Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 101 Tidak Ada Di Kantor


__ADS_3

Vaska dan Marvell beradu kekuatan untuk menunjukkan siapa yang terkuat di antara mereka berdua.


“Boum.” sempat terjadi ledakan saat mereka berdua menunjukkan kekuatan mereka masing-masing.


“Judith bukan milik mu. Dia hanya manusia rendahan.” ucap Marvell sambil membalas serangan dari Vaska yang melukai tubuhnya.


“Dia milik ku. Kau atau yang lainnya dilarang keras menyentuh gadis ku !” Vaska menjawab dengan tegas karena baginya gadis itu bukanlah sekedar blood successive biasa meskipun ia sendiri belum bisa menafsirkan apa kejelasan hubungan di antara mereka berdua.


Ia pun kembali melancarkan serangan pada Marvell namun bisa ditahan oleh pria itu.


“Bagaimana jika kita berbagi blood successive bersama ? Kau bagi darah Judith dengan ku dan aku akan memberikan blood successive lainnya padamu.” Marvell tersenyum lebar menatap Vaska sambil melakukan negosiasi dengannya, selain itu karena ia merasa kekuatan Vaska jauh di atasnya. Dan jika dia terus bertahan dalam posisi seperti ini mungkin beberapa saat lagi nyawanya memang benar akan melayang di tangan pria itu.


“Berbagi kau bilang ?” Vaska tersulut amarahnya mendengar pernyataan Marvell yang baginya sangat menyinggung sekali. “Kau memang cari mati !” Vaska menarik pedang es dan menghunuskannya pada Marvell.

__ADS_1


“clang.” adu pedang pun terjadi setelah sebelumnya mereka berdua beradu kekuatan.


Vaska yang sebelumnya membuat pelindung berlapis pada Judith merasa sedikit kewalahan menghadapi Marvell hingga suatu ketika ia sedikit lengah di karena kan tenaganya yang menurun hingga 50%.


“slash !” Marvell yang melihat sedikit kesempatan tak menyia-nyiakan kesempatan itu dan mengayunkan pedangnya yang mengakibatkan tubuh Vaska tersayat.


“Kurang ajar kau... !” Vaska melihat dadanya tergores pedang Marvell menjadi semakin terbakar emosi. Ia pun Mengayunkan pedangnya dan berhasil menusuk perut Marvell.


“Jika aku melanjutkan pertarungan ini aku pasti akan mati.” Marvell melihat darah keluar dari perutnya dan memegang bagian perut yang terluka. “Pangeran ke-21 aku akan buat perhitungan kembali dengan mu ! Aku akan membalas mu, ingat itu !” Marvell memberikan ancaman pada Vaska sebelum ia menghilang dari arena pertarungan.


“Klang !” Vaska kembali menyarungkan pedangnya.


“bugh !” ia pun roboh dan terpaksa menahan tubuhnya dengan pedangnya.

__ADS_1


Dari dalam kamar Judith yang tidur pulas membuka mata saat mendengar suara keributan di luar rumahnya.


“Hiis... suara apa itu ?” Judith membuka mata dan seketika duduk saat mendengar suara pedang yang beradu. “Apa ada yang berkelahi di luar sana ?” turun dari tempat tidur Kemudian berjalan menuju ke jendela dan menyingkap tirai jendelanya yang tipis.


“Tidak ada apa-apa di sana. Mungkin hanya preman mabuk yang bertengkar seperti biasanya.” Judith menutup kembali tirai jendelanya yang tipis setelah melihat ada siapapun di sana. “Lebih baik aku tidur lagi dan bermimpi manis tentang tuan Vaska.” ucapnya dengan pipi yang memerah setelah mengingat apa yang ia impikan dan kembali berbaring di tempat tidur.


Pagi harinya Judith bangun dan bersiap untuk berangkat ke kantor.


“Tidak ada kelopak mawar di sini.” ia tidak menemukan kelopak mawar merah yang biasanya ada di tempat tidur. “Ahh...” Judith kembali merasakan dadanya nyeri saat menyentuhnya dan rasa lengket di area sensitif nya, namun ia tak mempedulikan hal itu kali ini karena ia hampir terlambat masuk ke kantor.


Tak lama kemudian gadis itu tiba di kantor. Hingga siang hari, ia tak melihat keberadaan Vaska maupun Marvell di kantor.


“Ruangan CEO Marvell kosong, sekarang ruangan tuan Vaska juga kosong. Kemana mereka ?” Judith berhenti sejenak menoleh ke ruangan Vaska saat melewatinya.

__ADS_1


__ADS_2