
Kyle yang awalnya ingin menemui Judith dan bicara dengannya untuk bertanya seputar masalah CEO Marvell kembali kesal setelah melihat CEO Marvell tersenyum pada Judith.
“Dasar wanita murahan penggoda lelaki orang, kau Judith.” umpat Kyle menatap kesal ke arah mereka berdua sambil mengepalkan tangan. “Aku tak akan membiarkan hal itu terjadi.”
Kyle kemudian berjalan dan menghampiri mereka berdua.
“Hai Judith ada yang ingin ku bicarakan denganmu sebentar.” Ia menghampiri Judith dan tersenyum manis padanya sambil menarik tangan Judith. “CEO maaf aku ada sedikit urusan dengannya. Aku pinjam dulu.” Kyle beralih menatap CEO Marvell untuk meminta izin padanya.
Tanpa menunggu jawaban dari CEO Marvell, Kyle menyeret Judith dan membawanya pergi menjauh dari CEO.
“Ada apa dengan Kyle ? Kenapa dia selalu saja mengganggu di saat aku bicara dengan Judith.” CEO Marvell hanya bisa menetap dua gadis itu di sudut jalan. “Wanita memang rumit. Entah itu dari ras manusia atau vampir, makhluk satu ini memang sulit dipahami.” pria itu kemudian berlalu dari sana sambil menggelengkan kepala dan segera masuk ke kantornya.
“Kyle sebenarnya ada apa ? Kenapa sampai menarik ku seperti ini ?” Judith menarik tangannya yang masih dipegang oleh Kyle.
Kyle menatap Judith dengan tajam setelah melihat ke sekitar dan mendapati CEO Marvell benar-benar pergi dari sana.
__ADS_1
“Judith sudah beberapa kali aku melihatmu mencoba mendekati CEO Marvell.” Kyle mendorong Judith hingga merapat ke dinding sambil menggebrak tangannya ke dinding.
“Argh... ! Kyle apa maksud mu seperti ini ?” Judith memalingkan wajahnya ke kiri saat tangan Kyle yang melayang hampir menyentuh pipinya.
“Aku sama sekali tidak mendekati CEO Marvell. Kami hanya bertemu beberapa kali saja dan aku hanya menanggapi CEO yang menyapaku terlebih dulu.” Judith menjelaskan panjang lebar.
Namun Kyle percaya mendengar penjelasan dari Judith dan tetap mengira dialah yang menggoda lelakinya.
“Jadi maksud mu CEO Marvell yang menggoda mu, bukan begitu ?” Judith menyentuh dagu Judith dan menariknya ke depan.
“Baik aku dengar sumpah mu itu. Jika sampai aku melihatmu dekat dengan CEO Marvell lagi, maka kau akan tahu sendiri akibatnya.” Judith kembali menekan dagu Judith dan menggebrak tembok lalu pergi melepaskan Judith.
“Huft...” Judith bernafas lega setelah Kyle melepaskannya. “Apa yang ada di pikiran gadis itu ? Kenapa dia bisa mengira aku tertarik pada CEO Marvell, bahkan berpikir aku menggodanya ?” Judith membetulkan pakaiannya yang kurang rapi kemudian ia segera berjalan dengan cepat kembali ke ruangannya.
“Jika begitu aku harus lebih berhati-hati lagi jika bertemu dengan CEO Marvell agar Kyle tidak salah paham padaku.” Judith duduk di kursinya dan masih termangu memikirkan kejadian barusan.
__ADS_1
Di rumah Pablo, pria itu kembali membuka peti tempat Vaska bersemayam.
“Pangeran... anda sudah sadar ?” ucap pria itu saat melihat Vaska yang membuka matanya lebar-lebar tidak seperti biasanya yang selalu tertutup.
“Pablo... ? Apakah aku tidur panjang sebelumnya ?” Vaska menatap sosok Hemisphere di depannya.
“Ya tuan hampir dua bulan tuan tidur panjang.”
Pablo kembali mengeluarkan pil Jewish.
“Tuan Vaska minumlah pil ini, dan kondisi mu akan pulih 100%.” Pablo memberikan pil itu pada Vaska.
“Ya terima kasih.” Vaska segera meminum pil Jewish.
Dengan kondisinya yang sekarang Vaska terlihat sudah 80% namun dia masih tinggal dalam peti sampai kondisinya benar-benar pulih seutuhnya.
__ADS_1