Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 218 Lonceng Gereja


__ADS_3

Judith terlihat keluar dari kamar mandi kemudian bersiap di kamar.


“Aku tak menyangka sama sekali Jika hari yang selama ini ku nantikan tiba juga akhirnya.” Judith tersenyum lebar mengenakan gaun putih pemberian Vaska. “Aku harus terlihat cantik hari ini.” mengambil alat make up dan merias wajahnya secantik mungkin.


“Sayang aku sudah siap.” dua puluh menit kemudian Judith keluar dari kamar mengenakan gaun pengantin putih berenda. “Judith kau benar-benar cantik sekali hari ini.” Vaska memuji kecantikan gadisnya tak henti-hentinya.


“Peter temani kami ke gereja.” Vaska melihat pelayannya yang lewat di depannya.“ Tuan... nona... apakah kalian akan menikah hari ini ?” Peter terkejut sekali melihat kedua orang itu dalam balutan baju pernikahan. “Benar. Dan aku ingin kau jadi saksi pernikahan kami.” jawab Vaska dengan wajah penuh kedamaian.


“Baik, tuan. Aku akan bersiap sekarang.” Peter yang sebelumnya merasa iba jika tuannya berubah menjadi manusia kali ini ikut merasa senang dengan melihat senyum lebar Vaska yang baru pertama kali ini ia lihat.


Beberapa saat kemudian mereka bertiga berjalan beriringan menuju ke gereja terdekat.


“Aku sudah menunggumu.” seorang pendeta yang sedari tadi dan sudah bersiap tersenyum kecil saat melihat kedatangan Vaska dan Judith ke gereja.

__ADS_1


“Pendeta tolong mulai ritualnya sekarang.” Vaska terlihat tak sabar. “Baiklah, apa kalian sudah siap ?” pendeta menegaskan kembali sebelum memulai ritual pernikahan mereka.


“Kami sudah siap.” Vaska dan Judith menjawab bersamaan.


Pendeta kemudian membacakan sumpah setia pasangan suami istri yang di tirukan oleh Vaska dan Judith secara bergantian.


“Apa kalian berdua bersedia hidup bersama dalam susah maupun senang ?” Pendeta menunggu jawaban Vaska yang masih mengenakan cincin di jari manis Judith. “Kami bersedia, pendeta. Kami akan bersama di saat duka maupun suka.” jawab Vaska dan Judith bersamaan dengan tersenyum lebar.


“paff.” Judith melempar buket bunga mawar yang di bawanya ke belakang. “oups... !” Peter menangkap buket bunga mawar merah itu. “Selamat menikah dan berbahagia tuan dan nona.” ucapan Peter membahana ke seisi gereja.


“teng... teng...” bunyi lonceng gereja yang ikut memeriahkan acara sakral pernikahan mereka saat ini. Lonceng kali ini terdengar lama dan seolah semua lonceng yang ada di gereja berbunyi bersamaan saat itu.


Acara pernikahan mereka berlangsung dengan lancar dan sakral meskipun hanya dihadiri oleh Peter dan Pendeta saja, karena memang Vaska sengaja melakukan itu dan tak ingin mengundang siapapun di sana termasuk para warga.

__ADS_1


“Klang... Klang...” suara lonceng gereja yang terdengar sampai ke rumah warga.


“Suara lonceng itu... siapa yang sedang melangsungkan pernikahan saat ini ?” seorang warga duduk di teras dan mendengar bunyi lonceng khas gereja yang menandakan jika saat itu memang sedang berlangsung sebuah pernikahan.


“Jika warga sini pasti kita akan mendapat undangannya.” warga lain menimpali karena mereka tak mendapatkan undangan.


“Tempat praktek pengobatan dokter Vaska hari ini tutup.” Seorang warga yang barusan kembali setelah menuju ke tempat praktek pengobatan dan ternyata tutup. “Apa mungkin dokter Vaska yang menikah saat ini ?” lanjutnya berasumsi sendiri.


“Sudah sayang, turunkan aku.” Vaska menggendong Judith keluar dari gereja. “Tidak, aku akan menurunkan mu setelah tiba di rumah.” Vaska menolak keras permintaan Judith.


“Tapi kau akan lelah.”


“Tidak, tubuhmu tidaklah berat.” Vaska terus berjalan dari gereja menuju ke rumahnya sambil menggendong Judith.

__ADS_1


__ADS_2