


"Nah ini dia yang ditunggu-tunggu akhirnya nongol juga. Lo dari mana sih Ki ? Bisa-bisanya berangkat bareng nyampenya paling akhir, lama lagi," gerutu Icha yang langsung mengintrogasi Kia yang baru saja sampe ke dapur.


"Maaf, aku ketemu kak Reza di jalan," jawab Kia jujur.


"Terus berdua-duan ngobrol, gitu ?" Sambung Mona bertanya.


"Sudah-sudah, kalian kenapa nanyain Kia kayak ngintrogasi maling sih ? Dari pada debat, mending buruan masak deh ! Udah makin sore nih hari," ucap Aisya menghentikan obrolan mereka untuk segera mengeksekusi masakan yang belum matang.


Ke-empat manusia yang berada di dapur itu semakin sibuk menyiapkan beberapa menu untuk jatah makan malam para santri.


***


Berbeda juga dengan Arkan yang menemui sahabatnya di kantor para asatidz itu.


Obrolan keduanya begitu membuat Rasya semakin pusing dengan beberapa permintaan juga pertanyaannya.


Pasalnya, sebelum Arkan datang menemui Rasya dan membicarakan hal ini, ternyata ada Reza yang juga sahabatnya memperbincangkan masalah yang sama.


"Ayolah Sya, ana butuh bantuan ente !" Ucap Arkan kepada Rasya yang terlihat tengah memijat pelipisnya itu.


"Kenapa gak ngomong sendiri aja sih ? Ente ribet banget jadi rejal," gerutunya.


"Ah, ana gak yakin bakalan diterima Sya."


"Dan emangnya ente sudah yakin dengan perasaan ente sendiri ? Ana gak mau ya, niat ente cuma buat main-main !" Cecar Rasya dengan kalimat seolah itu adalah peringatan untuk Arkan.


"Ana serius Sya. Sekarang ana cuma minta bantuan ente untuk ngasih pilihannya aja, selanjutnya biar ana yang usaha sendiri," jawab Arkan dengan mantap dan tidak main-main.


"Huh.....baiklah, nanti ana coba tanyakan pada Kia," ucap Rasya yang membuat Arkan tersenyum bahagia.


Harus gimana ngomongnya ya ?


Sementara ada dua pria yang minta hal sama


Flashback On


Beberapa hari yang lalu, Reza dengan tatapan seriusnya menghadap Rasya, sahabatnya untuk membicarakan hal yang sangat penting.

__ADS_1


"Sya, menurutmu aku sama Kia cocok gak ?" Tanya Reza tiba-tiba sontak membuat Rasya menatapnya serius.


"Jangan bilang...."


"Iya Sya, aku mengagumi adikmu. Aku baru menyadarinya setelah empat bulan terakhir ini. Boleh aku meminta bantuanmu ?!" Ucapan Reza membuat Rasya menghentikan kalimatnya.


"Bantuan apa ?"


"Bantu aku pertanyakan masalah hati Kia ! Maksudku, apa dia lagi ta'aruf dengan seseorang ?"


"Setauku tidak."


"Ayolah Sya, setidaknya bantu aku jadi rekomendasi kandidat calon imamnya. Ya gak ?" Ucap Reza seraya menaik turunkan alisnya.


"Akan aku coba !" Jawab Rasya membuat Reza tersenyum.


Flashback Off


Dua-duanya sahabat...


Dua-duanya juga mengagumi Kia...


Seharusnya mereka meminta bantuan Allah dengan meminjam namanya di sepertiga malam, bukan malah padaku


***


Ketika fikiran mencari dan hati yang meyakinkan, di situlah pilihan yang tepat ditemukan.


Akan datang waktu di hidupmu ketika kamu harus memilih untuk membalik halaman, menulis buku yang lain atau sekedar menutupnya.


Seperti semua pemimpi, saya bingung dan kecewa dengan kebenaran.


Manusia sejatinya tidak bisa menentukan benar dan salah, semuanya hanya tentang sudut pandang.


Aku bingung, kita mau berjalan ke arah mana. Nampaknya semua arah adalah arah yang salah.


Tenang dan heninglah. Itu adalah cara untuk berada dalam kehidupan yang penuh pengertian.


Jika yang anda cari belum anda dapati, periksa kembali apa yang anda cari. Karena apa yang anda lihat tergantung dari apa yang anda cari.


Jika ragu, ikutilah hatimu. Berikan pertanyaan, temukan jawabannya. Belajarlah untuk mempercayai hati.


Keraguan bukan merupakan lawan dari keyakinan. Namun keraguan adalah bagian dari keyakinan.


Semangat adalah sebuah gunung berapi di mana di atas puncaknya rumput keraguan tidak pernah tumbuh.


Ketika dihadapkan dengan dua pilihan seringkali rasa bingung dan bimbang menentukan salah satunya menyelimuti hati. Di mana kalian merasakan galau memutuskan yang terbaik dari keduanya.


Ya, tidak dapat dipungkiri rasa bimbang memang bisa terjadi jika kalian dihadapkan dua pilihan yang sama-sama baik.


Akan tetapi beberapa kondisi menyebabkan kalian harus memilih satu diantara keduanya. Sehingga perasaan bingung dan bimbang menyelimuti hati serta pikiran saat ingin menentukan sebuah pilihan. Namun seperti diketahui mengikuti kata hati biasanya menjadi cara terbaik yang bisa kalian pilih untuk menentukan pilihan hidup.


Azkya anjani


**Tinggalkan


Vote


Like


Komen kalian ya


Happy Reading guys**


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2