
Yona dan ibunya sampai di rumah. Ia pun segera meminum obat dari dokter Vaska sesampainya di sana.
“Sudah sekarang kau istirahat agar cepat sembuh.” ibunya Yona membawa kembali gelas kosong dari tangan Yona. “Besok tidak usah masuk sekolah dulu sampai sembuh.” menatap putrinya lagi sebelum benar-benar keluar dari kamar.
“Baik ibu.” Yona berbaring setelah ibunya keluar dari kamar. Ia diam merenung dan menatap langit-langit. “Dokter Vaska bilang ini ada hubungannya dengan burung putih kemarin.” kembali mengingat perkataan Vaska tadi.
“Jadi apa yang burung putih itu lakukan padaku ? Dia hanya menyentuh kulitku. Apa mungkin burung itu membawa virus penyakit dan menyebarkannya melalui sentuhan ?” Yona mengingat lagi apa saja yang ia lakukan bersama burung putih tersebut.
Sepuluh menit setelahnya gadis itu tidur pulas karena efek dari obat yang diberikan oleh Vaska.
__ADS_1
Kembali ke tempat praktek pengobatan Vaska. Setelah Yona kembali dari sana, datang lagi empat belas pasien yang merupakan anak-anak dan mereka adalah teman Yona.
Orang dua mereka segera memeriksakan putra dan putrinya karena khawatir terjadi sesuatu pada mereka.
“Oh... hari ini kau adalah pasien ke lima yang ku periksa dan memiliki gejala yang sama dengan pasien sebelumnya.” Vaska duduk setelah selesai memeriksa seorang pasien anak laki-laki.
“Ya, dokter. Jadi aku sakit apa ?” ucap Buddy yang duduk di depan Vaska dan menatapnya. “Lima pasien sebelumnya memberitahuku jika mereka bertemu dengan burung putih di hutan.” Vaska menjawab singkat.
“Terima kasih dokter Vaska.” mereka pun segera keluar dari sana setelah mendapatkan obat.
__ADS_1
“Apa ibu bilang, jangan main ke hutan. Begini akibatnya. setelah ini ibu tidak mengizinkanmu untuk pergi ke hutan lagi.” sang ibu memarahi putranya saat di tengah jalan. “Baik, bu.” Buddy yang mana tahu jika dirinya bersalah karena sebelumnya tak menurut pada nasehat ibunya agar tidak bermain jauh dari rumah hanya diam saja saat di marahi.
Pasien berikutnya yang masuk ternyata juga mengalami gejala yang serupa dan Vaska memberitahukan pada pasien tersebut agar menjauhi burung putih yang ada di hutan.
“Semoga ini pasien terakhir yang ku periksa karena gigitan vampir.” Vaska kembali memeriksa pasien seorang anak laki-laki yang saat ini sedang berbaring di tempat tidur. Dan ternyata memang benar. Anak itu mengalami reaksi setelah terkena gigitan vampir sama seperti ke-14 anak sebelumnya yang ia periksa.
“Terimakasih dokter Vaska.” ucap seorang anak laki-laki dan ibunya bersamaan setelah keluar dari sana.
Total di tempat ini ada 29 anak yang terkena gigitan vampir jika ditotal dengan jumlah korban sebelumnya.
__ADS_1
Berita tentang sakitnya anak-anak setelah bermain di hutan kini menyebar luas di sana dengan cepat sehingga orang tua mereka melarang anak-anak mereka untuk pergi bermain ke hutan untuk menghindari terkena penyakit yang sama seperti anak lainnya.
“Hari ini tak ada satupun anak yang main kemari.” seorang Matheos berada jauh di dalam hutan dan duduk di dahan pohon menunggu kedatangan anak-anak yang bermain di sana.