Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 83 Rencana Medekati Judith


__ADS_3

Judith diam tertegun melihat pria yang memayungi dirinya.


“Astaga kenapa pria ini bisa tiba-tiba menghampiriku dan mendekatiku seperti ini ?” Judith menatap si om Marvell yang tersenyum di depannya mengenakkan setelan pakaian hitam berkabung. “Judith hujannya deras sebaiknya kau kembali bersamaku.” CEO Marvell menawarkan tumpangan.


Judith diam dan mencari cara bagaimana menolaknya.


“Jika aku keluar bersama pria ini di hari kematian temanku. Apa yang akan mereka pikirkan pada ku nanti. Di tambah lagi pria ini mendekatiku pasti ada maunya.” Judith berpikiran negatif tentang pria itu. Ia masih ingat pada mata merahnya pria itu dan seketika tubuhnya merinding. “Apa dia sengaja mendekatiku untuk menghisap darah ku ?”


CEO Marvell masih diam menunggu jawaban dari Judith.


“Judith sebentar lagi kau akan jatuh di tanganku. Dan aku akan menjadikanmu blood successive ku.” Pria itu tersenyum kecil menatap Judith.


“Apapun caranya aku harus menolaknya.” Judith sudah mengambil keputusan. “Terima kasih CEO, tapi aku juga membawa mantel hari ini.” Judith membalas senyuman pria itu dan menolaknya dengan halus kemudian segera berlari pergi dari sana. “Judith, hey tunggu Judith !” CEO Marvell mengejar Judith namun gadis itu tak menghiraukan panggilannya dan terus berlari di tengah derasnya hujan.

__ADS_1


“Gadis itu... ku kira mudah untuk mendapatkannya. Ternyata tidak gampang juga.” CEO Marvell berhenti mengejar Judith dan menatapnya. “Tak ada yang tidak bisa ku dapatkan di dunia ini. Tunggu saja Judith kau akan jatuh dalam pelukanku setelah ini.” kembali berjalan keluar dari area pemakaman dan menuju ke tempat mobilnya terparkir.


Judith yang sebenarnya tidak membawa mantel, saat ini berteduh di sebuah pos kosong yang berada tak jauh dari tempat pemakaman berada bersama para staf lain yang juga ikut menunggu hujan reda.


Di lain tempat Di Verssailles


beberapa waktu yang lalu Raja Ernesto kembali mengirimkan pengawal kepercayaannya untuk mencari keberadaan pangeran ke-21.


“Bagaimana apa kau menemukan petunjuk tentang keberadaan pangeran ke-21 ?” ucap Diego pada rekannya setelah mereka berdua bertemu kembali dari pencarian yang sudah berlangsung selama tiga hari ini.


“Tidak ada. Aku tidak menemukan jejaknya sama sekali tapi bisa merasakan tanda-tanda kehidupannya.” timpalnya menjelaskan. “Bagaimana dengan para rumah Hemisphere, apa kau jika sudah mencarinya di sana ?” Diego kembali bertanya sebelum mereka berdua benar-benar kembali ke istana. “Aku sudah meminta perwakilan Hemisphere di sana, Pablo untuk memeriksa seluruh kediaman anggota. Dan dia bilang tak menemukan keberadaan pangeran.”


Ya benar saja, Pablo yang mengetahui perihal pencarian pangeran ke-21 di wilayah manusia dan juga di kediaman Hemisphere segera menyebarkan berita itu pada para anggota dan meminta mereka untuk tutup mulut semua jika Pangeran ke-21 ada di tempatnya bersama dirinya saat ini.

__ADS_1


“Apakah ada pengawal kerajaan yang datang kemari hari ini ?” Pablo mengunjungi salah satu kediaman Hemisphere dan menemui Nardo. “Tidak ada Pablo. Semuanya aman terkendali.”


“Baiklah jika begitu aku akan kembali berpatroli sekarang.” Pablo kemudian berpamitan dan segera pergi dari sana melanjutkan patrolinya yang belum selesai.


Sementara dua pengawal kerajaan tadi kembali ke Versailles.


“Salam yang mulia Raja Ernesto.” ucap dua pengawal tadi masuk ke istana dan menghadap sang raja untuk memberikan laporan.


“Bagaimana apa ada informasi terkait dengan pangeran ke-21 ?” Raja Ernesto menatap dua pengawal di depannya tak sabar menunggu informasi dari mereka.


“Maaf Raja Ernesto, kami berdua tidak menemukan keberadaan Pangeran Vaska, namun kami menemukan tanda vital kehidupan pangeran.”


“Baiklah kalian boleh pergi.” Raja Ernesto merasa lega mendengarnya dan cukup baginya mengetahui kondisi putranya sudah selamat dan melewati masa kritis meskipun tidak bisa menemukan keberadaannya.

__ADS_1


__ADS_2