Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Drama diatas panggung


__ADS_3

Hari hari telah berlalu, minggu pun berganti bulan. Suasana hari ini begitu mendukung semangat nya untuk mempersiapkan diri diacara besok menyambut para santri baru. Bul² pun berfikir, jika besok diri nya akan bertemu dengan Adam. Karna mereka telah ditugaskan untuk saling koloborasi.


Aku sangat tidak sabar menunggu hari esok Akhiiiiii. Aku sangat merindukanmu. Gumam Bul² seraya tersenyum.


Persiapan demi persiapan telah dilakukan. Memasang tenda , kursi dan beberapa meja.


Bul² dan kedua sahabatnya tengah membeberkan taplak meja, dengan ditambah vas bunga sebagai variasinya.


Sambil terus berbincang bincang, tiba tiba saja ada seseorang yang memanggilnya.


" Afwan Ukhty ...bisa Ana meminta sedikit tali nya !." Ucap nya sambil melirik tali diatas meja yang Bul² persiapkan. Bul² pun mengangguk, ia menghampirinya memberikan tali itu.


Sepertinya kesusahan. Gumam Bul².


" Afwan Akhi , perlu dibantu ?." Tawar Bul².


Lelaki itu melirik kearahnya, kemudian mengangguk. Bul² mengambil kursi dan dinaikinya kursi itu lalu memegang sisi kanan banner. Apalah daya, tinggi Bul² hanya


setinggi tongkat pramuka. Sungguh tidak akan sampai jika ia hanya bertumpu pada lantai dasar .


" Syukron Ukhty...." Ucapnya . Bul² pun hanya mengangguk dan tersenyum dibalik niqabnya.


Rima dan Safa saling lirik, ia bertanya tanya siapa laki laki yang tengah memasang banner bersama Bul².


" Siapa Saf....?." Bisik Rima pada Safa.


" Entahlah, Aku baru lihat hari ini. Jadi aku mana tau." Jawab Safa dengan berbisik.


Masya allah tampannya


Jadilah imamku kelak Akhiiiii. Gumam Rima.


" Ekhemmmmm, zina mata Rim...." Tegur Safa yang melihat Rima terus mesem melirik kearah banner.


" Astagfirullah...ngagetin aja deh." Ucap Rima menyebikan bibirnya.


" Lagian....ngeliatin orang begitu banget. Tuh ilermu kemana mana." Jawab Safa . Rima mengusap bibirnya, namun tak ada apapun disana.


" Ihhh Safaaaaaaaaa." Gerutu Rima, sementara Safa terkekeh berhasil mengerjai sahabatnya itu.


Tampan, manis....


Siapakah kamu Akhi...Gumam Safa sesekali melirik kearah laki laki itu.


Jika Rima mengajak nya bicara, buru buru ia mengalihkan pandangannya. Ia juga tak ingin diledek menatap laki laki bukan mahkrom.

__ADS_1


Safa tipekal wanita yang tidak pernah mengumbar perasaan nya, meskipun itu dengan sahabatnya sendiri. Ia begitu tertutup jika menyangkut hal yang pribadi.


Memasang banner telah selesai, Bul² pun turun dari kursi yang ia naiki. Namun saat ia menurunkan kakinya, tanpa sengaja kaki Bul² menginjak sedikit gamis panjangnya. Kursi itu seketika oleng, dengan sigap seorang Akhi yang berada disebelahnya menarik gamis Bul² agar tidak jatuh. Bul² yang hampir saja jatuh jika tidak ada yang menariknya dari belakang, ia sedikit terkejut dan membalikan badan seraya menatap seseorang yang menolongnya itu.


Deg.....


deg.....


" Syukron Akhi......" Ucap Bul².


" Na'am. Lain kali hati hati." Jawabnya. Bul² pun mengangguk, ia akhirnya turun dari kursi dengan sedikit menarik gamisnya.


" Ana permisi Akhi , Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam..." Jawabnya .


Keduanya sama sama ingin turun dari atas panggung. Namun langkah keduanya selalu kearah yang sama. Bul² kekiri ia pun ikut kekiri , saat kekanan ia pun ikut kekanan. Entah kebetulan atau sengaja, langkah kaki mereka selalu kearah yang sama secara bersamaan. sekali, dua kali, bahkan lebih. Hingga Bul² jengah langkahnya tak kunjung maju.


" Akhiiiii....bisakah Ana duluan !." Pinta Bul².


" Afwan Ukhty...Ana juga sedang buru buru." Jawabnya.


Dengan jengkel, Bul² terus mengerutu dan mengumpat laki laki itu dalam hati nya .


Ngalah 5 detiiiikkkk aja. Nyebelin banget. Gerutu Bul².


Berbeda dengan laki laki itu, ia seraya tersenyum. Seperti mengetahui apa yang Bul² ucapkan dalam hatinya.


" Jangan terus mengumpati Ana Ukhty....


Tidak baik gibah sendirian." Ucapnya tersenyum.


Apa katanya gibah sendirian, bukan nya bagus


cukup aku yang tau. Yang gak bagus itu rame rame ngegibahin orang. Dasarrrr anehhhh. Umpatnya lagi .


" Pfffffftttt, Ukhty.... tuh dua temen nya diajakin gibah juga." Ucap nya lagi menahan tawa sambil melirik kearah dua sahabat Bul².


Ni orang kenapa, mau ketawa ya ketawa aja. Gak usah ditahan. Eh tapiiiii


Astagfirullah ...apa dia bisa baca pikiran orang?. Gumam nya dalam hati.


" Tidak Ukty....." Jawabnya.


Bul² selalu menjawabnya dalam hati. Tapi saat ia mengumpatnya , seseorang itu menjawab dengan jelas, seperti mendengar apa yang diucapkan Bul² dalam hati nya .

__ADS_1


Bul² pun merasa kebingungan. Bagaimana ia bisa berbicara dengan pas, seraya menjawab perkataan nya dalam hati .


Tak ingin meladeninya lagi, Bul² pun mengalah. Ia berfikir, jika langkah kanan dan kiri selalu bersamaan, maka cara satu satunya adalah melangkah maju. Bul²


sudah berancang ancang melangkahkan kakinya dengan cepat, namun tiba tiba saja....


Duukkkkk


" Awwwwwww...." Bul² meringis kesakitan pada dahi nya. Ia mengusap usap pelan dibagian yang terasa sakit.


" Astagfirullah...


Afwan Ukhty..., Ana bener bener tidak sengaja." Ucap nya sambil terus memperhatikan Bul².


Ternyata ancang ancangnya untuk melangkah maju gagal total. Masih seperti tadi , langkah yang sama arah yang sama secara bersamaan. Membuat kening Bul² beradu pada dada bidang seseorang itu.


" Stoooopppppp, diam ditempat jangan bergerak. Ana yang akan duluan turun. Diem anteng disitu Akhiiii." Bul² kehilangan kesabaran nya.


Ya rabb....mau turun panggung aja


Harus ngedrama dulu....Menyebalkan. Gerutu Bul² namun masih terdengar ditelinga seseorang yang didepan nya.


Laki laki itu mengalah, ia diam ditempat hingga Bul² turun, dan setelah itu disusul olehnya.


Dengan berjalan sambil tersenyum, lelaki itu pergi meninggalkan panggung.


**💞💞💞💞 Apa yang jadi tanda ????? dipart ini?. Apa hayoooooooooo........


Alhamdulilah


bisa balik Up lagi.


Yang setia membaca , sekedar lewat , numpang promo atau Apalah Apalah itu he he....


Tetep tinggalkan


Vote


like


komen kalian ya !!!!!


Happy Reading guys**...


Bersambung 💞💞💞💞💞

__ADS_1


__ADS_2