Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 180 Isolasi


__ADS_3

“Judith... kau terinfeksi.” Vaska terkejut melihat gejala yang muncul pada gadisnya. “Bagaimana ini bisa terjadi ?” merasa heran saja padahal selama ini Judith sudah mematuhi protokol kesehatan dan juga mengonsumsi penguat imun, tapi Kenapa juga dia masih tertular.


Deg


“A-apa... aku tertular ?” Judith menelan ludah dan seketika kaget mendengar pernyataan dari Vaska barusan. “A-aku... apa yang harus kulakukan ?” terlihat panik saat melihat bintik merah di tangannya bertambah banyak.


“Tenanglah, banyak pasien yang berobat ke sini dan mereka sembuh, aku pasti bisa menyembuhkan mu.” Vaska yang lebih cemas daripada Judith mencoba menenangkan gadisnya. “Sekarang ikut aku, aku akan merawat mu.” menarik Judith lalu membawanya ke sebuah ruangan.


Di ruangan itu Vaska meminta Judith untuk berbaring di tempat tidur yang ada di sana. Pria itu tampak panik. Ia mulai memasang infus dan menyuntikkan beberapa kali obat ke tubuh Judith.


“Lalu siapa yang akan membantu membuka praktek hari ini ?” Judith menatap Vaska yang duduk di sampingnya. “Kau tak perlu memikirkan itu yang penting saat ini adalah keadaan mu.” menggenggam tangan Judith dan menatapnya intens. “Ada Peter yang bisa membantuku untuk menggantikan mu sementara waktu sampai kau pulih.”

__ADS_1


Vaska menunggu sampai satu jam ke depan dan dia pun meninggalkan Judith karena ia harus membuka praktek pengobatannya, meskipun sebenarnya ia ingin menutupnya saja melihat kondisi gadisnya yang seperti itu.


Judith pun tertidur dalam pengaruh obat yang diberikan oleh Vaska. Sengaja pria itu memberinya campuran obat tidur agar Judith tak merasakan kesakitan saat virus itu menyebar.


Malam hari, Vaska masuk ruang isolasi untuk memeriksa kondisi Judith.


“Bagaimana keadaan mu ?” Vaska melihat gadisnya sudah bangun dan duduk di tempat tidur. “Aku baik-baik saja setelah lama tidur.”


“Aneh sekali... harusnya dengan obat yang kuberikan di awal gejala seperti ini harusnya gejala ini sudah mereda...tapi kondisinya semakin parah.” melihat banyak bintik merah di sekujur tubuh Judith. “Kenapa tingkat penyebarannya lebih cepat dari pasien yang ku tangani ? Bukankah darah Judith sangat manis dan berbeda dari mereka ?” Vaska merasa aneh saja pada kasus Judith yang membuatnya semakin khawatir saja pada gadisnya.


“Aku akan memberi mu obat lagi.” Vaska menyuntikkan obat lagi dengan dosis tinggi, dua kali untuk meredakan gejala Judith. “Sayang kenapa kau memberikanku obat itu lagi ?” Judith tahu obat apa yang diberikan padanya dan berapa dosisnya.

__ADS_1


“Ini hanya vitamin saja.” Vaska kemudian duduk di samping Judith dan menggenggam erat tangannya, berpura-pura tidak cemas di depan gadis itu.


Satu hari berlalu


Vaska dalam sehari terlihat beberapa kali memeriksa kondisi Judith karena mencemaskan keadaannya.


“Dia sudah tidur, setidaknya dia tak akan merasakan rasa sakitnya.” Vaska terlihat sedih melihat kondisi gadisnya yang semakin parah meskipun ia sudah memberikan obat 3 kali dosis dari biasanya.


“Judith kau akan baik-baik saja. Aku akan mencari cara untuk menyembuhkan mu.” Vaska mencium kening Judith kemudian keluar dari ruang isolasi.


Ternyata Judith masih terjaga kali ini dan dia mendengar apa yang diucapkan oleh Vaska.

__ADS_1


“Jadi kondisiku benar-benar parah ?” Judith menitikkan air mata kenapa pria itu selama ini berbohong padanya dan bilang jika dirinya akan segera sembuh.


__ADS_2