
Setelah sesak didadanya mereda, Farhan kembali bertanya pada istrinya untuk mewanti wanti saat Bul² bertemu dengan Rafi tanpa dirinya. Farhan tidak rela jika istrinya pernah bermanja manja dengan pria lain meskipun hanya masa lalu. Jika saja waktu bisa diputar kebelakang, mungkin Farhan akan memposisikan dirinya digarda terdepan untuk bermanja dengan Bul² sebelum Rafi.
" Bii......"
" Kenapa sayang ?" Kali ini Farhan betul-betul harus memanjakan istrinya melebihi masa lalu. Tutur bahasanya yang lembut, kini lebih halus sehalus sutra.
Sementara Bul² terkikik geli antara menahan lapar dan tawa melihat tingkah suaminya.
' Tidak sia sia aku menceritakan masa lalu. Bener bener diperlakukan bak putri raja hi hi hi ' Gumam Bul² dalam hati.
" Adek laper Bi..." Ucapnya dengan nada manja.
" Mau makan apa sayang, hem...?" Tanya Farhan seraya mengecup bibir sang istri sekilas.
Entah mengapa Bul² sangat menikmati sentuhan suaminya itu. Ia memejamkan matanya kala Farhan mengecup bibir ranumnya. Meskipun kini sudah sering ia lakukan tapi semenjak hamil, Bul² begitu sering meminta hal-hal yang sangat menggugah selera seorang pria.
Lelah atau tidak, Farhan tetap mengikuti kemauan istrinya. Terlebih lagi ia selalu berhasrat jika melihat sang istri memakai baju santainya saat dikamar.
" Adek mau sosis Bi......."
" Sosis Albiii, mau ?" Goda Farhan seraya mengedipkan sebelah matanya.
" Dihhhh, lagi gak pengen itu tauk." Bul² mengerucutkan kembali bibirnya, yang membuat Farhan semakin gemas dan berulang ulang untuk mengecupnya.
" Iya sayang, Albi gorengin ya ?"
" Adek yang potong, Albi yang goreng !" Ucap Bul² antusias.
" Iya sayang ku....." Jawab Farhan mengacak pelan rambut halus Bul².
Bul² ditemani suaminya bertempur didapur untuk menggoreng sosis. Ia sangat beruntung memiliki suami seperti Farhan, awalnya Bul mengira ia tidak akan bahagia. Mengingat awal menikah Bul² tidak memiliki rasa cinta untuk suaminya, namun karna tulusnya perhatian dan cinta dari Farhan, mampu membuktikan jika dialah lelaki yang memang telah Allah pilihkan untuk mendampingi hidupnya. Hingga kini pun ia mampu mengimbangi rasa cinta suaminya dengan arti sama-sama saling mencintai, mengarungi bahtera rumah tangga menuju ridho Allah hingga kejannahnya.
Tak beberapa lama, sosis pun selesai digoreng dan sudah tertata rapi dimeja makan untuk siap disantap. Tak lupa, Bul² juga memanggil kedua mertuanya untuk makan bersama.
" Nak, tiap bulannya harus rutin cek kandungan ya ! biar bayinya sehat dan berkembang dengan baik !" Titah Umi seraya memakan sosis goreng dengan lumuran saus dan kecap.
" Na'am Umi. Insya Allah besok Bul² cek kedokter lagi..."
" Dek, Albi pengen deh Adek usg. Melihat perkembangan calon buah hati kita, pasti lucu..." Farhan membayangkan saat istrinya usg dan melihat janin yang bergerak- gerak di monitor.
" Iya Bi, nanti kita kerumah sakit aja untuk usg. Tapi kalau sudah 4 bulan saja ya Bi, biar bisa sekalian lihat jenis kelamin ."
" Iya sayang...apapun jenis kelaminnya Albi terima. Yang terpenting kamu dan anak kita sehat selalu..." Farhan mengelus pelan tangan istrinya dan di ciumnya tangan itu.
" Astagfirullah, kamu gak lihat disini ada orangtua? anak durhakaaaa memang..." Celetuk Abah Zaki.
Farhan hanya cengengesan mendengar ucapan Abinya, sementara Bul² sudah menahan malunya seraya tertunduk.
__ADS_1
" Anak siapa ?"
" Zaki Hassannudin dong..." Jawab Abah terkekeh.
" Tuh tau, buah jatuh gak akan jauh dari pohonnya Bi...." Sambung Umi. Abah Zaki pun hanya cengengesan setelah mendengar ceramah dari istrinya.
Pendakwah juga kalau dihadapkan dengan singa betina.......mantra apapun gak akan mempan terkecuali Lembaran merah gambar soekarno, iya kan emak emak.....🤣🤣🤣🤣 Mata duiteeennnn.
Setelah kenyang memakan sosis, Bul² meminta izin pada suaminya untuk berjalan-jalan sore keliling ponpes ditemani kedua sahabatnya, Rima dan Safa. Farhan pun mengizinkan asal pulang jangan terlalu petang, sungguh tidak baik wanita hamil menjelang magrib masih keluyuran.
" Saf...kok aku pengen menikmati suasana dideket sungai ya .."
" Jangan ngaco deh Bul, ini udah mau magrib. Kalau gus Farhan nyariin gimana ?" Ucap Rima.
" Iya Bul mending jangan deh, gak baik tau wanita hamil mau magrib keluyuran. Apa ya bahasa orangtuanya, emmmmmmm____
" Pamali......." Ucap Rima dan Bul² kompak.
" Nah iya itu he he he, aku lupa...." Safa pun terkekeh.
" Disna kedua nih..." Ledek Rima.
" Enak aja, jangan disamain sama mlehoyy dong. Jelas jauh beda...."
" Bedanya....?" Rima dan Bul² bersamaan.
" Bukan nama bambang....." Celetuk Rima. Sementara Safa hanya cengengesan dan Bul² hanya menggeleng melihat tingkah kedua sahabatnya itu.
Meskipun beberapa kali terjadi konflik diantara mereka, tapi hubungan sahabat tidak akan mengalahkannya. Kini persahabatan mereka makin terjalin erat, hingga bisa memahami dan memaklumi satu sama lain.
" Pulang gih Bul, nanti Gus tampan nyariin loh !" Titah Rima.
" Ya udah aku pulang ya, Asalam mualaikum..."
" Waalaikumsalam wr wb..." Jawab Safa dan Rima kompak.
Selepas perginya Bul², Safa dan Rima pun kembali keasrama mereka untuk bersiap shalat magrib berjama'ah dimasjid.
Sepanjang perjalanan, Bul² terus saja bergumam.
' Duhhh pengen banget nikmati sore hari dideket sungai...apa kesana aja ya, tapi kalau Albi nyariin gimana. Ahhh bodolah, yang penting keturutan he he he ' Gumam Bul² dalam hatinya.
Bul² mengurungkan niatnya untuk pulang kerumah, ia memilih untuk mengikuti keinginannya merasakan suasana sore hari didekat sungai belakang pesantren.
10 menit lagi jarum jam tepat berada diangka 6, namun Bul² belum juga pulang. Farhan kelimpungan menunggu dan akhirnya memutuskan untuk menjemput istrinya diasrama. Keberuntungan berpihak pada Farhan, ia bertemu dengan sahabat Bul² yang hendak kemasjid.
" Assalam mulaikum..." Salam Farhan.
__ADS_1
" Waalaikumsalam...."
" Afwan, apa Ukhty melihat Bul² ?" Tanya Farhan.
" Bukannya Bul² udah pulang ya gus ?" Jawab Safa balik bertanya.
" Iya Gus, Bul² sudah pulang setengah jam yang lalu..." Sambung Rima.
" Astagfirullah, tapi dia belum pulang kerumah." Ucap Farhan mulai gelisah.
" Ya Allah, Rim...Bul² kemana ya ?"
" Kita bantu cari aja yuk, keliling !" Ucap Rima dan Safa pun mengangguk.
" Baiklah, saya juga akan mencarinya...kita berpencar !" Ucap Farhan langsung diangguki oleh kedua sahabat istrinya.
Mereka bertiga berpencar mencari-cari keberadaan bul², namun pencariannya tak membuahkan hasil.
" Bagaimana, apa kalian sudah menemukan Bul² ?" Tanya Farhan.
" Tidak Gus....." Jawab keduanya kompak.
" Astagfirullah kamu dimana sih dek..." Farhan frustasi yang tak menemukan istrinya.
Sementara ditepi sungai, Bul² tengah menikmati suasana pancaran matahari yang mulai tenggelam. Ia menghirup udara segar berulang kali, hingga lupa waktu untuk pulang.
' Nikmat mana yang kau dustakan Bul²....
Ya Allah kenapa kepala ku pusing sekali. Astagfirullah......' Gumamnya seraya memegang kepalanya yang terasa sakit tiba-tiba.
Brukkkkkkk........
Bul² pingsan ditepi sungai, dengan hari yang sudah semakin gelap tanpa ada seorang pun yang tau ia dimana.
Namun Allah maha segalanya....seseorang telah menolongnya dan segera membawanya keklinik pesantren. Ia berlarian seraya menggendong tubuh Bul² menuju keklinik. Namun tanpa disadari, Farhan melihat kejadian itu mendadak dadanya terasa sesak, pikirannya sudah tidak lagi berfikir dengan jernih, ia pun mengepalkan kedua tangannya lalu mengikutinya menuju klinik. Ingin rasanya ia berteriak dan marah, namun kali ini yang ia utamakan adalah keselamatan istrinya.
💞💞💞💞**Tinggalkan
Vote
Like
Komen kalian ya !!!
Happy Reading guys**...
Bersambung💞💞💞
__ADS_1