
Selepas kejadian nya dengan Naya dikordinor asrama puteri, Bul² menghampiri sahabat nya dikamar B1. Dengan penuh semangat seolah tak pernah ada masalah. Bul² ceria kembali dan tentu nya selain Rima, Bul² lah yang paling banyak bicara nya.
" Bul² kamu hari ini seneng banget kayak nya, bagi cerita dong !" Ucap Rima.
" Iya tuh, jarang banget ngobrol.." Tambah Safa.
" He he...gimana ya guys. Habis nya ini rahasia yang gak bisa aku bagi tau ." Jawab nya sambil terkekeh.
" Paling juga lagi bucin bucin nya sama Gus Farhan iya kan....?" Tebak Rima. Lagi lagi Bul² hanya menjawab dengan senyuman tenang nya.
Hingga tak terasa waktu belajar pun telah selesai. Bul² dan Farhan saat berada disekolah cukup komitmen, ia tak mau mencampurkan status nya atau urusan pribadi saat didalam ruangan belajar. Cukup semuanya memandang Bul² sama, yaitu seorang santri.
Siang itu Farhan yang hendak pulang untuk makan siang, tiba tiba saja dihentikan oleh Naya.
" Makan disini saja Han, sekali kali..." Ucap nya.
" Afwan, Ana gak bisa Nay. Bul² pasti nungguin..." Tolak Farhan dengan halus.
" Kapan lagi coba Han, aku pengen deh ngulang masa dulu lagi saat kita makan bareng. Pliss mau ya ...." Ucap nya memelas.
Semua Ustadz dan Ustadzah yang melihat rengekan Naya sempat berfikir bingung. Bagaimana bisa seorang Farhan mampu luluh dibujuk rayu oleh seorang gadis selain istri nya?.
Farhan telihat menghela nafas nya. " Baiklah Ana akan makan dikantor saja..."
Tok tok...
" Assalammualaikum ....."
" Waalaikumsalam...." Jawab mereka kompak.
Bul² membawakan makanan kesukaan suami nya itu. Meskipun dalam hati nya begitu dongkol, tapi ia tahan demi menjauhkan Naya dari bayangan suami nya.
" Sayang......" Panggil Farhan menghampiri istri nya.
Bul² menyambut nya dengan senyum manis. Para asatidz sudah terbiasa melihat adegan romantis pasangan suami istri yang satu ini. Namun tidak dengan Naya, ia terlihat kesal saat tiba tiba saja Bul² datang menghampiri Farhan.
Rencana yang ia susun untuk makan bersama dengan Farhan mendadak gatot dengan hadir nya Bul².
" Bi..Adek bawain makan siang kesukaan Albii, nih..." Bul² memberikan rantang itu pada suami nya.
__ADS_1
" Ukhty mah telat, kami sudah makan kok baru nganter makanan..." Sahut Ustadzah Yasmin.
" Hehe afwan Ustadzah, tadi Bul² bantuin Umi beberes dulu..." Jawab nya seraya terkekeh.
" Tau aja Adek Albi mau makan dikantor..." Ucap Farhan.
" Tau dong Bi, Adek kesini karna takut Albii ditemplokin ulet bulu. Bahaya loh Bi, sekali nempel langsung gatel gatel. Ulet bulu itu pembawa virus Bi, ihhh Adek jadi ngerii..." Jawab nya dengan mata yang melirik kearah Naya.
Farhan hanya terkekeh mendengar perkataan istrinya yang sangat gak masuk akal itu.
Sementara para asatidz yang disana pun ikut tersenyum seraya menggelengkan kepala. Apa seperti itu yang dinamakan bucin...? itulah kira kira pemikiran mereka.
Bul² sengaja bersikap manja pada suami nya, ia ingin menunjukan pada virus virus perusak rumah tangga nya, bahwa istrinya lah yang lebih berhak atas suami nya. Ia akan membuat Farhan luluh bila perlu bertekuk lutut dihadapan nya demi menjunjung tinggi status nya sebagai seorang istri. Masa depan lebih penting dari pada masa lalu sekalipun lebih banyak kenangan paling mengesankan. Kalau pun Naya adalah masa lalu terindah Farhan, tidak bisa mengubah kenyataan kalau istri nya kini bukanlah masa lalu nya.
" Ya udah yuk makan sayang...!" Ajak Farhan dan menyuruh istri nya untuk duduk.
" Adek sudah makan Bi, tapi boleh gak Adek disini nemenin Albii sampe selesai makan ?"
" Boleh sayang, siapa sih yang mau ngelarang..."
" Beruntung ya Gus dapet istri perhatian gitu..." Ucap Ustadz Fadil.
Naya yang semakin kesal melihat keromantisan Farhan juga Bul² memilih untuk pergi meninggalkan nya.
" Sial.......kenapa Farhan malah memilih Bul² sih. Aku gak akan tinggal diem, gak akan kusia sia in kesempatan berada dipesantren ini ." Gumam Naya kesal dan menghentakan kaki nya berkali kali.
" Kesempatan apa....?"
" Astagfirullah...eh Umi. Ma-maksudnya kesempatan buat lebih banyak belajar lagi Umi. Karna cara dan suasana setiap pesantren tentu berbeda..." Jawab Naya gugup.
' Sungguh tidak ada guna nya Kyai Mahmud memasukanmu kepesantren belasan tahun diturki. Lihat sikap mu sekarang Naya, Umi merasa bersyukur dulu Farhan menolak dijodohkan dengamu......hati dan pikiran mu kini dibutakan oleh cinta, hingga kamu pun salah melangkah......Umi sebenernya kasihan melihat mu nak, tapi Umi hanya punya 1 anak yaitu Farhan. Sungguh kebahagaian nya sangatlah penting bagi Umi...' Gumam Umi dalam hati.
" Naya....Umi tidak akan berkata apapun nak. Tapi tolong Naya pikirkan dengan jernih, belasan tahun Naya dipesantren turki Naya dapet ilmu apa selama disana....? berpikirlah dengan baik sebelum melakukan sesuatu, Asalam mualaikum..." Umi Imah berlalu pergi.
Umi akan perlahan menasehati nya dengan seolah tidak tau apapun. Jika ia sangat terlewat batas, jangan salahkan jika seorang ibu berbuat nekad.
Naya terdiam mencerna kembali ucapan Umi Imah. Ada rasa menyesal dalam hati kecil nya namun lagi lagi ego ingin memiliki Farhan sangatlah menjadi dambaan nya sekarang.
" Apa Umi tau...tujuan ku ? Tapi gak mungkin...." Gumam nya lirih.
__ADS_1
Setelah sedikit tenang, Naya pun kembali kekantor. Dilihat nya Farhan tengah berbincang dengan Bul² diiringi canda dan tawa.
" Kamu belum makan Nay ...?" Tanya Farhan yang melihat Naya kembali.
" Eh, belum Han. Makan sendiri rasanya kurang selera..." Jawab nya.
Saat berjalan ingin menghampiri Farhan, Naya sengaja menyenggol kan kaki nya kekursi. Berharap ia jatuh dan langsung dalam pelukan Farhan. Namun Bul² yang melihat itu tentu tak mau kalah, digeser nya kursi tempat ia duduk untuk berhadapan dengan Farhan. Dan...
Brukkkkkkk
" Astagfirullah......" Ucap semuanya kaget.
" Awwwwww, hati hati dong Ning Naya sakit tau..."
" Ya Allah sayang kamu gak papa ?" Farhan mengelus punggung sang istri.
" Gak papa Bi....."
" Naya kamu gak papa...?" Tanya Farhan yang melihat Naya masih terduduk dilantai.
" Sakit tau ...." Jawab Naya.
Bul² pun berinisiatif untuk membantu Naya bangun dari duduk nya sebelum keduluan para Ustadzah yang akan membantu nya.
" Bagaimana Ning, permainan ku cantik bukan ? Jika kau menganggap pinter berakting dalam bermain, maka aku pinter merangkai, karna tentu aku sutradaranya." Bisik Bul² tersenyum penuh kemenangan.
Sementara Naya sudah sangat terlihat emosi, namun ia tahan mengingat bukan hanya mereka berdua didalam sana.
💞💞💞Alhamdulilah
Balik Up lagi nih
Tinggalkan
Vote
Like Komen kalian ya !!!
Happy Reading Guys....
__ADS_1
Bersambung💞💞💞💞