
Malam hari di rumah Marvell. Pria itu berdiri dari tempat duduknya setelah puas menghisap darah empat Blood successive sekaligus hingga tubuh mereka kering seperti mumi.
“Marcus !” Marvell memanggil pelayan lainnya yang ada di rumahnya. “Ya, tuan.” pelayan sudah datang menghampiri Marvell. “Buang tubuh mereka !” berbalik dan menunjuk keempat mayat gadis yang tergeletak di lantai. “Baik, tuan.” Marcus pun segera membawa keempat mayat tadi dan keluar dari rumah.
Ia pun kemudian menuju kandang hewan peliharaan Marvell. Tuannya itu memelihara banyak binatang buas di sana untuk pertahanan jika ada musuh yang menyerang sewaktu-waktu dan juga karena hobi.
“Semua binatang di sini sepertinya sudah kenyang. Bagaimana dengan Crocy saja, sepertinya ia belum makan selama dua hari ini.” Marcus melihat semua kandang hewan dan ternyata mereka semua sudah tampak kenyang maka ia pun berpindah menuju ke sebuah kolam buaya.
“Ini makanan kalian !” Marcus melempar empat mayat tadi ke kolam buaya dan tentu saja buaya yang kelaparan itu segera berebut menghabiskan mayat kering itu.
Marvell menghapus sisa darah di sudut bibirnya.
__ADS_1
“Meskipun aku menghisap banyak darah mereka, namun tak bisa dibandingkan dengan darah Judith.” Marvell masih merasa belum puas meskipun ia sudah merasa kenyang sebenarnya. “Sedikit darah Judith saja bisa menambah kekuatan ku sebanyak ini.” melihat jari tangannya yang berasap.
Ya, setelah beberapa waktu yang lalu Marvell menghisap darah Judith, ternyata tak hanya rasa ada harganya saja yang hilang setelah meminum darahnya. Namun kekuatannya pun juga bertambah. Dan karena hal itulah ia ingin kembali menghisap darah Judith.
“Mungkin sekarang saat yang tepat untuk aku pergi ke sana.” Marvell menatap jam dinding di ruangannya dan tersenyum lebar. Ia pun menghilang beberapa detik setelahnya dari rumahnya kemudian muncul kembali di depan rumah Judith.
“Zap !” Marvell yang rakus dan Tak sabar segera masuk ke rumah Judith dan langsung menuju ke kamarnya. “Ha... dia tidur pulas rupanya, kebetulan sekali.” tersenyum lebar melihat ia akan mudah menghisap darah mangsanya.
Marvell pun mengangkat tubuh Judith dan mulai mencium lehernya.
“Teriak saja sesukamu, tak akan ada yang datang menolong mu.” Marvell tersenyum menyeringai dengan satu sisi mata berwarna merah.
__ADS_1
Di lain tempat di rumah Vaska.
Pria itu bersiap untuk pergi ke rumah Judith.
“Sebaiknya aku pergi sekarang meskipun belum terlalu malam.” Vaska menatap jam dinding di kamarnya yang masih dua jam lebih awal dari waktu biasanya ia berkunjung. “Zap.. !” Vaska Oh hilang dari rumahnya dan segera berpindah di dalam rumah Judith.
Ia pun berjalan menuju ke kamar kekasihnya.
“Aroma ini...” Vaska kembali mencium aroma kedatangan violet di sana. “Apakah Marvell ke sini lagi ? Pria itu masih tidak jera juga rupanya !” Vaska terlihat kesal dan segera berpindah ke ruangan Judith.
“Hentikan ! Lepaskan gadis ku !” setibanya di kamar Judith, Vaska mengeluarkan kekuatannya menyerang Marvell. “Judith cepat kemari !” Vaska meminta kekasihnya itu pergi ke sisinya setelah Marvell melepaskannya.
__ADS_1
Judith pun segera turun dari tempat tidur Kemudian berlari menuju ke sisi Vaska dan bersembunyi di belakangnya.
Marvell dan Vaska saling beradu pandangan dengan tatapan memburu.