
Raja Napoléon benar-benar raja tega. Meskipun ia sudah melihat lawannya tak berdaya tapi masih saja ia belum puas menyiksa lawannya. Violet memang terkenal dengan kekejamannya dari dulu yang selalu berseberangan dengan Osiris.
“Maka sudah cukup bagiku untuk melihat drama percintaan kalian berdua yang menyedihkan ini.” Raja Napoléon menghampiri Pangeran Vaska dan Judith yang terlihat bergeser mendekat dengan mengerahkan sisa-sisa kekuatan mereka.
“Sayang... maaf mungkin aku tak akan bisa menemanimu lama.” ucap Judith menoleh ke samping menatap suaminya dengan penuh cinta dan air mata.
“Judith... apa pun yang terjadi aku akan selalu bersama denganmu seperti janjiku di gereja waktu itu.”
Raja Napoléon tak mau melihat drama percintaan mereka berdua lebih lama lagi dan ia pun sudah merasa cukup bersabar pada mereka dengan memberikan sedikit waktu sebelum mereka berdua pergi dari dunia ini.
“Terima ini !” Raja Napoléon mengeluarkan kekuatan terakhirnya untuk menghancurkan Pangeran Vaska dan Judith.
“Judith, I love you.” ucap Pangeran Vaska saat melihat kekuatan dari Raja violet mengarah ke arah mereka sambil memeluk Judith dan memejamkan matanya.
“I love you too.” Judith memeluk leher Pangeran Vaska dan memejamkan matanya bersiap menerima ajalnya yang sudah dekat dengan tersenyum karena masih bersama dengan suaminya yang senantiasa menemaninya.
“Argh.... !” tiba-tiba Raja Napoléon tumbang dan ambruk ke tanah.
__ADS_1
Ya, Putri Lily muncul di depan Pangeran Vaska dan Judith serta menghalau kekuatan Raja Napoléon serta menyerangnya balik.
“Dasar kau violet dari dulu kalian selalu mencari masalah dengan kami.” Putri Lily menghampiri lawannya yang masih hidup meskipun belum bangkit.
“Kalian lah yang waktu itu membuatku terpisah dari keluarga ku. Sekarang saat yang tepat untuk membalas kalian.”
Putri Lily menarik pedangnya yang panjang karena tak mau mengotori tangannya dengan darah Violet yang membuatnya jijik.
“Argh.... !” sang putri menancapkan pedang panjangnya tepat ke jantung Raja Napoléon yang membuat pria itu merintih kesakitan luar biasa. Dan tak lama setelahnya tubuh violet itu berasap dan menjadi debu.
“Apa kalian tak apa ?” Putri Lily berbalik dan menghampiri Pangeran Vaska serta Judith.
tahu bagaimana bisa putri itu datang di saat yang tepat membantu dirinya.
“Hidup ratu kita !” sorak warga Osiris yang keluar beramai-ramai dari halaman istana melihat kemenangan mereka. “Hidup Ratu Lily !”
Pangeran Vaska mengerutkan keningnya kenapa para warga yang ada di sana memanggil Putri itu dengan sebutan ratu mereka. Apa ada yang tidak ia ketahui ?
__ADS_1
“Dimana ayah mu, Raja Ernesto ?” tanya Putri Lily pada Pangeran Vaska dengan raut muka cemas.
“Bagaimana kau bisa tahu tentang--”
“Sayang... akhirnya kau kembali !” teriak Raja Ernesto dari kejauhan yang sedari tadi mengamati dari kejauhan.
Pria itu berjalan dengan tertatih menuju ke tempat Putri Lily berada.
“Tunggu aku di sana !” teriak Putri Lily yang menghentikan langkah kaki Raja Ernesto. Ia pun berlari secepat kilat menghampiri suami sudah lama berpisah darinya dan sangatlah ia rindukan.
Mereka berpelukan lama hingga akhirnya kembali menghampiri Pangeran Vaska dan Judith yang saat ini sudah bisa berdiri dibantu oleh para warga Osiris yang ada di sana.
“Kalian...” ucap Pangeran Vaska tak percaya menatap kedekatan pasangan itu.
“Ya, aku adalah ibu mu.” ucap Putri Lily melepas pelukannya pada raja Ernesto, menatap putranya. “Maafkan aku tidak bisa menjaga mu sejak kecil.” beralih memeluk Pangeran Vaska.
“Ibu..... !” Semua Pangeran lainnya yang juga ada di sana bertugas menghampiri Ibu mereka begitu melihatnya.
__ADS_1
“Putra ku semua... maafkan aku.” Putri Lily beralih memeluk putranya bergantian.
Judith ikut senang melihat kemenangan sekaligus kebahagiaan keluarga kerajaan yang juga merupakan kebahagiaan Pangeran Vaska yang selama ini selalu merindukan kehadiran ibunya.