
Judith membuka mata dan melihat Vaska mencium bibirnya tanpa bergerak.
“Tuan Vaska...” Judith merasa aneh saja kenapa pria itu diam saja tak bergerak. “Tuan...” Judith mengangkat wajah Vaska untuk melihatnya dan ternyata pria itu terlihat pucat dan tak sadarkan diri. “Oh tidak, apa yang terjadi padamu tuan ?” Judith seketika duduk.
Ia yang masih bingung ada di mana ia saat ini mengedarkan pandangan ke sekitar.
“Jadi... aku di rumah sakit.” Judith mengetahui dirinya saat ini sedang dirawat di rumah sakit. “Pasti tuan Vaska yang membawaku ke sini.” beralih menatap Vaska kembali. “Lalu apa yang terjadi padanya ?” duduk dan mengusap pipi Vaska dengan lembut.
“Tuan, Terima kasih sudah membawa dan menungguku di rumah sakit. Aku sudah sadar, tuan bangunlah.” Judith mencoba membangunkan Vaska yang ia kira masih tidur. Tak ada respon, maka Judith memeriksa kondisi Vaska. “Ohh tidak... tuan apa yang terjadi padamu ?” mengetahui kondisi Vaska yang pingsan di tambah wajah terlihat pucat sekali juga tangannya sangat dingin.
“Tidaaak.... ! Tuan, bangunlah...” Judith terus membangunkan Vaska yang tak kunjung bangun dan hal itu membuatnya sedih.
__ADS_1
Malam hari setelahnya terlihat Vaska sudah ada di rumahnya. Peter membaringkan pria itu di kamarnya.
“Bagaimana kondisi tuan Vaska ?” tanya Judith pada Peter yang juga ikut menunggui Vaska di kamar. “Tuan kehabisan tenaga karena banyak mengalirkan energi kehidupan hingga membuatnya seperti ini.” Peter menjelaskan. “Energi kehidupan ?” Judith terkejut dan menutup bibirnya. “Apakah tuan memberikan energi kehidupannya padaku ?”
“Ya, benar.” Peter mengangguk yang membuat Judith semakin syok.
Judith akhirnya mengetahui jika menyelamatkan dirinya adalah Vaska, tanpa pria itu mungkin saja ia sudah mati.
“Itu ada di sungai black pearl.” jawab Peter sembari menatap Vaska yang masih tak sadarkan diri. “Tolong beritahukan padaku di mana tempat itu berada. Aku akan mencarinya.” Judith bersikeras ingin mencari batu kehidupan untuk menyelamatkan Vaska.
“Tapi nona, tempat itu sangat berbahaya sekali. Apa nona yakin mau ke sana ?” Peter menjelaskan bagaimana bahayanya tempat itu.
__ADS_1
Sungai Black Pearl adalah sungai yang terdapat di pedalaman di kawasan dunia manusia. Tempat itu tidak terjamah, dan tak ada sekalipun manusia yang pernah datang ke tempat itu. Selain tempatnya jauh, di sana banyak binatang buas yang menjaga tempat itu. Tidak ada yang tahu binatang buas macam apa yang menunggu tempat itu. Mungkin saja manusia biasa tak akan pernah keluar dari tempat itu.
“Aku akan membawa batu kehidupan itu untuk tuan Vaska apapun yang terjadi.” Judith sudah bertekad bulat memutuskan untuk pergi ke sana meskipun di sana berbahaya demi menyelamatkan Vaska.
Peter kemudian memberitahukan lokasi tepatnya black pearl pada Judith dan memberitahukan padanya binatang macam apa yang menunggu tempat itu sehingga akan membuatnya waspada dan hati-hati.
Judith menatap Vaska untuk terakhir kalinya sebelum Peter memasukkan pria itu ke dalam peti mati untuk menjaga tubuhnya.
“Tuan Vaska, tunggulah aku... aku akan kembali membawakan batu kehidupan itu untukmu.” Judith menatap Vaska dengan intens. Ia pun menyentuh lembut pipi pria itu dan mencium bibirnya.
Peter menutup peti mati Vaska dan tak lama kemudian Judith keluar dari rumah itu.
__ADS_1