Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 33 Sekedar Mainan


__ADS_3

Vaska dan Judith sudah ada di dalam mobil dan mobil pun meluncur menuju ke tempat kerja.


“Tuan tolong turunkan aku di sini saja.”ucap Judith tujuh meter dari kantor. “Kenapa ?” Vaska menoleh pada Judith. “Aku-aku takut bagaimana jika paras tapi ada di kantor melihat kita bersama lagi apa yang akan mereka lakukan padaku ?” menjelaskan ketakutannya sambil memegang kunci untuk membuka mobil.


“Hmm... kau tak perlu khawatir masalah itu. Bukankah sebelumnya aku sudah membantumu mengatasi masalah itu ?” balas menatap Judith dengan tersenyum kecil. “Tak akan ada yang berani menyentuh mu di sini, setelah mengetahui statusmu sebagai istri kontrak ku.” jawabnya dengan tenang dan terus mengemudikan mobil memasuki kantor.


deg


Judith tak bisa berkata lagi. Apa yang bisa ia lakukan sebagai istri kontrak yang terikat oleh banyak pasal aturan yang melarangnya ini dan itu, bahkan bicara saja juga di atur dalam pasal itu.


“Apa yang kau katakan memang benar adanya tak akan ada yang berani menyentuhku saat aku berada di dekatmu. Tapi saat aku sendiri, tanpa adanya dirimu. Apa kau tahu yang mereka lakukan padaku ?” protes Judith yang sayangnya hanya bisa ia ucapkan dalam hati saja.

__ADS_1


klak


Vaska turun dari mobil kemudian membukakan pintu untuk Judith.


“Ayo turun, jangan takut.” Vaska mengulurkan tangannya sembari melihat ketakutan di wajah Judith. “Terimakasih tuan.” meraih tangan Vaska kemudian ikut dan berjalan di sampingnya memasuki kantor.


Beberapa pasang mata melihat ke arah mereka.


“Hey bukankah dia gadis dari Departemen administrasi, siapa namanya ?” lawan bicara staf tadi menyadari setelah melihatnya dengan teliti. “Judith.” setelah berhasil mengingatnya.


“Ha... ?” ucap dua orang itu bersamaan karena terkejut sekali dengan apa yang mereka lihat dengan perubahan penampilan Judith. “Bagaimana mungkin dia bisa menjadi secantik itu ?” ucapnya bersamaan lagi.

__ADS_1


“Benar kan mereka pasti membicarakan diriku ? Tak peduli meskipun aku bisa mendengarnya.” Judith menetap kedua gadis yang membicarakan dirinya tadi dengan rasa sedih Kenapa dirinya terus menjadi bahan obrolan dan pusat perhatian.


“Hey kalian yang di sana !” Vaska berteriak pada dua gadis yang tadi membicarakan Judith. “Ya kalian berdua, siapa lagi.” melihat dua gadis tadi menoleh dan menatap orang lain. “Jika kalian bergosip di tempat kerja apalagi membicarakan sekretaris ku, maka kalian akan merasakan akibatnya nanti.” mengancam dengan tegas.


“Ma-maaf CEO. Kami benar-benar minta maaf. Kami tak akan mengulanginya kembali.” dua gadis tadi gemetar kemudian segera pergi dari sana dengan berjalan cepat.


“Kau lihat sendiri mereka takut bukan ? Mereka tak akan berani mengganggu bonekaku.” ucap tersenyum kecil menatap Judith.


“Boneka ? Jadi pria ini menganggap ku sebagai bonekanya saja ?” Judith gemetar mendengar pernyataan yang keluar dari bibir Vaska barusan. “Ya benar aku memang bonekanya saja. Seperti mantan istri kontraknya lainnya.” batinnya entah kenapa dia merasa sedih pria itu mengatainya sebagai boneka.


Judith berjalan tertunduk masuk ke ruangan Vaska setelah menurut emosinya kembali mendengarkan celotehan stop yang ada di sana dan membacakan tentang penampilan dirinya, bahkan lebih gilanya lagi mereka menggosipkan dirinya hidup mewah dan mendapatkan fasilitas mewah lainnya setelah menjadi istri kontrak Vaska.

__ADS_1


“Kapan semua ini akan berakhir ?” Judith duduk di kursinya memikirkan nasibnya sebagai istri kontrak.


__ADS_2